Dunsanak di palanta nan ambo hormati

Mungkin Dunsanak alah mambaco artikel di bawah iko.
Tapi karano alah beberapo kali ambo manulihkan keyakinan niniak niniak kito,
nan manyabuikkan *Bahasa menunjuakkan Bangsa* pada postingan terdahulu, mako
ambo copykan sebagian artikel nan ditulih dek angku dosen KASIJANTO
SASTRODINOMO satantangan bahasa di salah satu koran ibukota tg 29 Januari
2010 sbb.

Pada Kongres Bahasa Indonesia 1978, *tuan* sebagai sapaan resmi (di sebagian
kalangan kedokteran dan hukum) *diperbalahkan* dalam sebuah sidang kelompok.


Silang pendapat pun berkecamuk: *tuan* dinilai sebagai ekspresi penghambaan
kolonial, bentuk neofeodalisme, kemelayu-melayuan, dan seterusnya.
Muncul usul menggantinya dengan *bapak*, tetapi masih terasa vertikal; atau
*saudara*, tetapi terlalu formal.

Mungkin bosan mendengar gaduh peserta, sastrawan Mochtar Lubis, ketua
sidang, memotong diskusi.

Pilihan kata sapaan, ujarnya, tergantung pada "*ekosistem*" *yang dibangun*;
jadi bukan urusan Pusat Bahasa, melainkan hajatan Menteri Lingkungan Hidup.

Belakangan saya menyadari arti gurauan Mochtar Lubis. Mungkin "ekosistem"
yang dia maksud adalah lingkungan budaya yang selalu mengalami modifikasi
dalam praksis.
Jadi, raden, contoh lain lagi, dulu digenggam erat sebagai sanctuary
kepriyayian Jawa, kini dibayangkan layaknya sesepuh masyarakat, seperti Pak
Raden dalam serial Si Unyil di televisi.

Jaman saisuak gaek gaek awak labiah banyak merubah/membangun ekosistem
Indonesia, tapi kini urang kampuang awak labiah banyak diubah oleh
ekosistem.

Iko contoh keteknyo: sebutan *karupuak di kampuang alah barubah jadi keripik
*, padohal nan dijua karupuak juo sarupo nan dibuek partamo kali oleh urang
nagari Sanjai di kabupaten Agam.

Salam

Abraham Ilyas lk. 64
www.nagari.org

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke