Asslamualaikum Wr.Wb. Pak Nofend Sutan Mudo, serta dunsanak di palanta. Saya hanya mau menambahkan/menggaris bawahi sedikit disini, bahwasanya P Ramlee alm,adalah kelahiran aceh.
Wassalam, Muljadi -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Sat, 30 Jan 2010 21:15:37 +0700 > Von: "Nofend St. Mudo" <[email protected]> > An: [email protected] > Betreff: [...@ntau-net] Hamka: Hilang Belum Berganti > Friday, 29 January 2010 13:45 > > Sebuah seminar tentang Hamka digelar di Malaysia. Ia lebih dikenal di > Malaysia, Brunei, Singapura, dan dunia Islam ketimbang di tanahnya sendiri, > Indonesia > > > > Oleh: Afriadi Sanusi* > > > > “Hilang belum berganti”, itulah kalimat yang dapat kita ungkapkan > terhadap pribadi Hamka. Kalimat itu diilhami dari sebuah lagu untuk mengenang > kepergian P. Ramlee, seorang artis dan aktor Malaysia pada tahun 1950-an. > > > > Sebuah seminar tentang Hamka baru-baru ini, tepatnya 25 Januari 2010 > malam, diadakan di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), yang dibuka oleh YB > Dato` Seri Utama Dr Rais Yatim, seorang Menteri di Malaysia dan dihadiri oleh > berbagai ahli akademik dan tokoh lainnya. > > > > Hamka adalah akronim namanya Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. > Lahir di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan > meninggal di Jakarta 24 Juli 1981. Ia seorang ulama, politikus, dan juga > sastrawan masyhur Indonesia. > > > > Tidak ada pendewaan, pengagungan terhadap Hamka dalam seminar itu. Semua > berjalan realistis dan apa adanya. Rusdhi Hamka, Prof. Dr Yunahar Ilyas, Dr > Mochtar Naim umpamanya, lebih banyak menyingkap sisi hidup beliau sebagai > manusia biasa dan normal. “Hamka kecil seorang yang “nakal”, malas > sekolah, dan sebagainya,” katanya. > > > > Namun menurut Dr Dato` Siddik Fadhil dari UKM, “tidak ada gunanya kita > mengecil-ngecilkan orang besar dan membesar-besarkan orang kecil sebab itu > hanya akan sia-sia saja, dan sememangnya Hamka adalah seorang tokoh besar > yang menjadi kebanggaan orang Melayu.” > > > > Kebesaran Hamka tidak membuat dia sombong dan ingin didewakan. Dia tidak > suka orang mencium tangannya, meminum air sisanya, atau menjadikan air cuci > kakinya sebagai ajimat, seperti yang sering berlaku pada sebagian orang, > akibat belum habisnya pengaruh Siwa-Buddha di alam Nusantara ini. Bahkan > dalam beberapa tulisannya Hamka sering mengatakan bahwa dia bukanlah manusia > yang sempurna, tambah Mochtar Naim. > > > > Hamka adalah simbol persatuan dunia Melayu yang identik dengan Islam, > khususnya Indonesia, Singapura, Brunei, Malaysia. Baginya ukhuwah Islamiyah > dan > tali persaudaraan di atas segala-galanya. Kalau beliau masih hidup, pasti > dia sangat marah di saat dua negara yang notabenenya serumpun, memiliki > hubungan persaudaraan yang dekat, dan seagama ini, mau berperang dan > berbunuh-bunuhan hanya karena masalah tari pendet dan perkara remeh temeh > lainnya. > > > > Hamka dianggap sebagai seorang tokoh pejuang Bahasa Melayu yang > menjadikannya sebagai bahasa pengantar dan bahasa ilmu, seperti yang telah > dilakukan > oleh ilmuwan silam, seperti Syeikh Nuruddin Ar-Raniri, Hamzah Fansuri, > Syamsuddin As-Sumatrani. > > > > Bahasa Melayu dalam karya Hamka sangat tegas dan jelas, sehingga semua > orang Melayu dapat memahami tulisannya. Ini tentu saja berlainan dengan > ilmuwan saat ini yang menulis dalam bahasa Melayu Indonesia atau Malaysia yang > hanya bisa dipahami oleh orang Malaysia saja atau oleh orang Indonesia saja. > > > > Hamka lebih dikenal di Malaysia, Brunei, Singapura, dan dunia Islam > lainnya, dibanding di Indonesia sendiri. Beliau adalah seorang yang kritis > terhadap penguasa yang gagal dan zalim. Karya-karya beliau masih menjadi > rujukan > utama hingga saat ini. > > > > Di masjid, surau, rumah, institusi pendidikan lainnya di Malaysia, kita > akan dengan mudah menemukan buku beliau seperti “Tafsir al-Azhar”, > “Tasauf Modern” atau novel “Dibawah Lindungan Ka’bah”, dan sebagainya. > Bahkan seorang profesor senior di Universiti Malaya pernah mengatakan, > “Walaupun sudah berpuluh kali membaca buku “Tenggelamnya Kapal Van Der > Wijk”, namun saya masih ingin terus membaca, dan membacanya lagi. > > > > Seorang Profesor lain di Universitas Malaya (UM) juga pernah mengatakan, > “Saya banyak membaca buku karya Hamka, harapan saya suatu hari nanti bisa > menulis sebuah novel sehebat Hamka, tetapi sampai saat ini saya belum mampu > melakukannya.” > > > > Sebuah museum Hamka yang memuat berbagai karya dan peninggalan Hamka dapat > kita temui di Maninjau Sumatera Barat saat ini. Museum itu terletak di > bibir Danau Maninjau yang nyaman, tenang, asri, dan damai, dengan pemandangan > dan suasana perkampungan yang menyejukkan jiwa. Walaupun museum itu > sederhana, namun saya sangat kagum saat berkunjung pada tahun 2008 lalu. > > > > Namun perlu diingat bahwa di museum, kuburan Hamka, dan ayahnya Dr Abdul > Karim Amrullah, tidak ada manusia yang datang berziarah berdoa meminta > keberkatan, murah rezeki, dijauhkan dari penyakit, dapat jodoh, apalagi > meminta > nomor di kuburannya. Barang-barang peninggalannya juga tidak dijadikan > ajimat yang diperebutkan dan dikeramatkan. Beliau hanya manusia biasa yang > diberi kelebihan oleh Allah, itulah yang tergambar di dalam benak kita di > waktu > berkunjung ke sana. > > > > Sekitar 300 buku telah beliau tulis dan “Tafsir al-Azhar” adalah karya > agung beliau. Tulisannya selaju lidahnya, keras dan tegas. Kalau hitam, > tidak dia katakan coklat dan sebagainya. Semua keberhasilan itu beliau > hasilkan di balik berbagai tekanan dan keterbatasan keuangan lainnya. > > > > Walaupun saat ini terdapat kemajuan bidang ilmu pengetahuan dengan > berbagai kemudahan dari segi pendanaan dari Dikti, FRGS, dan berbagai program > pendanaan penyelidikan lainnya, namun seorang pengkaji belum tentu bisa > dikategorikan sebagai ahli dalam bidang yang dia kaji, walaupun anggaran > pendidikan itu bermilyar-milyar rupiah jumlahnya. > > > > Di zaman keemasannya dahulu, Islam tidak mengenal sistem dikotomi ilmu > pengetahuan. Sejarah mencatatkan Ibn Rusyd, Ibn Sina, al-Farabi, Ibn Khaldun, > al-Biruni, Muhammad ibn Abi Bakr al-Isfahani, Ibn Nafis, Imam Shuyuthi, dan > sebagainya. Namun, mereka menguasai berbagai macam disiplin ilmu > pengetahuan. Hamka adalah termasuk seorang ulama besar Indonesia yang > menguasai > multi disiplin ilmu pengetahuan, seperti bidang falsafah, sastra, sejarah, > sosiologi, dan politik Islam serta Barat. > > > > Inilah yang membuat kita berdecak kagum dengan Hamka serta mengharapkan > lahirnya Hamka-Hamka baru yang mampu mewarnai dan mengubah zamannya dan > ratusan tahun setelah kepergiannya. Semoga kehilangan Hamka segera mendapatkan > ganti sebagai penerus cita-cita dan perjuangan beliau. Amin. [Kuala Lumpur, > 25 Januari 2010/www.hidayatullah.com] > > > > Afriadi Sanusi. Penulis adalah mahasiswa S3 bidang sains politik Islam, > pengkaji produk halal Asia Tenggara di Universiti Malaya dan juga pengurus > Muhammadiyah Malaysia > > > > http://hidayatullah.com/opini/opini/10554-2010-01-30-04-37-25.html > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan > ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- Jetzt kostenlos herunterladen: Internet Explorer 8 und Mozilla Firefox 3.5 - sicherer, schneller und einfacher! http://portal.gmx.net/de/go/chbrowser -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
