Assalammualaikum WR Wb bapak Suheimi Yth

Waktu membaca tulisan ini tadi pagi [akai HP, air mata ifah mengalir di pipi.

Teringat masa kecil yang indah bersama papa
Papa tak pemarah, malah sangat penyayang dan sangat perhatian
Jadi rindu sama almarhum papa

Ingat juga ketika Ijul ifah titip di Uni di jakarta ketika kuliah di ITB...
Jadi tak ingin melanjutkan ketika Ijul tak bahagia

Jadi ingat juga Dilla yang di tinggal sama papanya ketika ifah kuliah di Jakarta
Setiap sebentar bertanya " Ma, berapa hari lagi mama pulang ???", padahal ifah 
baru sampai di Jakarta sehabis liburan.
Dilla juga sering bilang sama papanya "Pa, ayam ada induknya, kok Dilla tidak?"
Teman bermainnya adalah kucing dan anak-anaknya.

Sekarang, kami yang sepi karena tidak ada anak-anak yang mengganggu

Wass

Hanifah



--- On Tue, 2/9/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Mommy
To: "Sma" <[email protected]>, "Rantau" <[email protected]>
Date: Tuesday, February 9, 2010, 6:22 AM

Mommy
Oleh K Suheimi

Hari ini saya dapat Kiriman surat dari seorang sahabat Sumadi....  
Saya terperangah membacanya, tanpa saya sadari mata saya berlinang setetes demi 
setetes air itu mengalir membasahi pipi
Saya ingin pembaca saya membacanya pula;

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering 
aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, 
baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang 
suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. 
Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, 
tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk 
menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.Pada suatu hari, ada urusan penting di 
tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. 
Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya.Karena masih ada sisa nasi, jadi 
aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih 
mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.Peran ganda yang 
kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang 
kerja aku merasa sangat lelah, setelah
 bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya 
langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku 
merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak 
menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan 
tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 
'masalah'nya ... sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di 
seprai dan selimut!Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan 
pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan 
mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta 
belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:"Dad, tadi aku merasa lapar 
dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak 
mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau 
menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di
 sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas 
untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena aku 
takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut 
supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah 
karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya minta maaf Dad ... 
"Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak 
saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis 
dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. 
Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan 
memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku 
membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di 
tempat tidur.Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati 
kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan
 karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang 
dikasihinya.Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode 
ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan 
juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa 
terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman 
Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk 
di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.Namun... belum 
lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal....Guru Taman 
Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari 
sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa 
menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah 
kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko 
alat tulis, sedang bermain komputer game dengan
 gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan 
pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Dad".Selang 
beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" 
yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan 
itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu.....Beberapa hari 
setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu 
saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat 
itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, 
yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa 
bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!Waktu berlalu dengan begitu 
cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan hari Natal telah 
tiba. Semangat Natal ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu 
lalang... Lagu-lagu Natal terdengar diseluruh pelosok jalan .... tapi
 astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan 
di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman 
surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, 
suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.Mereka menelpon saya dengan 
marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat 
tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya 
lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena 
saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, 
seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, Dad". Tidak ada tambahan satu 
kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.Setelah itu saya pergi ke 
kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. 
Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut 
mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa
 yang ada dikepalanya?Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : 
"Surat-surat itu untuk mommy.....".Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku 
mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu 
memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?"Jawaban anakku itu : 
"Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku 
mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat 
memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, 
aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus".Setelah mendengar 
penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang 
harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan ....Aku bilang pada anakku, 
"Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak 
menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat 
akan sampai kepada mommy. Setelah
 mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa 
tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, 
jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran 
untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.Dan salah 
satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......'Mommy sayang',Saya 
sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, 
dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak 
ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah 
tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu 
lagi.Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan 
mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, 
setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, 
tetapi aku tidak menceritakan alasan yang
 sebenarnya.Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia 
teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di 
kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk 
kita berdua, saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy 
muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat padamu? 
Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka 
kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau tak 
pernah muncul?Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena 
saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan 
semenjak ditinggalkan oleh istri saya ....Untuk para suami, yang telah 
dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu 
selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa 
umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu,
 mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi 
dirimu dan anak-anakmu.Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia 
sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila 
engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa 
menggantikan posisinya.  


Pekanbaru 8 Februari 2010
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke