SPMTM (5) : The Middle
way of Capacity
SPM : Self
Process Managementadalah Seni Pengelolaan Proses Diri yang
dilakukan terus menerus dan terpola untuk memacu diri meningkatkan kualitas dan
hasil kerja. Penjelasan disampaikan melalui suatu topic bahasan, rangkaian
cerita dari pengalaman yang tampak, dirasakan, atau perasaan dibayangkan
yang juga dapat diterapkan dalam organisasi maupun
perusahaan-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bila ke Bandung, luangkan sedikit waktu
untuk berhenti di sekitar jalan Dipati Ukur didepan kampus Universitas
Padjajaran, tepatnya di depan ‘Monumen Bandung Lautan Api’ persisnya di simpang
tiga pertemuan jalan Dipati Ukur dan Teuku Umar, kita akan menemukan penjual
Ketupat Sayur Padang, pemiliknya Uda Yun. Uda Yun telah berjualan ketupat sayur
di area ini hampir 15 tahun. Sekarang di Bandung, misalkan disekitar kawasan
Dago, banyak pedagang ketupat sayur
Padang, ada yang menjual hanya satu macam makanan ada yang beragam seperti
ketupat sayur, pecel, dan penganan khas asal Sumatera Barat yang lain. Uda Yun
bertekad hanya memilih satu jenis makanan saja yaitu ketupat sayur dan teh
telur sebagai khas minumannya. Ketupat sayur, ketoprak, bubur ayam atau
semacamnya merupakan makanan yang menjadi sarapan pagi jamak bagi para anak
kost-an, pekerja kantoran atau pun masyarakat yang tidak sempat ‘nyarap’
dirumah.
Saya berkesempatan suatu kala berdiskusi
dengan Da Yun, kenapa Da Yun tetap hanya menjual ketupat sayur dan teh telur,
sementara yang lain menjual bermacam-macam makanan khas minang lainnya.
Ketupat sayur Da Yun, memang biasa saja,
ketupat gulai nangka+telur dengan ‘kerupuk merah’ sebagai penghias yang
merupakan ciri khas ketupat sayur Padang. Bagi yang pernah menyantapnya terasa
ingin kembali mencoba apalagi bila diimbangi dengan ‘menyeruput‘ segelas teh
telur khas Uda Yun. Dalam sehari (mulai jam 5.30 pagi sampai jam 11 siang) Uda
Yun dapat menjual rata-rata 200-an piring Ketupat Sayur dan 50-an gelas teh
telur, di akhir pekan biasanya jauh lebih banyak dari itu. Berdagang di Kaki
Lima merupakan kelebihan sendiri bagi Uda Yun, tidak perlu memikirkan biaya
tempat dan overhead, tapi tentu
berjualan kaki lima punya ‘seni kecemasan’ sendiri apalagi bila berhadapan
dengan ‘TramTib’, ‘Pemda’, ‘Polisi Pamong Praja’ yang memang bertugas menjaga
kebersihan dan ketertiban Kota. Pendapatan bersih Uda Yun sebulan setelah
dikeluarkan biaya 4 orang karyawan dan biaya rumah tangga masih jauh melebihi
gaji
seorang sarjana baru yang diterima di perusahaan ‘bonafit’ di Jakarta
Kembali ke diskusi dengan Uda Yun, kenapa
memilih hanya satu jenis dagangan sementara Uda Yun mempunyai banyak ‘kebisaan’
untuk membuat jenis makanan khas minang yang lain. Pernah konsumen mengusulkan
agar Da Yun juga menjual
rendang selain ‘telor gulai’ yang selama ini menjadi ‘teman setia’ santapan si
Ketupat Sayur. Usulan konsumen tersebut
dijawab oleh Uda Yun bahwa kapasitas
tempatnya tidak terlalu besar, para pelanggan makan berhadap-hadapan, apabila
yang satu makan ketupat sayur pakai telur yang satu pakai rendang, maka
seolah-olah ada ‘pengkelasan konsumen’. Dengan jenis satu makanan seperti saat
ini, konsumen tidak akan bingung, di kaki lima waktu konsumen terbatas, khusus
untuk
’menyantap’, maka dengan pemilihan satu macam makanan akan membuat konsumen
fokus
dan puas, karena tidak ada celah untuk membandingkan.
Saya terkesiap dengan penjelasan Da Yun,
saya dengarkan satu persatu uraian beliau, dalam marketing bukankah ‘pengkelasan
konsumen’ ini yang dinamakan ’segmentasi’ dan konsumen tidak akan bingung itu
adalah ‘customer behaviour’. Uda Yun tidak belajar teori marketing tapi
mempraktekkan, bersekolah bersama alam. Kemudian saya tanyakan lanjut kepada
Uda Yun, bagaimana dengan pedagang yang mempunyai banyak macam jenis makanan,
“Tidak apa-apa kalau memang kapasitas (tempat dan jenis makanan) kita melebihi
dari yang lain, namun begitu yang menjadi fokus saya adalah bagaimana konsumen
tidak merasa risih antara satu sama lain karena perbedaan jenis makanan ini,
konsumen saya berasal dari berbagai kalangan, anak sekolah sampai anak
gedongan, anak kost-an sampai anak rumahan, pengusaha, pegawai, pekerja, ibu
rumah tangga, anak-anak, remaja dan orang tua maka dengan hanya satu makanan
dan suasana yang sama maka tidak ada yang merasa tinggi atau rendah karenanya,
bagi saya cara ini menjadi jalan tengah atas perbedaan konsumen dan kapasitas
usaha saya”, penjelasan lanjut Da Yun.
Point terakhir yang disampaikan Da Yun ini menjadi catatan saya, jalan tengah
sebuah kapasitas (The middle way of Capacity). Kadang kita terlalu ‘over
value’ terhadap diri sendiri, menganggap kita punya kelebihan luar biasa
sehingga kita merasa sebagai orang yang berpotensi untuk mengerjakan banyak
hal, selanjutnya bukannya pekerjaan demi pekerjaan dapat diselesaikan dengan
baik tapi malah semua pekerjaan yang ditugaskan tak satupun dapat dikerjakan
sebagaimana mestinya. Di era demokrasi sekarang karena over value
itu kita lihat berlomba-lombalah para
tokoh untuk menjadi Bakal Calon (Balon) Walikota/ Balon Bupati atau melamar
jadi calon anggota DPR, DPRD padahal kapasitasnya diragukan oleh banyak orang,
hasil akhir dari calon-calon yang tak terpilih ada yang stress, gila dan bunuh
diri atau kalaupun ‘jadi’ malah menyalahgunakan wewenangnya. Di lain hal kadang
diantara kita ada yang terlalu rendah menilai diri sendiri (under value)
sehingga tak berani melakukan apapun, maka mengukur kapasitas diri sebelum
melakukan berbagai pilihan dalam
aktivitas hidup adalah jalan tengah untuk meningkatkan ‘personal value’.
Terimakasih Da Yun atas Sepiring Ketupat
Sayur dan Teh Telur plus kontektualisasi ilmu yang mengesankan.
DeYusmen, 22 Desember 2009
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe