Mak Abraham jo Dunsanak di Palanta,

Kalau ditiliak alua jo patuik tantu penghargaan ko indak di tampeknyo.
Pertanyaanya mengapa ini terjadi? Kalau jawaban saya: karena wartawannya tidak 
independen dan ada tujuan lain (misalnya sumber pendanaan kegiatan).

Singkatnya, ini gaya wartawan zaman Orba yang membuat wartawan di bawah ketiak 
penguasa. Apalagi ditambah foto yang tersebar, Ketua PWI mencium tangan 
Presiden SBY ketika salaman, padahal yang lain bersalam dengan gagahnya: setara.

Saya sebenarnya tidak ingin berkomentar soal PWI, karena setelah UU Pers No.. 
40/99 lahir, wartawan bebas membentuk dan memilih organisasi pers. Tak tunggal 
lagi. Jadi PWI adalah "sebuah partai", sedangkan organisasi saya, AJI (Aliansi 
Jurnalis Independen) adalah "partai" lainnya.

Tapi HPN telah mengaburkan PWI dengan keseluruhan wartawan. HPN (Hari Pers 
Nasional) yang ditetapkan zaman Presiden Soeharto masih belum direvisi: masih 
mengambil momen Hari Ulang Tahun PWI. Akibatnya, kegiatan PWI dalam HPN 
dianggap representasi keseluruhan wartawan.

HPN perlu direvisi. Dicari hari yang pas. Kanda Suryadi dulu pernah ikut 
memperdebatkan kapan Pers Nasional Indonesia lahir. Organisasi wartawan hanya 
bagian dari pers. Mestinya Hari Pers Nasional mengambil tonggak kelahiran 
sebuah pers (media pers) yang pertama di era nasionalisme Indonesia. 

Kata beberapa ahli sejarah, pers pertama Indonesia di Bandung. Kata yang lain 
di Sumatera Barat. Ini perlu tim sejarah untuk menelusuri dan menjadikan Hari 
Pers Nasional yang sebenarnya yang bisa dirayakan seluruh organisasi wartawan, 
seluruh media, pokoknya seluruh insan pers, ditambah masyarakat dan pemerintah 
(sebab pers sebenarnya milik masyarakat dan pemerintah).

Kita ingin kondisi pers yang bebas sekarang (ini dipuji Pak Mahfudz MD saat 
pengukuhan gelar profesor Saldi Isra tadi di Unand: dari 4 pilar demokrasi, 
baru pers yang benar-benar bebas dan berfungsi, katanya, yang lain perlu 
perbaikan) berjalan ke arah yang benar: independen dan bermartabat.

Independen dan bermartabat itu bisa ditemukan di organisasi wartawan apapun, di 
media manapun. Yang penting sekarang ada kemauan untu berubah.

Takurang-talabiah mohon maaf.

Syofiardi (39+/Padang)

--- On Thu, 11/2/10, Abraham Ilyas <[email protected]> wrote:

From: Abraham Ilyas <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Penghargaan oleh PWI
To: [email protected]
Cc: "Abraham Ilyas" <[email protected]>
Date: Thursday, 11 February, 2010, 9:17 AM

Sanak di palanta nan ambo hormati
assalamulaikum wr. wb

Iko ado berita penting nan tajadi di Indonesia.

Penghargaan PWI untuk Ibas, Puan, Karoline.

Ibas (anak bungsu SBY), Puan (anak Megawati), Karoline (anak gubernur Kalbar) 
mandapek penghargaan dari Pengurus Nasional Masyarakat Pers Pemantau Pemilu 
(Mapilu) organisasi yang berada di bawah PWI.


Ketua Umum PWI Pusat, Margiono mengatakan penghargaan tersebut diberikan 
sebagai bentuk penhormatan kepada figur yang "mendapat kepercayaan besar" 
(karena memenuhi bilangan pembagi di dapilnya).

Maaf ya angku wartawan (kalau ado nan di palanta), apakah penghargaan semacam 
ini punya kebaikan untuk masa depan pendidikan generasi muda kita. 


Apakah tidak ada sisi sisi lain yang menarik untuk diberi penghargaan oleh 
Mapilu kepada caleg caleg terpilih atau tidak?
Mereka mereka tersebut berhasil mendapat suara banyak karena pengaruh orang tua 
mereka. 

Coba kalau Ibas, Puan, Karoline itu bukan "pangeran", anak "rajo", apakah 
mereka akan dikenal, dipilih rakyat? 

Rasonyo manuruik ambo masalah iko penting, untuak menguatkan adagium "Luhak 
bapangulu, rantau barajo"




Karano luhak (kini disebut SB) bapangulu, tantunya anak anak
"rajo/pangeran" indak ka otomatis dipiliah manjadi anggota DPR di SB
sarupo nan tajadi di rantau.
Labiah baik modal untuak bakampanye menebar kodak di sepanjang jalan dipakai 
untuk karya nyata di masyarakat.

Salam

Abraham Ilyas 64 th.
www.nagari.org







-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke