Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,Gubernur dan Kapolda Banten adalah
perempuan, begitu juga banyak bupati di Jawa. Calon walikota Surabaya yang amat
populer -- pengganti Bambang DH -- juga perempuan.
Kok di Sumatera Barat tak seorangpun kepala daerahnya yang perempuan, padahal
kita bangga dengan sistem kekerabatan matrilineal, sistem kekerabatan menurut
garis ibu. Seyogyanya sistem sosial tersebut tercermin dalam pemerintahan,
sekaligus sebagai penghormatan kita kepada kaum ibu. Apa tak baik kita beri
kesempatan kepaca calon perempuan untuk juga duduk di jabatan eksekutif, tak
sekedar jadi 'limpapeh rumah nan gadang' saja ?Ini salah satu calonnya, mantan
diplomat karir. Saya tidak kenal beliau secara pribadi, namun kelihatannya
beliau punya banyak pengalaman dalam pemerintahan [dhi dalam bidang
diplomatik'.. Mari kita beri beliau kesempatan.Mana tahu Sumbar akan lebih
cepat maju.
Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)
Padang Today, Sumbar | Jumat, 15/01/2010 08:17 WIB
Puti Reno Oesman
Mantan Diplomat Wanita Siap Pimpin Sumbar
Musfi Yendra - Padang Today
Kandidat gubernur Sumbar Puti
Reno Oesman
Setelah menjadi seorang diplomat dan mengembara diberbagai
negara karena ditugaskan pemerintah pusat, Puti Reno Oesman pulang untuk
membangun Ranah Minang. Puti Reno Oesman yang akrab dipanggil "One"
adalah diplomat senior di Depertemen Luar Negeri (Deplu) yang telah memiliki
pengalaman selama 31 tahun.
Ia merupakan Bundo Kanduang yang dilahirkan di Padang, tahun
1947 lalu. Putri dari H. Soetan Oesman
(alm) ini telah membulatkan tekad akan ikut bertarung dalam Pilkada Sumbar pada
Juni 2010 ini.
"Saya pulang dan ingin membangun kembali Ranahminang.
Saatnya Minangkabau merasakan sentuhan tangan perempuan dalam memimpin,
"ungkapnya.
Dikatakannya, sudah cukup lama dorongan untuk ia maju
sebagai gubernur di Sumbar, namun Minister Counsellor ini masih memilih
menyelesaikan tugas di Deplu. Terakhir One adalah Penanggungjawab Bidang
Pensosbud KBRI Moscow, Rusia. Sebelumnya ia pernah ditugaskan di Thailand,
Jerman, dan Australia.
"Melihat langsung kondisi Sumbar pascagempa, saya
bertekad harus membangun kembali berbagai sarana yang rusak, memulihkan mental
masyarakat agar mereka tetap semangat menjalani hidup. Kini saya sudah pensiun
dari Deplu dan ingin fokus membangun kampung halaman, "ungkapnya.
Dikatakannya, dulu Minangkabau pernah memiliki raja
perempuan. Seorang Bundo Kanduang dengan segala potensi yang dimiliki dan
perasaan yang halus akan bisa memberikan ketentraman bagi masyarakat. Hingga
saat ini Minangkabau menjadi terkenal di seluruh dunia.
"Saya telah berkeliling dunia dalam melaksanakan tugas
kenegaraan, orang di luar tahu kalau Minangkabau adalah suku bangsa yang unik
dan sangat menghargai perempuan. Kini saatnya Minangkabau mengembalikan itu
semua, "ungkapnya.
Dikatakan One, Minangkabau juga terkenal melahirkan banyak
tokoh nasional yang berjuang untuk bangsa. Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari
peran besar orang Minangkabau, sebut Bung Hatta sebagai Proklamator. Lahirnya
Pancasila dari pemikiran M Yamin. Perempuan Minangkabau juga telah memberikan
kontribusi besar dalam perjuangan dan pendidikan, seperti Rahmah El Yunusiah di
Padangpanjang.
"Saya yakin kalau kita komit dalam membangun kembali
Minangkabau ini, kita akan jauh lebih baik dari kondisi yang ada sekarang.
Apalagi kalau sumberdaya manusia kita
digali dengan bijak, "katanya. (*)
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe