Kutipan berita menarik utk rehab pasca gempa di Sumbar , mudah2 an dapat kita
baca..
Salam
d...@palmerahsiangini
Kamis, 21/01/2010 12:44 WIB
Rehabilitasi Padang, RI Minta Dukungan Lembaga Donor
Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jakarta - Demi pemulihan bencana gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat 30
September 2009 lalu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
bersama PBB dan World Bank menghadirkan Indonesian Multi Donor Fund Facility
For Disasater Recovery . Usaha bersama ini berguna sebagai sarana pembiayaan
percepatan
pemulihan akibat bencana alam. Khususnya pada sektor infrastruktur dan
produktif yang menelan kerugian sekitar Rp 23 triliun.
Lembaga
yang ikut dalam Indonesian Multi Donor terdiri dari lembaga
multilateral dan bilateral. Di antaranya Bank Pembangunan Asia (ADB),
Australian Agency for International Development (AUSAID), International
Finance Corporation (IFC), Program Pembangunan PBB (UNDP), dan World
Bank. Dukungan keuangan untuk penilaian ini diberikan oleh Fasilitas
Global untuk Pengurangan dan Pemulihan Bencana (Global Facility for
Disaster Reduction and Recovery/GFDRR).
Menurut Wakil Menteri
PPN/Wakil Kepala Bappenas Lukia D. Tuwo, bentuk pendanaan multi lembaga
ini menjadi cara yang tepat untuk mengembalikan Sumatera Barat kembali
normal. Saat terjadinya gempa berkekuatan 7,9 SR, dengan tingkat
kedalaman 71 km, terjadi kerusakan di segala penjuru tanah Minang. 80%
di antaranya kerusakan terjadi pada sektor infrastruktur dan
perumahan. Kemudian diikuti sektor produktif yang mencapai 11%.
Seluruh bangunan perumahan mendapat dampak terparah akibat bencana ini.
Kerugiannya mencapai Rp 15 triliun. Kemudian banyak juga gedung
pemerintahan yang runtuh di kota Padang ataupun kota/kabupaten lain di
Sumatera Barat. Jumlah kerugian mencapai Rp 600 miliar.
Infrastuktur juga menelan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 16,8
triliun. Sektor produktif, seperti perdagangan dan industri UKM menelan
kerugian total Rp 2,4 triliun.
Secara keseluruhan, kebutuhan
pemulihan akibat bencana di Sumatera Barat mencapai Rp 23 triliun,
dengan porsi pemerintah sekitar Rp 7,1 triliun. Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memimpin koordinasi dan fasilitator
pemulihan. Sementara pelaksanakan awal program pemulihan, dipimpin
pemerintah propinsi di Sumatera Barat dan Jambi.
Dalam jangka
pendek, jumlah dana yang diperlukan untuk pemulihan ekonomi mencapai Rp
3.230 miliar. Sedangkan kebutuhan rekonstruksi mencapai Rp 19.674
miliar.
Penilaian kerusakan dan kerugian ini, dilaksanakan
dengan motode yang dikembangkan oleh ECLAC (Komisi Ekonomi PBB untuk
Amerika Latin dan Karibia), yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia.
Hasil penilaian akan digunakan untuk merancang program rehabilitasi dan
rekonstruksi, termasuk kebutuhan pembiayaan dan keperluan anggaran.
"Laporan dari BNPB akan menjadi dasar untuk penilaian kebutuhan pasca
bencana (PDNA) yang lebih terperinci dan menyeluruh," jelas Deupti
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Bakri Beck.
(wep/dnl)
Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe