Assalamu'alaikum. w.w.
 
ma si In,.....
co itulah masyarakat awak.
organ tunggal ko maundang gampo,... bala Allah,... malapetaka.
Iko caro-caro gazwul fikir dan perang budaya nan dikaluakan dek musuah-musuah 
Islam.
a kecek mereka pulo.
"Artis dan anggur adalah lebih ampuh untuk menghancurkan ummat Muhammad 
daripada seribu meriam".
Kaji ko lah sajak 5 tahun yang lalu ambo kaji. Lah banyak di file rantau net ko,
cubo cek salah satunyo ... "di surau Ulugadut".
Cuma acok-acok bana ambo ulang, kecek urang ambo rang gaek nyinyia.
Kadipangakan... 
Ka Tuhan Allah swt. ambo basarah diri.
 
Wassalam
 
St. Sinaro

--- On Mon, 1/18/10, Indra J Piliang <[email protected]> wrote:


From: Indra J Piliang <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: "RantauNet" <[email protected]>, "Forahmi" 
<[email protected]>
Date: Monday, January 18, 2010, 3:01 PM


 DiskusiBUDAYA POP DAN PERGESERAN IDENTITAS/Pembicara: Bre Redana dan Nisaul 
AuliaRabu, 20 Januari 2010, 19:00 WIBSerambi SaliharaMeskipun sering dipandang 
sebelah mata, budaya pop berpengaruh besar terhadap perubahan masyarakat. Salah 
satu contohnya adalah fenomena ”organ tunggal” di ranah Minangkabau yang tak 
hanya membawa perubahan pada musik tradisi, namun juga menerobos ke sendi 
masyarakat yang sebelumnya jarang bersentuhan dengan modernisasi. Masyarakat 
Minang, yang dikenal religius, ternyata dapat berkompromi dengan pertunjukan 
organ tunggal yang dipentaskan dengan anasir erotis.Pertujukan ini dapat 
ditemukan dalam berbagai acara di kantor-kantor pemerintahan, masyarakat, 
bahkan telah memasuki pula wilayah upacara-upacara adat, seperti sunnah rasul, 
baralek kawin, tabuik, dan lain sebagainya. Terkadang, ia tidak lagi dipandang 
semata-mata sebagai musik hiburan, melainkan sudah menjadi “kewajiban”. 
Artinya, tanpa organ tunggal suatu pesta
 tidaklah lengkap. Lebih jauh lagi, budaya pop malah dipandang sebagai 
”pencipta” suatu generasi dalam masyarakat yang memisahkan dari generasi 
pendahulunya.Suatu kecenderungan yang paling populer—entah musik atau mode 
busana—menjadi ciri khas generasi itu. Di sinilah letak pentingnya mengkaji 
budaya populer dalam konteks studi budaya yang membawa perubahan terhadap 
tatanan nilai, sosial, identitas, dan norma dalam masyarakat.Di mana rahasia 
kekuatan budaya populer? Ikuti diskusinya dengan Bre Redana (wartawan budaya 
Kompas dan pengamat budaya populer) dan Nisaul Aulia (mahasiswa pascasarjana 
Kajian Budaya dan Media, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta).
-- 
..
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
  • ... Indra J Piliang
    • ... Lies Suryadi
      • ... Indra J Piliang
      • ... Ramadhanil pitopang
    • ... Sutan Sinaro
    • ... Dr.Saafroedin BAHAR
      • ... Indra J Piliang
        • ... Dr.Saafroedin BAHAR
          • ... Indra J Piliang
            • ... Dr.Saafroedin BAHAR
          • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
            • ... Dr.Saafroedin BAHAR
          • ... eva y. nukman
            • ... Dr.Saafroedin BAHAR
              • ... azmi abu kasim azmi abu kasim

Kirim email ke