kalau yang ini cukup pintar, tidak korupsi karena dananya jelas
dari APBN yg disahkan, meskipun yang dikorbankan adalah 
anggaran subsidi.

wassalam,
harman st.idris



----- Forwarded Message ----
From: Harman <[email protected]>
To: mediacare <[email protected]>
Sent: Mon, February 1, 2010 11:36:17 AM
Subject: Kenaikan Gaji Pejabat Sengsarakan Rakyat Kecil



''Alokasi kenaikan gaji mengambil jatah belanja subsidi dan modal. Kenaikan 
gaji pejabat mengorbankan anggaran bagi rakyat miskin. Pejabat berfoya-foya di 
atas kesengsaraan orang miskin,''

Ia melihat kecenderungan menaikkan belanja pegawai, termasuk pejabat negara, 
sudah dilakukan sejak tahun 2005 hingga kini

komentar:
untuk subsidi katanya membebani APBN tapi untuk peningkatan fasilitas, 
remurasi, Toyota Crown Royal Saloon tidak membebani krn sudah dianggarkan, 
mantab....

wassalam,
harman

http://koran.republika.co.id/koran/45/102738/Kenaikan_Gaji_Pejabat_Sengsarakan_Rakyat_Kecil

Jumat, 29 Januari 2010 pukul 08:18:00
Kenaikan Gaji Pejabat Sengsarakan Rakyat Kecil
Oleh Indira Rezkisari


JAKARTA -- Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai, 
kenaikan gaji pejabat eksekutif menyengsarakan masyarakat kecil. Kenaikan gaji 
pejabat mengorbankan anggaran untuk masyarakat miskin.

''Alokasi kenaikan gaji mengambil jatah belanja subsidi dan modal. Kenaikan 
gaji pejabat mengorbankan anggaran bagi rakyat miskin. Pejabat berfoya-foya di 
atas kesengsaraan orang miskin,'' kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Fitra, Yuna 
Farhan, Kamis (27/1).

Pemerintah, sambungnya, mengalokasikan kenaikan dari belanja pegawai sebesar Rp 
133,7 triliun menjadi Rp 160,3 triliun (versi Ketua Badan Anggaran DPR, Harry 
Azhar Aziz, sebesar Rp 158 triliun--Red).

Kenaikan gaji ini mengakibatkan belanja pegawai mendominasi APBN 2010. Ini 
menjadi fenomena baru karena selama ini dominasi belanja APBN cenderung jatuh 
pada belanja barang dan modal.

Belanja pegawai pada tahun anggaran 2010 senilai Rp 158 triliun juga 
mengalahkan anggaran subsidi sebesar Rp 157 triliun. Ibaratnya, ujar Yuna, 
pekerjaannya menurun (dari komponen belanja barang dan modal), tetapi ongkos 
tukangnya (belanja pegawai) naik terus.''Di sini ironinya,'' kata Yuna, Kamis 
(28/1).

Kenaikan gaji pejabat dan PNS mengakibatkan pemerintah menggeser alokasi 
belanja subsidi dan modal ke pos belanja pegawai. Padahal, tanpa subsidi, 
masyarakat kecil tidak terlindungi dari dampak kenaikan harga yang sering kali 
muncul karena ada kenaikan gaji PNS.

Subsidi yang Yuna maksud juga bukan di bidang energi. ''Subsidi nonenergi 
berupa penghapusan obat generik yang anggarannya dulu senilai Rp 350 miliar,'' 
ungkapnya.

Juga, subsidi pupuk dan benih senilai hampir Rp 4 triliun bagi petani serta 
subsidi pangan Rp 1,5 triliun. Termasuk, pengurangan belanja bantuan sosial 
yang di dalamnya terdapat BOS, Jamkesmas, PKH, dan PNPM yang dikurangi Rp 8,3 
triliun.

Yuna menyayangkan alasan kenaikan gaji yang didasarkan alasan inflasi. Hal ini 
karena ketika jajaran pegawai eksekutif terlindungi dari inflasi, masyarakat 
kecil justru kian menderita setelah obat murah, subsidi pupuk, dan juga benih 
diturunkan.

Dalam pandangannya, semestinya pemerintah justru menaikkan belanja subsidi 
untuk masyarakat miskin. Terlebih, kondisi saat ini, perbaikan ekonomi belum 
menggapai kesejahteraan di segala lini. Ini dilakukan sebagai pelindung sosial 
(social buffer) bagi rakyat kecil.''Pejabat harus tahu diri,'' tegasnya.

Menilik dari laporan kekayaan penyelenggara negara (LKPN), kecenderungan 
pendapatan pejabat publik juga meningkat tiap tahun. Terlebih, sebagian dari 
pejabat publik itu memiliki sumber penghasilan dari tempat lain. ''Kenapa masih 
harus mengeruk uang rakyat?'' tanya Yuna.

Lebih lanjut, Fitra menduga, kenaikan gaji sebagai modus baru. ''Ini semacam 
legalisasi perampokan uang rakyat.'' Yuna mengungkapkan alasannya. Ia melihat 
kecenderungan menaikkan belanja pegawai, termasuk pejabat negara, sudah 
dilakukan sejak tahun 2005 hingga kini. Kenaikan gaji bagi pejabat negara 
berjumlah Rp 11 triliun dari anggaran keseluruhan.  ed:dewo



Peningkatan Fasilitas Pejabat

1. Gaji presiden/wakil presiden, menteri, dan pejabat lainnya dinaikkan sekitar 
lima persen. Anggaran gaji naik dari Rp 132 triliun menjadi Rp 158 triliun.
2. Fasilitas mobil mewah Crown Royal Rp 126,795 miliar.
    - Pajak Rp 62,8 miliar.
    - Pengadaan mobil Rp 63,99 miliar.
3. Pengadaan pesawat presiden Rp 200 miliar.
4. Renovasi pagar Rp 22,5 miliar.

Sumber: ICW dan berbagai sumber

Subsidi dan Anggaran Rakyat yang Dikurangi

                            APBNP 2009                        APBN 2010
-----------------------------------------------------

Total Subsidi         Rp 158,117 T            Rp 157,820 T

Subsidi Energi        Rp 99,409 T            Rp 106,5 T
Berkurang:
    -BBM                Rp 52,3 T            Rp 68,7 T
    -Listrik               Rp 47,5 T            Rp 37,8 T

Subsidi Non-Energi      Rp 58,17 T            Rp 51,2 T
Berkurang:
    -Pangan                Rp 12,98 T            Rp 11,3 T
    -Pupuk                 Rp 18,532 T            Rp 14,7 T
    -Benih                   Rp 1,61 T            Rp  1,56 T
    -Pajak                   Rp 18,6 T            Rp 16,8 T
    -Obat generik        Rp 0,350 T               -

Bantuan Sosial        Rp 77,93 T            Rp 69,58 T

Sumber: Fitra


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke