2010/1/25 Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
>
> Penulisnya jelas bukan orang Minang, tetapi orang Mesir.
>

Memang bukan orang Minang, Pak.  Untuk mengklarifikasi, tulisan saya
sebelumnya "Jadi bisa dibilang, kalau pun penulis buku ini tadinya
orang Minang, dia tidak lagi diakui sebagai orang Minang." hanya
sebagai perandaian untuk menekankan Islam sebagai bagian dari definisi
urang Minang.  Jadi buku yang dibawakan di thread ini baik dari isi
maupun pengarangnya bukan untuk orang Minang dan tidak patut
disebarkan di palanta urang awak.  Terlebih lagi jika disampaikan
dengan nuansa memuji buku tersebut.

--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke