Sanak Taufiq Rasyid, pak Jacky, dan para sanak sapalanta,
Sekedar yang masih teringat oleh saya:
1.  Benar sekali, ada kesan bahwa pasukan RTP eks Kodam VII/Diponegoro di 
Sumatera Barat lebih kejam dari pasukan RTP dari Kodam VI Siliwangi dan Kodam 
VIII Brawijaya. Faktor penyebabnya tentu masih harus kita teliti lagi. [Mungkin 
ada kaitan dengan kultur 'santri vs abangan'?]. Dengan catatan, ada beberapa 
perwira eks Kodam VII Diponegoro yang justru membela adat dan agama orang 
Minangkabau. [Seperti saya posting terdahulu, dalam hubungan ini amat terkemuka 
peran Mayor CKH Iman Soeparto SH dan mayor Inf Wardjono, yang saya kenal dekat.]
2. Batalyon A dan Batalyon B berasal dari ex`Corps Tjadangan Nasional (CTN), 
yaitu para pensiunan militer dari Jawa yang ditransmigrasikan ke Pasaman, yang 
kemudian diaktifkan kembali setelah peristiwa PRRI. Menurut informasi, para 
anggota CTN Pasaman ini telah terlebih dahulu mendapat tekanan berat dari PRRI, 
sehingga mereka menyimpan dendam terhadap PRRI. Batalyon A kemudian menjadi 
Batalyon 131, dan Batalyon B menjadi Batalyon 132. Beberapa personilnya memang 
terlibat G30S/PKI. 
3.   Batalyon 134 Yani Sakti berasal dari Batalyon N Kodam VII/Diponegoro, yang 
diredislokasi ke Kodam III/17 Agustus pasca terjadinya kudeta G30S/PKI.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Tue, 2/16/10, [email protected] <[email protected]> wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Dampak PRRI
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 16, 2010, 8:26 PM


Pak Jacky Mardono

Ada semacam klasifikasi dari masyarakat awam terhadap ke tiga RTP yang masuk ke 
Sumatra Tengah ini

-.  RTP Diponegoro. Personilnya kejam,  kurang beragama. Kabarnya juga terbukti 
banyak yang terlibat G30S PKI

Di Kiktenggi dulu ado Batalyon A dan Batalyon B. Konon kabanyo Yon B lebih 
sangar dari Yon A

Yon B cikal bakal Yon 132 (??)

Yon 132 Kiktenggi akhirnya  juga dilikwidasi karena banyak anggotanya yang 
terlibat

Kemudian Yon 132 pindah ke Kampar. Padahal sebelumnya disini ada Yon 134

Mungkin ada info dari pak Saaf mengenai hal ini

Untuak Yon 132 Kampar Bangkinang iko

Kami nan lewat disiko sekitar tahun 70-80an  sabana harus extra hati-hati 
manjago kecepatan max 25 km/jam

Kok talabiah konon kabanyo  bisa kanai hukum diantaronyo mandi jo sabatang 
sabun. Bisa dibayangkan sabatang sabun digosokkan ka badan bilolah ka habih

Aturan itu baru barubah sajak M. Yusuf jadi Pangab. Kecepatan jadi 40 km/jam

RTP Brawijaya lebih moderat

RTP Siliwangi cukup mendapat simpati dari masyarakat. Tidak kejam dan pemahaman 
serta kehidupan beragamanya lumayan baik

Komandannyo Kaharuddin Nasution kabanyo ikuik bakarajo mambangun Mesjid Agung 
Annur di Pekanbaru sekarang

Selanjutnya masa ganyang Malaysia Yon Angmor- Diponegoro cukup jadi momok bagi 
masyarakat
Jan cubo-cubo memotong kendaraan mereka dijalan raya. Akibatnyo bisa marasai 
beko kanai tangan

Untuang sajo maso itu kendaraan alun sarami kini ko. Jadi kendaraan nan tapaso 
ikuik mereka dari balakang lai indak menyebabkan kemacetan dijalan raya

Salam
TR
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke