Assalammualaikum WR Wb dunsanak sapalanta yth

Hanifah menemukan tulisan ini di FB, 
Lalu karena bagus, hanifah teruskan

Semoga bermanfaat

Wass


Hanifah


PelajaRan & NaseHat dari Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr 
Hafizhohulloh"
Bagikanoleh Buya Sati (catatan) Hari ini jam 7:04



OLEH:  ' NURUL HIDAYAH MUHANDISAH'

(jazakillahu khoir ukhti)





TABLIGH AKBAR di MASJID ISTIQLAL

pada 2 Shafar 1431 H atau bertepatan dengan tanggal 17 Januari 2010



Tema : SEBAB - SEBAB DATANGNYA KEBAHAGIAAN



penterjemah: Ustadz Firanda Hafizhohulloh





1. Perkataan yang ringkas namun syaikh menganjurkan agar dihafalkan diajarkan 
ke orang-orang, dan keluarga,

' أن الهداية بيد الله و أنها لا تنال إلا بطاعة الله "

أن السعا دة بيد الله و لا تنال إلا بطاعة الله



"Bahwasanya hidayah itu di Tangan Allah dan bahwasanya hidayah itu
tidak akan didapatkan kecuali dengan keta'atan kepada Alloh dan
bahwasanya kebahagiaan itu di Tangan Allah dan tidak akan didapatkan
kecuali dengan keta'atan kepada Allah."





2. Segala perkara di Tangan Allah,



"Perkara apa saja yang dikehendaki oleh Alloh, pasti terjadi, dan
perkara apa saja yang tidak dikehendaki oleh Alloh tidak akan terjadi,
dan tidak ada yang mampu menolak"



Syair dari Imam Asy Syafi'i, " Ya Alloh apa saja yang Engkau kehendaki
pasti terjadi walau tidak aku inginkan dan apa saja yang ku inginkan
jika tidak Engkau kehendaki maka tidak akan terjadi."





3. Firman Alloh dalam Qur'an Surat Thaha 123-124 : 

"Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang
mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan
barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari
kiamat dalam keadaan buta. "





4. Ahlul quran adalah mereka ahlul musa'adah (orang-orang yang berbahagia)

yang dimaksud dengan ahlul quran adalah sebagaimana firman Alloh dalam surat Al 
Baqoroh, 121:



" Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka
membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya.
"



tidak harus dengan menjadi penghafal alquran, akan tetapi yang dimaksud
adalah keterikatan dirinya dengan alquran dalam kehidupan, berusaha
untuk memahami dan mengamalkan alquran



Bukan berarti mau bahagia harus hafal Qur'an 30 juzz. Tapi jadilah
ahlul Qur'an yaitu org yg terikat dgn Al-Qur'an dalam kehidupannya
sehari-hari dan menjadikan ajaran Qur'an sebagai referensi utama
kehidupannya. Karena tidak semua orang memiliki kemampuan untuk
menghafal 30 juz.





5.Sesungguhnya kebahagiaan hanya di dapat dengan IMAN dan AMAL SHOLEH.
Bukan krn banyaknya HARTA atau yang paling sehat, karena bisa saja
badannya sehat tapi hatinya sakit.

(Ada seorang pemuda berusia 27 tahun yg kena kecelakaan mobil. Tidak
ada yg bisa di gerakkan kecuali kepalanya saja. Tapi dia berkata: saya
bahagia..pemuda ini mengatakan justru setelah ia mendapat musibah
tersebut barulah ia merasakan kebahagiaan, krn IMAN yg ada didadanya,
meski badannya lumpuh tapi hatinya sehat) 



Firman Alloh 'azza wa jalla :

"Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan." Surat An Nahl : 97



kebahagiaan tidaklah diukur dari fisik, atau harta yang melimpah, akan
tetapi kebahagiaan didapatkan ketika melakukan keta'atan dan amalan
yang mendekatkan diri kepada Alloh





6. Sungguh mengherankan perkara mu'min dan segalanya baik, bersabar
ketika ditimpa mushibah dan bersyukur ketika diberikan keni'matan



dan ditanyakan kepada Syaikh Al-islam ibn Taimiyyah, tentang mana yang
lebih utama antara orang miskin yang bersabar atau kaya yang bersyukur,
dan yang lebih utama adalah yang lebih bertaqwa kepada Alloh, jika sama
dalam hal ketaqwaan, maka sama2 kemuliaanya di sisi Alloh.







7. Berkata Ibnul Qoyyim tentang tanda-tanda kebahagiaan, sabar, syukur, dan 
istighfar

sabar ketika ditimpa kekurangan, syukur ketika diberikan kelebihan, dan 
istighfar ketika berbuat dosa



Ada tiga perkara yg harus di lakukan untuk bahagia:

- Ketika di berikan limpahan kenikmatan, ia bersyukur dgn beramal sholeh

- Ketika di uji dengan kesulitan, maka ia bersabar

- Ketika sedang lupa terdorong oleh hawa nafsu, maka ia segera sadar dgn 
beristighfar, kembali bertaubat kepada Allah.





8. Setiap anak adam berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah 
yang bertaubat





9. Firman Alloh dalam surat At Taghobun:11



"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin
Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan
memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu. "



dan berkata sebagian salaf, jika seorang mu'min ditimpa mushibah maka
dia mengetahui bahwasanya itu dari Alloh, sabar dan ridlo kemudian
berlaku taslim (tunduk), hendaklah kembali kepada keimanan dalam segala
kondisi atau keadaan baik ditimpa musibah ataupun diberikan kenikmatan



Firman Alloh 'azza wajalla dalam surat Ar Ro'd : 28

"Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati
menjadi tenteram."





10. Kebahagiaan tersusun atas iman dan amal shalih,





11. Menjadi ta'at bukan karena kepintaran, kecerdasan, dan kehebatan
diri manusia akan tetapi hendaklah menanyakan kepada keimanan, dan
keimanan akan mengatakan hal itu semata-mata karena karunia dan
keutamaan dari Alloh.



Firman Alloh dalam Surat An Nur : 21



"Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu
sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari
perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah
membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui."



Firman Allah dalam Surat Al Hujurat ayat 7 dan 17,



"Tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan
keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada
kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang
mengikuti jalan yang lurus. "



"Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka.
Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan
keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu
dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang
benar."



semua kenikmatan adalah karena taufik dariNya sehingga manusia bisa
mengerjakan kebaikan, mendapatkan kebaikan, atau menghindari keburukan





12.Firman Alloh dalam Surat Ibrahim :7



"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika
kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika
kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."





13. Firman Alloh 'azza wajalla dalam Al Baqoroh : 155



"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar "





14. Betapa banyak dosa yang menyebabkan pelakunya masuk surga dan
betapa banyak keta'atan yang menyebabkan pelakunya masuk neraka



syaikh menyebutkan hadits yang menceritakan tiga golongan orang yang dinyalakan 
api neraka pertama kali adalah :

pembaca alquran yang ingin dikatakan qori, orang yang berjihad yang
ingin dikatakan mujahid, dan orang yang berinfaq ingin dikatakan munfiq,



apabila niat yang berubah dan tergantikan sifat riya', sum'ah dan ujub yang 
akan membinasakan amalan





15. Ibnul Qoyyim menyebutkan 

tanda2 kebahagian yaitu kalau seseorang menjadikan kebaikan di belakang
punggungnya (tidak pernah ditengok2) dan menjadikan maksiat di hadapan
matanya (selalu kelihatan di hadapannya).





dan alamat kebinasaaan/kecelakaan yaitu menjadikan kejelekan di
belakangnya dan menjadikan kebaikan selalu ada dihadapan matanya, dan
ini adalah musibah, ketika seseorang mengungkit2 dan mengingat2
kebaikan2 yang pernah dikerjakan, dan melupakan dosa, tertimpa padanya
penyakit ujub, dan sia-sia di sisi Alloh 'azza wajalla





16. Dan hendaklah senantiasa beristighfar dan menjadikan segala
keburukan di depannya agar terhindar dari sifat ujub dan kejelekan2
yang dilakukan





17. Diantara memperoleh kebahagiaan adalah memperhatikan adab dan
akhlaq sebagaimana sabda Rosululloh sholallahu 'alaihi wa sallam,
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq2 yang mulia."



ketika Rasululloh Shallalahu 'alaihi wasallam ditanya apakah amalan
yang paling berat timbangannya, maka Nabi menjawab, takwa kepada Alloh
dan baiknya Akhlaq



berusaha menjauhkan lisan dan sikap dari menyakiti orang lain, sombong,
tidak peduli orang lain, sering melaknat dan menyakiti orang lain,
hilang akhlaq darinya, maka orang-orang demikian menjadi sengsara,
bahkan akan membuat orang di sekitarnya sengsara.



maka hendaknya berhias dengan akhlaq nabi dan ketika berakhlaq mulia
itu dilakukan karena ikhlas bukan karena ingin mengharapkan pujian,



sabda Rasululloh Shalallahu 'alaihi wasallam : "Bukanlah sifat orang
mu'min yang banyak mencela, melaknat, berkata2 keji dan buruk."



Firman Alloh dalam Surat Ad Dahr ayat 9:



"Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan
Wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula
(ucapan) terima kasih."



dan dalam segala niat ingin berbuat keburukan hendaklah senantiasa takut kepada 
Alloh bukan karena takut kepada manusia





18. Syaikh menyebutkan kitab dan menyarankan agar mempelajari kitab zadul ma'ad 
lil imam ibnul qoyyim,



syaikh menyebutkan di antara perkara-perkara yang merupakan sebab-sebab 
mendapatkan kebahagiaan.



1) Tauhid

2) Ilmu

3) Inabah ilalloh, kembali kepada Alloh

4) Dawamu dzikri, senantiasa berdzikir

5) Ihsan kepada Alloh

6) Asysyaja'ah (berani)

7) Mengeluarkan sifat-sifat tercela dari dalam hati

8) Menghindari diri dari perkara berlebihan dalam beberapa perkara, seperti 
tidur, makan, ngobrol dan lain sebagainya





19. Do'a qunut yang biasa di baca nabi :



اَللَّهُمَّ نَحْنُ عَبِيْدُكَ بَنُوْ عَبِيْدِكَ بَنُوْ إِمَائِكَ
نَوَاصِيْنَا بِيَدِكَ مَاضٍ فِيْنَا حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيْنَا قَضَاؤُكَ
نَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ
أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ
أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ
الْقُرْآنَ الْعَظِيْمَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا
وَجَلاَءَ أَحْزَانِنَا وَذَهَابَ هُمُوْمِنِا وَغُمُوْمِنَا وَسَائِقَنَا
وَقَائِدَنَا إِلَى جَنَّاتِكَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ



"Ya Allah, kami adalah hamba-hamba-Mu, anak dari hamba-hamba-Mu
laki-laki dan perempuan, ubun-ubun kami berada dalam tangan-Mu, telah
berlaku atas kami hukum-Mu, adil pasti atas kami keputusan-Mu, kami
memohon kepada-Mu dengan menggunakan semua nama yang menjadi milik-Mu
dan Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau nama yang Engkau turunkan
dalam kitab suci-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah satu di
antara hamba-Mu, atau dengan nama yang Engkau simpan dalam rahasia
ghaib di sisi-Mu, jadikanlah Al-Qur’an yang agung ini taman bunga
sepanjang musim di hati kami, jadikan ia cahaya di dada-dada kami,
pelipur lara dan penghapus gulana, jadikan pula ia pembimbing kami
menuju surga-Mu yang penuh kenikmatan."





Terkandung padanya 4 qoidah penting



1) Tauhid Ubudiyyah 

"Ya Allah, kami adalah hamba-hamba-Mu, anak dari hamba-hamba-Mu laki-laki dan 
perempuan, ubun-ubun kami berada dalam tangan-Mu"

2) Iman Qodlo Qodor

"Telah berlaku atas kami hukum-Mu, adil pasti atas kami keputusan-Mu."

3) Tawasul dengan asma wa sifat

"Kami memohon kepada-Mu dengan menggunakan semua nama yang menjadi milik-Mu."

4)Inayah Bil Qur'an

Memohon pertolongan Alloh dengan sebab Alquran "Jadikanlah Al-Qur’an yang agung 
ini taman bunga sepanjang musim di hati kami."





20. Dan syaikh menutup dengan ucapan dan akhir dakwah kami bahwa Pujian
bagi Alloh tuhan semesta alam dan pada nabi muhammad dan para
pengikutnya sekalian.



Segala puji bagi Alloh, selesai sudah di antara beberapa hal yang
disampaikan oleh Syaikh Abdurrozzaq albadr di Masjid Istiqlal 2 Shafar
1431 hijriah, 17 Januari 2010, 09.00 - 11.30 WIB, dan setelah itu
dilanjutkan dengan tanya jawab, dan saya tidak menyebutkan di sini



Apa-apa yang benar datangnya dari Allah dan apa-apa yang salah
datangnya dari saya pribadi dan syaithon, mohon koreksinya kalau ada
yang tidak sesuai dengan apa yang syaikh sampaikan.





saya banyak mengambil faedah dari rekaman yang diupload di :



http://www.mudha.web.id/download-audio-tabligh-akbar-syaikh-prof-dr-abdur-rozzaq-bin-abdul-muhsin-al-badr-hafizhahullah-di-masjid-istiqlal/



http://www.archive.org/details/TablighAkbarSyaikhProf.Dr.AbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAl-badr



http://www.facebook.com/alfaishol?ref=nf#/notes.php? id=1146610313



-alfaishol-




      
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke