Dear all,
 
Mumpung kita berduka dengan wafatnya Gus Dur, ada baiknya kita mengenal faktor 
penyebab utama kematian beliau -- selain takdir Ilahi -- yaitu penyakit 
diabetes yang diidap beliau. Rasanya lumayan banyak di antara warga masyarakat 
yang terkena penyakit ini.
 
Tentu saja saya tidak tahu apa yang menjadi penyebab penyakit ini. Kita 
harapkan pak Suheimi bersedia mencerahkan kita soal ini. Menurut yang saya 
dengar, penyakit ini bisa dikendalikan jika penderitanya bersikap disiplin 
dalam soal makan.
 
Di bawah ini saya kutipkan bertia Detik.com tentang penyakit yang mematikan 
ini, yang disebut sebagai ;the silent killer; Mudah-mudahan ada manfaatnya.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


 





Detik.com. Rabu, 30/12/2009 21:22 WIB
Ganasnya Komplikasi Diabetes
Vera Farah Bararah - detikHealth




(Foto: detikcom)
Jakarta, Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok terbaik di negeri ini. 
Mantan orang nomor satu di Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur 
menghembuskan napasnya pada Rabu ini pukul 18.45 WIB akibat komplikasi di 
tubuhnya.

Gus Dur meninggal akibat komplikasi dari berbagai penyakit yang menggerogoti 
tubuhnya. Gus Dur diketahui memiliki komplikasi penyakit jantung dan pembuluh 
darah, serta ginjalnya yang sudah tidak berfungsi baik akibat dari penyakit 
kencing manis (diabetes) dideritanya. Sebelumnya Gus Dur juga sempat dirawat di 
ruang perawatan intensif (ICU).

"Penyakit kencing manis itu yang menjadi faktor risiko utamanya sehingga 
menyebabkan komplikasi ke beberapa organ seperti jantung dan juga ginjal. 
Ditambah pula beliau sudah beberapa kali terkena stroke," ujar Dr. H. Aulia 
Sani, SpJP(K) FJCC FIHA, yang dulu pernah menangani Gus Dur ketika stroke, saat 
dihubungi detikhealth, Rabu (30/12/2009).

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi di 
berbagai organ tubuh. Kondisi Gus Dur yang kelelahan dan ditambah harus 
melakukan cuci darah 3 kali seminggu, tentu membuat kondisi fisiknya semakin 
lama semakin menurun.

"Harapan hidup bagi orang yang mengalami komplikasi seperti itu dimana sudah 
harus cuci darah, tubuhnya membengkak akibat ginjal yang tidak berfungsi dengan 
baik dan juga komplikasi di jantungnya memang sudah sangat kecil. Dan dokter 
biasanya sudah bisa melihat hal itu," tuturnya.

Selain itu kata Dr Aulia, sebelumnya Gus Dur juga sempat menjalani operasi 
akibat pecahnya pembuluh darah karena stroke. Menurut dokter yang dulu sempat 
memeriksa Gus Dur di RS Jantung Harapan Kita ini, Gus Dur adalah seorang yang 
memiliki semangat tinggi untuk sembuh dan termasuk orang yang rajin dalam 
menjalani pengobatan untuk penyakitnya.

Dr Aulia mengatakan orang yang memiliki diabetes juga cenderung mudah terkena 
infeksi. Jika kondisi tubuh sedang menurun ditambah dengan banyaknya kompliaksi 
yang diderita, maka dengan sendirinya sistem kekebalan tubuh tidak bisa 
berfungsi dengan baik.

"Banyaknya komplikasi yang terjadi di tubuh bisa membuat seseorang 
sewaktu-waktu terkena serangan yang bisa berakibat fatal seperti kematian," 
ujar dokter berusia 64 tahun ini.

Penyakit diabetes sering disebut dengan silent killer. Penyakit ini tidak 
langsung menyebabkan kematian tapi komplikasi yang dihasilkan dari diabetes ini 
bisa menurunkan kualitas hidup seseorang hingga berakhir dengan kematian.

Komplikasi dari diabetes ini bisa menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia. 
Mulai dari penyakit saraf, penyakit mata seperti glaukoma dan katarak, penyakit 
kardivaskular (jantung), penyakit ginjal, hipoglikemia, gangguan pencernaan, 
komplikasi di mulut seperti sering mengalami gigi copot, mudah infeksi, hingga 
ketoasidosis (darah menjadi asam).

Tanda-tanda seseorang terkena diabetes antara lain, sering buang air kecil, 
sering merasa haus, berat badan turun cepat, merasa lemah dan gampang 
kelelahan, sering kesemutan di kaki dan tangan, penglihatan kabur, kulit kering 
atau gatal, sering infeksi atau luka dan memar, yang membutuhkan penyembuhan 
dalam waktu lama.(ver/ir) 


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke