Dunsanak di palanta nan ambo hormati

Assalamulaikum wr.wb.

Sarupo nan ambo sampaikan sebelumnyo, ambo ingin agar peristiwa PRRI dibuek
catatannyo oleh tiap tiap nagari nan terlibat di dalam perang saudara ini.

Hal iko karano *perjuangan telah dimenangkan oleh PRRI* dan kekalahan berada
pada rejim Soekarno.

Ambo minta ijin ka rang Dapua untuak menampilkan beberapo bagian
syair/carito sebagai pembukaan sajo sampai tg 15 Februari (tanggal
diumumkannya pembentukan *Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia*),
dengan harapan bisa dilengkapi, ditambah oleh tiap tiap nagari/ atau pelaku.

10 Februari 1958, Senin malam, *Piagam Perjuangan Menyelamatkan Negara
Republik Indonesia* dibacakan di kantor Gubernur Padang yang berisi 12
tuntutan kepada pemerintahan presiden Soekarno di Jakarta yang isinya sbb.

1. Dalam 5 x 24 jam Kabinet Juanda agar mengembalikan mandat kepada
Presiden.
2. Setelah tuntutan no 1 dipenuhi agar presiden menunjuk Hatta dan Hamengku
Buwono IX membentuk kabinet untuk mencegah desintegrasi dan kekacauan
negara.
3. Diminta Hatta dan HB IX agar tidak menolak tuntutan tsb.
4. Supaya DPR dan pemimpin rakyat memberi kesempatan kepada Hatta dan HB IX
memimpin zaken kabinet.
5. Agar presiden Soekarno kembali kepada kedudukan konstitusional
6. Apabila tuntutan 1 dan 2 tidak dipenuhi maka akan diambil langkah
tersendiri
7. Apabila tuntutan 1 dan 2 dipenuhi dan tuntutan 5 tidak dipenuhi maka maka
sejak saat itu Dewan Perjuangan terbebas dari kewajiban taat kepada
presiden.
8. Supaya rakyat bisa menimbang sebebas bebasnya kesucian perjuangan kami,
dan kabinet Juanda tidak menghalanginya.

Presiden Soekarno tanggal 16 Februari 58 baru kembali ke tanah air dari
Jepang, terlambat sehari setelah berakhirnya ultimatum sehingga terjadilah:

*Kehendak Allah yang berlaku*

*Ambil hikmah oleh anak kemenakan
15 Februari tahun 58
Peristiwa penting jangan dilupakan
Karena kita tegak di depan*

Moyang kita punya petuah
*Raja alim, raja disembah
Raja zalim, raja disanggah
Harus adil kalau memerintah*

Mungkin Allah punya kehendak
Supaya bangsa tidak jadi budak
*Kita di depan harus tegak
Membuang batil, menjaga hak*

Achmad Husein pernah berpidato 1
PRRI bukan perjuangan sembrono
Minang Kabau berani tanggung resiko
Melawan kezaliman rejim Soekarno

Inilah sifat pemuda Mukmin
Mereka menunda hasrat kawin
Untuk mengikuti seruan pemimpin
Serta berjuang karena yakin

Karena yakin mereka berjuang
Dari rantau banyak yang pulang 2
Untuk serta ikut berperang
Baik gadis maupun bujang

II. Ingatan kolektif orang Minang

Walau tidak kenal menyerah
Ketika berperang bermodal darah
Tiga perang Minang kalah 3
Bisa dipelajari diambil hikmah

1. Pidato A. Husein pada peringatan proklamsi 17 Agustus 1959 di Bonjol
2. Lk. 400 orang mahasiswa pulang dari Jawa sebelum perang, kebanyakan dari
mereka bergabung menjadi tantara sukarela di nagarinya masing masing.
3  Menang dalam perjuangan tapi kalah dalam perang Padri, perang Pajak dan
Silungkang, dan perang saudara PRRI
http://nagari.or.id/?moda=menang/

Wassalam

Abraham Ilyas 64 th.
www.nagari.org

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke