Sanak ZulTan, Agak tertarik ambo mambaco posting sanak atas tulisan pak Saaf di bawah Subject: Bls: RE: [...@ntau-net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal.
Berhubung saya agak jarang memperhatikan "Adat Salingka Palanta", saya coba membaca2 kembali, dan kelihatannya ada beberapa item yang mungkin relevan dengan posting tersebut. Silahkan dilihat juga teks aslinya, karena mungkin juga saya salah tangkap maknanya: VI C. 2) *BAHASA *dan* KOMUNIKASI, *utamakan penggunaan Bahasa Minangkabau atau Bahasa Indonesia dan batasi penggunaan bahasa lain dalam menyampaikan informasi dan berkomunikasi. Jika berdiskusi, *harus* bertujuan positif, *[Jadi, rasanya pak Saaf belum masih dalam "pakem" kan ya ...]* VI C. 4) *SUBJECT EMAIL JELAS *dan* RELEVAN, *memperhatikan subjek email dan mengganti/menambahkan subjek baru bila subjek yang dibahas bergeser dari subjek awal. *Tidak* melakukan reply email dari email yang ada jika subjeknya sama sekali berubah, tetapi membuat email baru dengan subjek baru pula. *[Saya rasa posting sanak tidak lagi membahas subject yang dimaksud, tapi mengenai bahasa yang digunakan pak Saaf]* VI A. 2. *FLAMMING*. Flamming adalah mengirim email (posting) yang materinya bisa membuat penerima email tersinggung (membakar keadaan). Posting yang sering mengakibatkan terjadinya Flame, materi isinya kontra-produktif, berisikan kata-kata kasar, menyerang pribadi, sindiran, hujatan, pelecehan/meremehkan terhadap perorangan, suku, ras, gender dan agama (keyakinan). *[Memang klausul ini agak lentur, dan bisa saja diperdebatkan, tapi rasanya sangat banyak yang bisa dibahas tanpa perlu mendekat-dekat ke klausul ini].* Marilah kita berdiskusi secara "biasa2" saja ... riri bekasi, l ,47 2010/1/21 zul tan <[email protected]> > Maaf... > Rupanya Ayahanda kita ini faham juga kisah iba > yang disampaikan oleh Bapak Irwan walau dalam > bahasa kampuang, tapi diriplai dalam bahasa > Indonesia. > > Saya terus terang saja sejak bergabung di RN ini > sudah agak patah-patah bahasa Indonesia saya. > Padahal padahal saya tidak pernah menetap di SB, > lahirpun di negeri orang. Kini makin nampak Minang > saya tiap saya berceloteh. Beda benar nampaknya > dengan Ayahanda kita ini tetap fasih berbahasa > Indonesia. > > Terkurang terlebih saya mohon maaf > Wassalam, > ZulTan > L, 49+, Bogor > > > > Pada Kam, 21 Jan 2010 02:26 EST Mochtar Naim menulis: > > >Bung Irwan, > > > >Contoh kasus yang Bung tampilkan itu tepat betul menggambarkan > gonjang-ganjing kehidupan sosial kita di ranah Minan
-- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
