Dunsanak Sadonyo, Kalau diambo, pertanyaannya adalah, apakah hasil penelitian Dr. Stephen Carr Leon itu valid, kalau ternyata orangnya sendiri "tidak pernah ditemukan"?
Sebenarnya artikel ini sebelumnya pernah diforwarkan ke Palanta ini oleh Hendra Suhendra bulan Juni yll ( http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg36225.html ). Waktu itu saya menanggapi, bahwa saya pun pernah termakan dengan penelitian yang kemudian diduga "hoax" ini. Artikel itu merupakan "varian" dari berbagai artikel yang "katanya" berdasarkan penelitian Dr Stephen Carr Leon. Varian sebelumnya perrnah saya forwarkan bulan Pebruari yll ke palanta ini, mengcopy tulisan Mas Chappy Hakim dari Kompasiana ( http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/83068 ). Di Kompasiana topik ini menjadi perdebatan seru, karena setelah ditelusuri, Dr, Stephen itu sendiri tidak ada, Lalu dari mana timbulnya? Sebagian mereka yang menelusuri (bisa dicek juga di google), ternyata ini asalnya dari Malaysia ... -- Riri Chaidir Bekasi, L, 47 -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
