Alhamdulillah dan terimakasih banyak buat Da Jepe dan Pak Suheimi,yang telah
menamam Pohon Matoa di RS.PMC.

Aktifitas ini sangatlah sejalan dengan Gerakan Penghijauan Nasional yang
dicanangkan Presiden SBY tahun 2009 lalu, untuk mengatasi pemanasan
global,dengan gerakan" One man,one Tree, Satu orang, satu pohon. Bahkan pada
Reuni Akbar  50 tahun SMA-1 BKT bulan Juli 2009 lalu, gerakan penghijauan
dengan penanaman pohon oleh Pak Wako Djufri di SMA-1 BKT,juga merupakan
salah satu acara utama.

Tetapi menurut pengamatan ambo pribadi sejak tahun lalu,gerakan ini rasanya
kurang menggigit sampai ke masyarakat luas, karena pohon yang ditanam secara
umum ambo perhatikan bukanlah pohon yang produktif (Pohon Beringin,pohon
Lamtoro gung,dsb).Sangat disayangkan,menurut hemat ambo,pemerintah kurang
jeli dalam mensiasati gerakan penghijauan ini,sehingga gerakan penghijauan
ini tidak begitu antusias diikuti oleh masyarakat luas.

Mungkin akan lebih menggigit dan akan lebih efektif, bila gerakan
penghijauan ini lebih ditekankan pada penanaman pohon2 yang bersifat
produktif, seperti pohon2 buah2an dengan gerakan..Satu orang,satu pohon
Mangga,..Satu orang,satu pohon rambutan,...satu orang satu pohon
jambu,..satu orang,satu pohon matoa.misalnya.

Kesimpulan.

Mungkin ada baiknya,gerakan penghijauan Nasional ini dapat dirubah menjadi
gerakan yang lebih produktif dan bukan hanya sekedar ikut2an trend dunia,
dengan menanam pohon2 buah2an sebanyak2nya ,karena itulah competitive
advantage Negara kita yang terletak di Tropical area ini, yang sangat kaya
dengan keaneka ragaman jenis pohon buah2an.

Sekali lagi,terimakasih Da Jepe dan Pak Suheimi,karena anda berdua telah
melakukan sesuatu yang telah menjadi pemikiran saya setahun yang lalu. 

Wasalam,

Kurnia Chalik

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of jupardi andi
Sent: Sunday, January 10, 2010 8:10 PM
To: rantaunet rantaunet
Cc: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Di Halaman PMC Kami Menanam Matoa... by : Jepe

 





 



 


 


Di Halaman PMC Kami Menanam Matoa

By : Jepe

 Kami lalu mengambil wuduk di pelataran mesjid yang dikelilingi kolam
memanjang, selepas mengambil wuduk kami langkahkan kaki ke lobang tanam yang
telah disiapkan Pak Amar, lalu bibit Motoa itu "ecek-eceknya" kami tanam
secara resmi berdua dengan mengucapkan Bismillahhirahmanirrahim disaksikan
oleh Pak Amar dan Zidane kecil saya tentunya tidak lupa "berkodak" satu dua
jepretan.Selesai kami menanaman sebatang bibit Matoa kami langkahkan kaki
masuk mesjid Al Fath, Azan berkumandang ditengah cuaca panas yang cukup
sejuk dan segar dalam mesjid, selesai azan para jamaah melakukan shalat
sunnah  2 rakaat dan dilanjutkan Qomat untuk memulai shalat fardhu Dzuhur
yang lansung menjadi Imam Pak Emi.

 

Selesai shalat, berdoa dan kembali shalat sunah 2 rakaat, Pak Emi "memaksa"
saya untuk ikut acara undangan akekah walau penampilan saya "jauh" dari
pakaian layaknya orang pergi kondangan atau acara resmi tapi Pak Emi sangat
antusias mengajak saya bahkan beliau "bela-belain" menjemput tiga dara kecil
saya yang lagi ke Gramedia dan lansung dibawa pergi kondangan, tapi apaboleh
buat ajakan Pak Emi yang baik hati ini terpaksa saya tolak karena saya juga
ada acara keluarga dan istri telah menunggu di rumah. Kami bersalaman
dengan penuh harapan nantinya pohon Matoa yang akan kami tanam tumbuh subur
dan berbuah. Sebuah "pohon kehidupan"  yang kelak akan memberi manfaat bagi
orang banyak seperti tempat berteduh dari kehujanan dan kepanasan terutama
bagi para pengunjung dan pasien RS PMC tentunya jika berbuah bisa juga
pengunjungnya menikmati rasa buah Matoa yang eksotis campuran rasa rambutan
dan lengkeng dengan sentuhan ringan aroma durian ketika daging buahnya di
keluarkan dari cangkangnya. 

 

Begitulah sebuah "Pohon Kehidupan" ibaratnya seperti Penghulu sebagai
pimpinan suatu kaum dalam adat Minangkabau yang diibaratkan juga seperi Kayu
gadang ditangah padang, ureknyo tampek baselo, dahannya tampek
bagantuang,daunnyo tampek balinduang, batangnyo tampek basanda (kayu besar
ditengah padang, uratnya tempat bersila, dahannya tempat bergantung, daunnya
tempat berlindung , batangnya tempat bersandar), begitu juga kira-kira
manfaat dan kegunaan  sebuah "phon kehidupan" yang tumbuh subur tidak saja
akar, batang (kayu) dan daunnya memberi manfaat bagi kehidupan tapi juga
buahnya. Semoga begitu adanya kelak salah satu pohon kehidupan Motoa
(Pemetia pinnata) yang kami tanam dihalaman RS PMC ini, apakah nanti kami
akan bisa menikmati buahnya, untuk yang satu ini biarlah menjadi rahasia
Illahi.

 

Pekanbaru, 10 Janua


 

 


 

 

  _____  

Mulai
<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/pingbox/mailtagline/*http:/id.messenger
.yahoo.com/pingbox/>  chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru
sekarang!! 
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

<<image001.gif>>

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke