2010/2/13 DIMANGGIS. MOHD <[email protected]>

> Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh,
>

Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,


>
>    1. Karena dunsanak, mengkaitkan dengan "iman seseoarang", se-akan2 iman
>    bisa diukur,padahal beum ada satu technologi pun yang bisa mengukur iman
>    manusia.
>    2. Caddy cantik tsb datang ke hotel diantar suaminya menurut berita,
>    dan AA telah bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa dia tidak melakukan
>    apa-apa.
>    3. Menurut ajaran agama yang saya pahamii,tuduhan berbuat "zina",
>    memerlukan saksi paling kurang dua orang dan suami ybs tidak bisa jadi 
> saksi
>    apalagi rekaman telp. yang selama ini digunakan.
>
>
Sedikit koreksi, Pak.  Tuduhan zina harus dilengkapi oleh empat orang
laki-laki muslim, dewasa, dan adil yang *benar-benar* melihat terjadinya
zina (yakni tidak cukup misalnya melihat seorang laki-laki dan seorang
perempuan tidur tanpa pakaian di bawah selimut).  Tuduhan yang tidak
memenuhi syarat itu akan berbalik menjadi hukuman 80 cambukan bagi penuduh.

Sedangkan mengenai poin iman, iman bertambah dengan amal shalih dan
berkurang dengan maksiat.  Jadi ketika seseorang melakukan maksiat, dapat
dikatakan bahwa imannya sedang berkurang.

Kasus Antasari Azhar ini juga mengingatkan kita akan beruntungnya menjadi
orang yang beriman karena kita mengimani hari akhir.  Dunia bukanlah rumah
akhir kita sehingga kita yakini bahwa ketidakadilan di dunia akan tertebus
di hari akhir nanti.

Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam bersabda (yang artinya):

"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik
baginya, itu hanyalah didapatkan oleh seorang mukmin, ketika  dia
mendapatkan kebahagiaan,   maka   dia   bersyukur, itulah kebaikan baginya.
Dan jika dia mendapatkan keburukan,   maka   dia  bersabar,   itulah
kebaikan baginya." (HR. Muslim)

“Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan surganya orang kafir.” (HR.
Muslim)

Bukan berarti bahwa seorang mukmin harus hidup susah di dunia, namun
seindah-indahnya hidup di dunia, itu hanyalah setingkat penjara bagi seorang
mukmin dibanding apa yang diharapkannya di akhirat.  Sedangkan
seburuk-buruknya hidup seorang kafir di dunia, itu adalah surga dibanding
apa yang menantinya di akhirat.

Semoga Allah Ta'ala memberikan kita kesabaran, menjauhkan kita dari
kezhaliman, baik dari melakukannya maupun dari terkenanya, dan mengampuni
dosa-dosa kita.  Amiin.

Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,
-- 
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke