Assalamu'alaikum WRWb, Sanak sapalanta yang saya hormati, Beberapa hari yang lalu ada postingan yang diforward dari milis lain dengan judul yang merangsang : Kenapa Yahudi pintar . Tulisan ini diakui sebagai hasil penelitian Dr. Stephen Carr Leon.
Isi tulisan sebenarnya 'biasa-biasa' saja, dalam pengertian sejumlah 'kebiasaan baik/cara hidup' dll menyangkut Yahudi ini sudah sering dibahas dalam berbagai tulisan, seperti pengaruh musik dan matematik pada ibu hamil, keistimewaan ikan dan minyak ikan, teori makan buah sebelum makan (buku Adang Gunawan tentang 'food combining' umpamanya membahas hal ini secara sangat detail), dan tentang rokok. Yang 'biasa-biasa' ini menjadi menarik karena dikaitkan dengan 'kecerdasan Yahudi'. Dan kalau sudah dikaitkan dengan 'Yahudi' sejumlah pro-kontra kemudian akan muncul. Saya sendiri kurang tertarik dengan musik, matematika, dll ini, tapi 'antena' saya agak bergoyang juga sewaktu tulisan ini secara semberono menempatkan Indonesia sebagai contoh bangsa yang bodoh karena mayoritas mereka perokok ( saya sendiri mantan perokok berat yang alhamdulillah sudah lebih dari 3 tahun ini berhenti total merokok). Dikatakan bodoh karena antara lain dinilai 'sulit ' belajar bahasa. Setelah membaca bagian akhir tulisan ini yang menyangkut 'kebodohan' orang Indonesia ini, saya menjadi curiga bahwa ada tangan jahil/kotor yang menitipkan kesimpulan ini ke bagian akhir 'penelitian' yang namanya 'Dr. Stephen Carr Leon' ini. Hal paling bodoh dan simpel yang bisa/biasa saya lakukan adalah dengan menceknya di search engine Google (di Palanta biasa disebut 'bertanya pada Mak Gugel'). Hal pertama yang ditemukan adalah bahwa artikel bahasa Indonesia ini berasal dari blog Malaysia. Si penterjemah awal tidak bisa dilacak karena sudah sangat banyaknya milis dan blog lain yang mengutipnya. Tapi yang paling mengagetkan adalah bahwa tulisan aslinya dalam bahasa Inggris tidak dapat ditemukan, dan malahan yang namanya Dr. Stephen Carr Leon sepertinya tidak dikenal oleh Mak Gugel (!) Ini aneh dan sekaligus juga melegakan. Artikel ini bagi saya, untuk sementara, dapat dikategorikan sebagai hoax (mungkin bung Riri bisa membantu mencari kesimpulan yang lebih menguatkan/meluruskan). Diskusi tentang rokok, cara makan sehat, pola hidup sehat, dll tentunya tetap sangat bermanfaat untuk dilanjutkan, tapi at least tidak usah dengan dalih 'kenapa Yahudi pintar' dari sang Doktor fiktif ini, serta penghakiman terhadap bangsa Indonesia di bagian akhir tulisan ini tidaklah punya dasar yang kuat ; dan saya curiga bahwa bagian akhir ini sengaja disisipkan oleh orang luar (atau orang Indonesia yang tidak punya harga diri) untuk mendiskreditkan Indonesia. Dari membaca beberapa hasil googling itu saya baru tahu bahwa bangsa Yahudi inipun terdiri dari beberapa puak, dimana yang namanya 'Ashkenazi' tampaknya punya sejumlah besar orang pintar ini. Yahudi yang lain ? Wallahualam. Silahkan buka http://en.wikipedia.org/wiki/Ashkenazi_intelligence. Maaf dan wassalam, Epy Buchari L-66, Ciputat Timur http://kadaikopi.carpediem123.com -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
