Ilham Safutra - Padang Today, 29/01/2010

Kekayaan alam Indonesia penuh dengan keanekaragaman hayati yang asri. Semua
itu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Pasalnya, keanekaragaman yang
diberikan Yang Kuasa itu, jika tidak dijaga dan dilestarikan, maka menjadi
petaka bagi masyarakatnya, seperti terjadinya banjir bandang atau longsor. 

Untuk itu, tidak ada salahnya kekayaan alam tersebut dikembangkan dengan
sebuah perlakuan yang sesuai, dengan menjadikannya sebagai areal perkebunan
atau kawasan kebun raya. 

Sebagaimana yang dilakukan Departemen Pekerjaan Umum (DPU) yang bekerjasama
dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan mengembangkan kawasan
perkebunan di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
Areal tersebut dalam waktu dekat akan dibangun kawasan kebun raya, seperti
halnya kebun raya yang terdapat di Bogor dan Bali. Dalam peninjuan yang
dilakukan Kepala Satker Non Vertikal Tertentu (SNVT) Sekretariat Jenderal
Departemen PUĀ  Yennel S Suzia bersama Duta Kebun Raya Ikang Fauzi. 

Menurut Yennel, pembangunan kebun raya di Aripan merupakan program dari
pemerintah pusat. Yang mana selama ini pemerintah melihat banyak kebun raya,
cagar budaya dan objek wisata tidak begitu terkelola. Padahal, di kawasan
itu memiliki potensi besar dan banyak keanekaragaman hayati di dalamnya.
Semua keanekaramagan itu, jika tidak dilestarikan, maka akan musnah. 

Oleh sebab itu, lanjut Yennel, DPU dengan kerjasama dengan LIPI melakukan
program pembangunan kebun raya di Aripan. Sebab, di dalam kebun aripan yang
selama ini dikenal sebagai kawasan wisata alam di Kabupaten Solok. 

Di dalam kawasan itu terdapat banyak aneka ragam hayati. Pembangunan kebun
raya itu sama halnya dengan botanical Bali atau Kebun Raya Bogor. Beda Kebun
Raya Bogor dengan Aripan, Kebun Raya Aripan murni hasil karya bangsa
sendiri, sedangkan Kebun Raya merupakan peninggalan pemerintahan Belanda
dulu.

Rencananya, lanjut Yennel berdarah Bukittinggi itu melanjutkan, pembangunan
kebun raya itu dilakukan dalam tahun ini, karena master plan kebun raya itu
telah disiapkan PU. "Kini tunggu inpres dan kebijakan dari Pemerintah pusat
dengan pemerintah daerah. Karena, kebun raya itu nantinya dikelola
sepenuhnya pemerintah daerah," ujar alumnus arsitek ITB itu.

Pembangunan kebun raya, sebut Yennel, dalam kesepakatan sharing antara
pemerintah pusat dengan Pemkab Solok, nantinya dirancang dalam bentuk
rencana program jangka menengah (RPJM) dan rencana program jangka panjang
(RPJP). Untuk RPJM nantinya dalam jangka waktu lima tahun. Selama lima tahun
pemerintah pusat dan Pemkab akan terus melanjutkan bentuk pembangunan kebun
raya itu. 

"Seiring waktu kebun itu sudah dapat dimanfaatkan sebagai kawasan penelitian
dan rekreasi," terangnya. 

Konsep pembangunan kebun raya itu nanti, kata Yennel lagi, edutainment.
Dimana di dalam areal kebun raya yang dipenuhi aneka tumbuhan yang selama
ini telah ada dan tumbuhan lainnya, serta dirancang juga seperti kawasan
wisata. 

Sehingga kebun raya tidak hanya dapat digunakan para peneliti atau kalangan
akademis, tapi masyarakat umum yang ingin dapat mengenali kebun raya dengan
penyajian yang lebih ringan. 

"Masyarakat pun dapat menikmati kawasan kebun raya sebagai untuk
berekreasi," terangnya. 

Dalam peninjauan itu hadir juga Duta Kebun Raya Ikang Fauzi, Kepala Dinas
Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Solok Jonedi, Kepala Dinas
Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Solok Fatol Bahri. 

Ikang Fauzi menambahkan, sebagai duta Kebun Raya dia berharap masyarakat dan
pemerintah bertanggungjawab untuk menjaga keanekaragaman hayati yang
terdapat di Aripan sebagai lokasi kebun raya. Dituturkan mantan rokcer
legendaris itu, lahan hijau Kebun Raya Aripan itu nantinya menjadi lahan
serapan air. Sehingga ekosistemĀ  di sekitar Aripan terganggu nantinya. 

Di tempat yang sama, Jonedi dan Fahtol Bahri menyambut baik DPU dan LIPI
dengan membangun kebun raya di Aripan. "Kita dari Pemkab siap menyediakan
lahan pembangunan kebun raya itu," kata Jonedi yang diamini Fathol. (*)

http://padang-today.com/index.php?today=news&d=0&id=13175

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke