Ass Wr Wb Pak Abraham Ilyas, Sanak Syofiardi sarato adi dunsanak kasadonyo,
Menurut Ambo kita harus hati2 memunculkan isu Gempa dan Tsunami ini, karena implikasinya menurut hemat ambo akan cukup besar. Para investor tentunya akan dengan mudahnya hengkang dari Sumbar kalau sampai mereka mendengar dan meyakini berita ini dan tentunya kasihan sekali dengan saudara2 kita yang hidup di daerah pesisir pantai,karena boleh jadi program pengembangan daerah pesisir, akan dengan mudah ditunda atau malah dibatalkan sama sekali oleh Pemerintah,karena adanya ancaman bencana alam seperti ini. Atau malah program rekonstruksi kembali yang sudah jelas2 di depan mata terhadap daerah2 pesisir yang menjadi korban gempa tahun 2009 lalu bisa saja ditunda dulu oleh Pemerintah,karena buat apa dibangun sekarang,kalau toch nanti akan hancur lagi diterjang gempa dan tsunami. Disinilah perlunya kehati2an kita semua dalam mengangkat isu yang sensitive ini.Pemerintah Daerah bukannya tidak mau tahu dengan isu ini,tetapi mereka sangat hati2 meresponsenya,karena kalau salah2 response, isu ini bisa jadi kontra produktif untuk pengembangan daerah kita sendiri. Banyak bentuk ancaman Tsunami lainnya, sebut saja sakit gula misalnya.Apa karena takut terkena gula,lalu kita serta merta tidak mau makan gula,sehingga penjualan gula menjadi merosot dan penghasilan para petani tebu menjadi menurun. Demikian saja,urung rembug ambo, terlebih terkurang ambo mohon ma'af. Wasalam, Kurnia _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Abraham Ilyas Sent: Tuesday, January 19, 2010 11:12 AM To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Ahli Dunia Ingatkan, Padang Terancam Tsunami Sebesar Aceh --> SEGERA LAKUKAN PENGUNGSIAN ! Terima kasih Dnda Dody Osmon Dalam konteks Aceh kekinian, manfaat bambu tampaknya bertambah lagi. Bambu bisa digunakan untuk penghijauan pantai sekaligus berfungsi sebagai benteng penahan terjangan tsunami, kata Guru Besar Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Unsyiah, Prof Dr Ir HM Hasan Suud Msc. Insyaallah awak akan selalu manimbang mamakai raso jo pareso Karano artikel tsb. hasil pemikiran Professor, tantunya benar adanya secara pareso, bahwa penaman bambu bisa mengurangi bahaya tsunami; dengan kata lain pandapek itu indak marupokan pe raso an perorangan sajo lai ! Dan artikel iko alah hampia 5 tahun dilewakan, kok alun ado tadanga ditanggapi dek pemda. Apo kito masih basikap/bapaham: Balando masih jauah ..! Kini alah ado Biro Rantau, mudah mudahan pandapek iko marupokan sumbangan dari rantau untuak dunsanak di ranah. Salam Abraham Ilyas
-- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
