Irman Gusman Akan Bergelar Datuak Nan Labiah
*PadangKini.com* | Minggu, 07/02/2010, 15:57 WIB *PADANG--*Irman Gusman,
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI akan diangkat menjadi datuak
dengan gelar ‘Datuak Nan Labiah' oleh kaumnya dari Suku Pisang, Jorong
Guguak Randah, Nagari Guguak Tabek Sarojo, Agam.
Wali Nagari Guguak Tabek Sarojo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam Asrul
Diaz kepada PadangKini.com mengatakan, pengangkatan datuak Irman akan
dilangsungkan bersama Tifatul Sembiring (Menteri Komunikasi dan
Informasi) yang bergelar ‘Datuak Tumangguang' bersama sekitar 40 calon
datuak lainnya di Nagari itu.
"Acara batagak penghulu dilangsungkan di Lapangan Sepakbola Jorong
Guguak Tinggi, Nagari Guguak Tabek Sarojo 25 sampai 27 Februari nanti,"
kata Asrul.
Panitia ‘batagak penghulu' (prosesi pengangkatan penghulu atau datuk)
tidak saja di tingkat Nagari, tapi juga dengan panitia kabupaten.
Bupati Agam Aristo Munandar mengakui hal itu. Kepanitiaan kabupaten
dibentuk untuk mendukung suksesnya acara pengangkatan datuak.
"Kami juga membentuk panitia pendukung, sebab yang diangkat menjadi
datuak kan ada pejabat dan tokoh-tokoh asal Agam," katanya. *(syof)*
Tifatul Sembiring Akan Disebut TS Datuak Tumangguang
*PadangKini.com* | Sabtu, 06/02/2010, 10:35 WIB
*PADANG--*Kalau sudah jadi penghulu, maka hilanglah nama, begitulah
secara adat di Minangkabau. Maka Tifatul Sembiring yang ada nama marga
Sembiring dari pihak ayahnya yang berasal dari Buluhrintang, Tanah Karo,
akan disingkat menjadi ‘TS Datuak Tumangguang'.
Demikian disampaikan Asrul Diaz, Wali Nagari Guguak Tabek Sarojo,
Kecamatan IV Koto, Agam, kepada PadangKini.com, Sabtu (6/2/2010).
Tifatul asli orang Jorong Guguak Tinggi, Kenagarian Guguak Tabek Sarojo.
Ia disebut asli orang Minang asal Guguak Tinggi karena di Minangkabau
turunan berdasarkan ibu (matrilineal).
Ibu Tifatul bernama Yandarnis, sekitar 68 tahun, kini tinggal di
Bukittinggi, tempat Tifatul lahir. Neneknya, Haji Rianah, berusia
sekitar 90 tahun, masih hidup dan tinggal di Jorong Guguak Tinggi.
Kakeknya Muhammad Nur sudah meninggal.
"Pak Tifatul bersaudara semuanya merantau, tapi Pak Tifatul sering
pulang kampung saat lebaran dengan mobil sendiri, Idul Adha tahun lalu
dia pulang kampung ikut qurban," kata Asrul.
Tifatul dipilih kaum Suku Koto di Koto Anam Suku, Tabek Serojo karena
dianggap orang Suku Koto yang berhasil dan bisa mengayomi anak kemenakan.
"Suku Koto Anak Suku sudah lama tidak memiliki penghulu karena tidak ada
penggantinya, kini Pak Tifatul ‘mambangkik batang tarandam' dengan
menjadi Datuak di kaumnya," katanya.
Menurut Asrul sama sekali tidak ada persoalan ayahnya berasal dari
Sumatera Utara dan namanya memakai marga Batak, Sembiring. Sebab, itu
tadi, kalau sudah jadi penghulu maka hilanglah nama.
Tapi kecenderungan dewasa ini para penghulu sendiri atau orang lain
lebih senang menggunakan nama lengkap seorang penghulu dengan gelarnya.
Apalagi seorang yang namanya terkenal. Tak tertutup kemungkinan nanti
akan lebih sering dikenal ‘Tifatul Sembiring Datuak Tumangguang', bukan
‘TS Datuak Tumangguang'. Tapi itu tak jadi soal karena Tifatul asli
orang Minang. (syof)
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe