Dinda Andiko dan dunsanak palanta RN

Sebelum saya tulis lagi "Dendang Kuliner Andiko Sutan Mancayo" part 2, saya 
posting lagi tulisan tentang rumah makan tsb yang dulu sudah dilewakan di 
palanta, mungkin ada dunsanak yang belum bergabung di milist ini bisa 
membacanya lagi

Andiko, mungkin karna kita makan di hari minggu maka menunya nggak terlalu 
banyak dengan berbagai variasi seperti jika kita makan di hari2 kerja yang 
memang sangat ramai pengunjung makan siang, ada beberapa masakan khas disini 
dan samba2 buruak yang tidak ada pada waktu kita makan seperti yang saya tulis 
ini

Nah dinda Andiko bisa buktikan "yang enak itu akan dikejar orang juga" ini 
dibuktikan 2 mobil mentereng nongkrong didepan lapau ini (orang cina kalo nggak 
salah) satu mobil Honda CRV terbaru satu lagi sedan Toyota Vios mereka duduk 
makan didepan kita

Jika komplit menu disini dihidangkan ketika kita makan, wahh saya pikir Andiko 
akan. Berdendang lebih asyik lagi tentang sebuah pusaka kuliner ranah minang

Selamat membaca Andiko, bisa diungkapkan lagi dari segi "Antropologi Kuliner" 
dengan segala bumbu, cara memasak, tradisi, cerita dan rahasia dibalik masakan 
ranah minang kita tercinta ini...

Salam-Jepe
****
 
RUMAH MAKAN URANG LINTAU 

Oleh : Jepe

Jika anda ingin menikmati masakan minang dengan cita rasa tradisional yang 
kental dengan mengabaikan "faktor gengsi dan kenyamanan" salah satu rumah makan 
di Kota Pekanbaru layak untuk dikunjungi.

Gengsi, Rumah makan ini hanya sebuah emperan yang sangat sederhana struktur 
bangunannya didominasi oleh papan asal jadi dengan atap seng

Kenyamanan, Ini menyangkut suhu udara disaat kita makan siang disana, gerah 
memang, bahkan sebuah kipas angin yang tergantung di plafon rumah makan ini 
tidak sanggup sedikit meredam suhu udara kota Pekanbaru ditengah hari yang 
panas.

Gengsi dan Kenyamanan tersebut hanya bisa diredam saat anda menikmati aneka 
menu yang mengundang selera dan enaknya "tak tertahankan"

Seandainya "faktor gengsi dan nyaman" ini sulit anda abaikan dalam menikmati 
cita rasa masakan berselera, solusinya yaitu dengan membeli beberapa potong 
menu atau nasi bungkus untuk dibawa dan dinikmati di rumah bersama keluarga.

Rumah Makan tanpa nama ini terletak disekitar persimpangan (pertemuaan) jalan 
Arengka dengan Jl. Arifin Ahmad Kota Pekanbaru. Rumah makan urang Lintau, 
begitu pelanggan setianya memberi nama, mudah ditebak pemilik rumah makan ini 
berasal di salah satu Kenagarian di Sumatera Barat yaitu Lintau Buo.

Rumah Makan ini salah satu fovorit saya dan keluarga di kota Pekanbaru, ketika 
"periuk nasi" saya tidak berasap dalam arti yang sebenarnya alias istri lagi 
malas-malasnya memasak dirumah misalnya diakhir pekan, maka saya akan melarikan 
keluarga saya yang berjumlah 1/2 lusin kesebelasan Bola untuk makan siang 
kesini, untuk makan malam istri saya sudah memberikan "sinyal" periuk nasi akan 
berasap tapi asapnya kabut tipis saja alias "masak nasi doang", selesai 
bersantap siang kami membungkus beberapa potong lauk pauk (Minang : Samba) 
untuk menu makan malam nantinya.

Nah seandainya besok masih saja dapur saya kecil kemungkinan mengeluarkan asap 
lagi, sekali lagi saya larikan seluruh keluarga saya untuk makan di Rumah makan 
urang Lintau ini.

Kita kaum Bapak-Bapak harus bisa memaklumi, kadang-kadang ibu-ibu saat ada 
gangguan fisiologis tubuhnya seperti "tamu bulanan", jangan paksa dia memasak 
dirumah. Saya pernah baca tulisan tentang kuliner, sepandai-pandainya wanita 
dalam memasak, disaat terganggu "fisiologis" tubuhnya sedikit banyak akan 
mempengaruhi cita rasa masakan yang dibuatnya dan apalagi bawaannya agak malas 
dalam beraktivitas.

Dia akan kehilangan sentuhan dalam menyicipi cita rasa masakan yang dibuatnya, 
misalnya menurut dia asin garam masakan tersebut pas terasa dilidahnya, tapi 
ketika dicicipi sang Suami terasa hambar, lalu dia minta "Second Opinion" pada 
sang anak, jawabnya sama "Iya Ma..nggak terasa garamnya" atau sebaliknya kita 
serasa menikmati segelas air garam alias kosentrasi NaCl yang terlarut dalam 
masakan yang dibuatnya melebihi ambang batas normal yang diinginkan, lebih jauh 
lagi ya Asin banget..Boo'

Para pakar seni kuliner sepakat mengatakan bahwa perasa sejati cita rasa 
makanan dan minuman adalah laki-laki, kaum wanita karena faktor emosi dan 
fisiologis tubuhnya terganggu sensor perasanya akan labil. Ibu-ibu jangan 
protes ya, faktanya begitu rata-rata penguji (tester) ulung masakan dan minuman 
kebanyakan laki-laki, jika kaum hawa meragukan pernyataan saya ini silahkan 
tanya sama Pak Bondan "maknyuss" Winarno.

Kembali ke rumah makan urang Lintau, masakan apa yang istimewa di rumah makan 
yang jauh dari gengssi dan nyaman ini, begitu kuatkah magnet daya tarik rumah 
makan ini, sehingga selalu ramai dikunjungi terutama saat makan siang. Silih 
berganti orang berdatangan saat jam istirahat kantor untuk mengganjal perut 
yang sudah lapar (Jam 12.00 s/d 14.00)

Bahkan pesaingnya yang selevel diseputar rumah makan ini bersikap "kurang 
bersahabat" dengan lontaran kata "Rumah makannya ada Dukunnya". Sebuah sikap 
syirik yang jauh dari pola pikir yang mengutamakan nalar sehat.

Nalar sehat itu adalah masakan rumah makan minang ini cita rasa masakannya 
dengan sentuhan tradisional yang kental. Orang minang bilang "Sambanyo rumahan 
bana, saraso makan dikampuang yang masakannyo urang tuo-tuo awak sahinggo kulek 
awak badendang"

Saya akan coba ungkapkan cita rasa masakan rumah makan orang lintau ini, 
walaupun ini bagian yang tersulit bagi saya dalam menulis, diperlukan pusat 
kesadaran rasa saya "bermain" sambil menyicipi aneka hidangan yang tersedia di 
rumah makan ini.

Sungguh sebuah keputusan yang sulit ketika perut lapar saat makan siang disana, 
pertanyaan yang sangat sederhana tapi menjawabnya penuh ragu...... " makan 
...dengan Apa...????

Semua hidangan yang tersaji dihadapan semuanya mengundang selera,. Semua ingin 
dicoba, tatapan pertama mata tertuju kesetiap menu membuat air liur di mulut 
terasa jernih (Betawi : Ngences) dan pusat rasa anda akan dibidik serasa 
disentrum listrik tegangan rendah disekitar tengkuk dan ubun-ubun anda..

Inilah beberap menu yang mengundang selera di rumah makan urang lintau ini


Dendeng Balado

Dagingnya digoreng dengan ukuran ketebalan sedang, pipih, rapuh dan garing 
(Minang : Badaruak) membuat segala alat perangkat mengunyah dan perasa anda 
bernyanyi ketika melumat dendeng ini dimulut mmmm..ini yang dikatakan Kulek 
badendang.

Dendeng dilumuri dengan saus cabe keriting dan bawang yang ditumbuk kasar 
dengan sedikit genangan minyak goreng, rasanya tidak terlalu pedas, medium 
saja, saking enaknya saus cabe ini, saya sendiri mungkin bisa menghabiskan 
sepiring kecil nasi hanya dengan saus sambalnya tanpa potongan dendeng.

Kunci saus sambal yang enak setelah saya rasa , ketika tukang masaknya menumis 
cabe dan bawang yang ditumbuk kasar ini dikasih sedikit kaldu rebusan daging 
dendeng tadi.


Gulai Baung campur Kemumu

Gulai dengan santal yang kental, menikmati satu sendok kuah gulai ini serasa 
lidah kita 
Disentuh fla yang lembut toping dari sebuah puding pencuci mulut selesai makan, 
mengalir ditenggorokan tanpa rasa pedas, belum lagi rasa daging baung yang khas 
dari kebanyakan ikan sungai lainnya, dagingnya sedikit kenyal, serat halus yang 
bersatu. Jangan lupa mensigi setiap kulit dan daging yang menempel dikepala 
ikan baung ini. Cara yang paling "hebat" menikmatinya adalah dengan menghisap 
dengan sedikit genangan kuah gulai ditengkorak ikan ini.

Belum lagi rasa kemumu (sejenis batang keladi) yang dipotong sekitar 5 
Cm...Nyess..nyess dilidah.


Goreng Lambok Baluik campur incek Patai

Kombinasi yang pas, goreng belut yang basah (Minang: Lambok) masih terasa rasa 
amis khas belut, Amis berkadar rendah tersebut tenggelam dengan cabe hijau yang 
digiling kasar ketika dilumatkan bersama nasi dengan sebiji petai 
utuh.....waduuuhhh sebuah "sensasi" yang dirasakan dimulut.




Dadar Telor Itik

Tebal tidak terlalu padat dan berongga, kombinasi rasa gurih telor yang 
digoreng dadar dengan rasa khas daun bawang yang diiris tipis


Gulai Tunjang dengan Irisisan Rebung Muda

Sama seperti gulai baung dengan santan yang kental, tunjang bukan kikil atau 
kulit dibadan sapi, tapi kulit atau daging bening kecoklatan yang menempel 
dikaki sapi, gigi anda tidak perlu bekerja keras untuk melepaskan kulit dan 
daging yang empuk yang menempel di tulang kaki sapi ini, hanya dengan gigitan 
sedang dan sedikit tarikan dengan tangan maka kelembutan yang kenyal dari 
tunjang ini dapat anda rasakan, irisan tipis rebung muda membuat lidah 
bergoyang tak terkendali.

Setahu saya untuk mendapatkan tunjang yang tidak alot, sebelum dimasak kaki 
sapi tersebut dibakar dulu dengan kayu dan memang begitu saya pernah 
melakukannya , ketika ibu saya ingin memasak gulai tunjang, biasanya disaat 
lebaran haji (daging jatah korban)


Asam Padeh baung dengan Kemumu

Kuahnya encer berwarna merah terang yang dihasilkan dari cabe keriting yang 
digiling halus, sensasi rasanya menstimulan ubun-ubun dan dahi anda berkeringat 
nyuss,,nyuss, pedas lembut cabe giling dan rasa asam eksotik dari asam kandis. 
Ketika kemumu dilumatkan dengan nasi dan daging baung dimulut, walah pedas 
asamnya ajib banget baibeh...... .Silahkan anda coba satu sendok kuahnya tanpa 
nasi, akan meninggalkan pedas yang hangat ditenggorakan anda...wusss. .wussss, 
segeralah minum seteguk air putih..


Ayam Bakar Singgang

Daging ayamnya empuk, bumbunya meresap sampai jauh kedalam, hal ini disebabkan 
sebelum ikar ini dibakar, terlebih dahulu potongan ayam ini digulai dengan 
sari/pati santan yang kental lengkap dengan bumbu penting gulai khas orang 
minang (Minang : Disinggang). Sepertinya anda hanya akan menyisakan tulang ayam 
tersebut tergeletak di piring makan setelah selesai melahap Ayam bakar Singgang 
ini Complicated banget rasa bumbu ayam singgang ini perpaduan rasa kunyit, 
pedas cabe, daun jeruk purut, harumnya serai, gurihnya santal yang 
mengental...ampunn.gelok pisan...euuuy kata orang sunda 




Goreng Pario campua Bada Lado Hijau

Menu ini boleh dikatakan masakan rumahan artinya di rumah-rumah makan minang 
rata-rata jarang ditemui (bukan menu standar sebuah rumah makan minang). Menu 
ini tidak terlepas dari kebiasaan di rumah tangga, jika orang tua kita tidak 
pernah membuat masakan berbahan dasar paria (minang : Pario) maka anaknya tidak 
akan mengenalnya, lebih jelasnya lagi tidak menyukai paria ini karena rasanya 
pahit.

Paria diolah bagaimanapun (gulai, goreng, tumis) tetap akan meninggal rasa 
pahit, nah jika anda dalam tiga suapan pertama merasakan gurih dari santan ...
dan pedas cabe, suapan keempat selingi dengan mencoba beberapa potong paria dan 
teri (Minang : Bada) yang dilumuri cabe hijau ini. Lumatkan bersama santan 
gurih dari gulai baung, tentunya akan memberikan sentuhan rasa yang cukup unik 
dilidah.

Berbicara mengenai si Pahit ini, jika anda sanggup memakannya dalam keadaan 
mentah sebagai ulam/lalapan, Insya Allah ketika anda menjelajahi hutan lebat 
(perawan), anda akan bisa bertahan hidup (survive) ketika kehabisan bahan 
makanan. Anda bisa berpedoman pada "saudara dekat manusia" apa yang dimakannya 
dihutan umumnya layak juga kita makan.




Goreng Jengkol Muda Cabe Hijau

Nah ini dia jika anda yang suka berpetualang kuliner dengan menu yang sangat 
"totok" tradisionalnya atau kata lain "Emang Gue suka jengkol kok" jengkol muda 
goreng ini layak dicoba, dipotong menjadi tiga bagian, tidak alot, empuk, 
kekerasannya mendekati kentang yang digoreng.

Saya sarankan bagi anda yang ingin "Mencoba-coba" sebaiknya jangan makan 1 atau 
2 potong, makan saja sepuasnya dan sesukanya... ..Apa pasal Pak Cik.....

Dampak yang diakibatkan terhadap aroma napas anda sama saja, jengkol telah 
menjadi "tertuduh" membuat napas kita menjengkolkan. ..eh...maksudnya 
menjengkelkan bahkan ketika seorang napasnya kurang sedap bukan karena jengkol 
masih saja dibilang "Ihh..napas elu bau jengkol" saking tertuduhnya si jengkol 
dengan aromanya.

Jadi 1, 2....8 dan 9 potong atau sesukanya sama saja, tetap aja aroma napas 
anda "menjengko(e) lkan"

Anda kwatir setelah memakan "buah ajaib" ini pergaulan sosial anda terganggu 
dengan teman atau kolega di kantor, napas anda yang berbalut aroma jengkol ini 
bisa disamarkan dengan mengunyah permen yang kuat rasa mint dan mentholnya, 
jikapun masih kurang perjaya diri sebelum masuk kantor bekerja lagi sempatkan 
ke toilet segera gosok gigi dan berkumur-kumur dengan cairan penyegar mulut,

Cara praktis juga bisa dilakukan dari rumah makan ini mampir di Apotik lalu 
beli penyemprot pengharum napas setelah dibayar dikasir jangan tunda buka 
kemasannya lansung semprotkan di apotik tersebut Srettt..sreeet. .sreeettt.

Seandainya ketiga langkah tersebut masih saja anda merasa tidak nyaman dimulut 
dan membuat perjaya diri anda merosot tajam alias nyungsep tenan. Saya rasa 
beban psikologis dalam memakan jengkol ini terlalu berat anda derita, saran 
saya jika kapan-kapan makan di rumah makan orang lintau ini sebaiknya jangan 
menyentuh atau mencoba-coba buah dari tumbuhan Family Leguminioseae ini.

Itulah sedikit gambaran rasa beberapa menu yang tersedia di rumah makan Urang 
lintau ini. Masalah harga sangat terjangkau, murah jika dibandingkan rumah 
makan sejenis dengan menu standar masakan minang ditempat yang sedikit nyaman.

Sebagai contoh sepiring nasi plus tambah (Minang : tambuah) dengan sepotong 
dendeng balado itupun nasi anda telah dihiasi beberapa potong kemumu dan jika 
dinginkan bisa dikasih "toping" yang menjengkelkan. tersebut...zenggkolll inang 
kata orang Batak.

Sepotong lauk pauk jika anda ingin membungkusnya pulang harganya berkisar 
sekitar Rp 5.000 s/d Rp 6.000 per potong kecuali untuk ikan baung sedikit 
diatas harga tersebut yaitu Rp 8.000/potong karena ikan ini hasil tangkapan 
nelayan di sungai bukan ikan budi Daya seperti Patin atau Nila misalnya.

Anda suka berwisata kuliner dimana saja setiap ada kesempatan berkunjung 
kesuatu daerah, inilah cara berwisata kuliner yang pintar dengan mengabaikan 
fakor "gengsi dan kenyamanan" tapi lebih mengutamakan Cita rasa makanan yang 
berselera, bersih dan murah.

Seandainya anda ke Pekanbaru tertarik menikmati masakan urang Lintau ini, 
dengan senag hati saya akan menemani tapi dengan catatan penting abaikan, copot 
dan buang jauh-jauh :gengsi dan kenyamanan. Anda jangan kaget jika didepan 
rumah makan tersebut parkir mobil sedan mentereng keluaran terkini, sementara 
pemilik mobil ini "cepak-cepong santuang lantang" berkeringat menikmati masakan 
minang dengan sentuhan tradisional yang dalam.

Tampilan mereka sekujur tubuh dengan produk fashion "branded" seaakan lupa 
mereka sekelompok kaum "sociaelite" dan telah menomor sekiankan faktor gengsi 
dan kenyamanan gara-gara kelezatan masakan minang warung urang lintau ini. 
Sebuah tradisi kuliner turun temurun suku minang yang masakannya terkenal 
disetiap penjuru Nusantara.

Salam_Kuliner/ Pekanbaru, 10 April 2008

Tambuah Ciek lai Ni...

Ketika bulan puasa rumah makan ini ramai dikunjungi orang untuk membeli lauk 
pauk berbuka dan sahur. Pemilik rumah makan ini menggelar masakannya didepan 
warung diatas meja. Mereka juga menjual "Pabukoan" seperti Kolak. Kue Talam, 
Serabi kuah, onde-onde semuanya enak-enak. 

Jangan coba datang membeli 1/2 jam menjelang berbuka dipastikan anda kecewa 
yang anda temukan hanya wadah-wadah berisi kuah gulai atau cabe-cabe dengan 
genangan minyak, saya salah satu termasuk yang pernah kecewa, selepas pulang 
kantor jam 5 menuju ke rumah ...


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke