Pak Saaf.
 
Mungkin ada baiknya kita adakan semacam brainstorming
terlebih dahulu mengenai masalah ini.
Peserta BS jangan banyak-banyak cukup
5 - 7  orang, namun benar-benar yang 
menjadi pelaku sejarah.
 
Dari kelompok itu mudah2an saja muncul nama-nama
yang perlu diundang dalam pertemuan berikut.
 
Sebagai contoh, Brigjen Pol (Purn) Jusuf Huseinsaputra, 
beliau terlibat sejak persiapan, pelaksanaan 
dan dampak PRRI.
Sementara saya terlibat dalam dampak PRRI sampai
dengan peristiwa G30S.
 
Dalam dialog dengan dengan Pak Jusuf H, ada kesamaan
visi, bahwa  kami hanya bercrita tentang  apa yang kami alami 
dan apa yang kami perbuat.
 
Generasi sekaranglah yang menilai, apa perbuatan kami
sebagai "orang luar" menambah keruhnya situasi pada
waktu itu, atau punya andil dalam merajut keutuhan NKRI.
 
Wassalam, Jacky Mardono (L-76).
Vila CInere Mas, Ciputat-Tangerang.
 
 

--- Pada Rab, 17/2/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> menulis:


Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] APO PARALU KITO ADOKAN SEMINAR GADANG TANTANG PRRI KO ?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 17 Februari, 2010, 7:12 AM







Waalaikumsalam Sanak Epy Buchari dan para sanak sa palanta,
Mancaliak 'meriah'-nyo postings di Rantau Net ko, mungkin ado rancaknyo suatu 
kali kito adokan FGD, bahkan kalau paralu seminar bana. untuak mambahas sagalo 
aspek tantang PRRI tu. Rasonyo masih ado babarapo palaku nan masih hiduik, 
baiak nan bapihak ka PRRI maupun nan barado di pihak NKRI [pak Jacky Mardono jo 
ambo di siko]. 

Kito sigi bana batanang-tanang, apo latar belakangnyo, baa mako pajanjian jo 
Simbolon dan Barlian indak talaksana, baa mako pak Husein indak mamatuhi pasan 
pak Hatta, baa curitonyo pertempuran antaro pasukan PRRI jo TNI plus OPR, baa 
mako Amerika babaliak dari mambantu PRRI kudian jadi mambantu TNI, bara korban 
kaduo balah pihak dll.
Kabatulan wakatu ambo manyusun disertasi, ambo mangumpuakan banyak bahan soal 
PRRI ko, tamasuak mamawancarai Kolonel George Benson, mantan atase pertahanan 
Amerika di Jakarta. Apolagi ambo panah jadi Hakim Perwira mangadili Jayusman 
nan manjadi Ketua Biro Khusus PKI untuak Daerah Sumatera Barat.
Bilo wakatunyo ? Kalau ambo haruih ikuik, yo sasudah Kongres Minangkabau, 
sakitar bulan September, kalau dapek di Jakarta.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Wed, 2/17/10, bandarost <[email protected]> wrote:


From: bandarost <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: 15 Februari 1958 Proklamasi PRRI : "Kok Bakisa 
Duduak Jan Bakisa dari Lapiak Nan Salai.."
To: "RantauNet" <[email protected]>
Date: Wednesday, February 17, 2010, 1:48 PM




On Feb 17, 2:51 am, "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]> wrote:

Ambo satuju jo pandapek Sanak Epy Buchari. Mari kito mancaliak ka
maso datang, dalam alam NKRI. Indak bisa indak.

Assalamu'alaikumWrWb,
Pak Saaf dan sanak sapalanta yang ambo hormati,

Dengan statement pak Saaf diatas, ambo maraso lega bahwa masih ado
banang merah nan menghubungkan pasan peringatan bung Hatta ka
pettinggi Dewan Banteng labiah dari satangan abad nan lampau, jo
generasi masa kini Minangkabau : ..."kok bakisa duduak, jan bakisa
dari lapiak nan saalai...."
Lapiak nan saalai ko kini terkenal dengan namo "NKRI", sebagaimana
yang pak Saaf tegaskan diateh ("indak bisa indak").
Tarimo kasih pak Saaf, sebab itulah prins diateh.ip yang melata
belakangi ambo manulih artikel ko satahun nan lampau.

Ambo ingin mangomentari saketek tentang kepioniran urang awak nan
dirinci oleh bung Kurnia, yaitu pionir dalam Otonomi Daerah. Catatan
sejarah manunjuakkan bahwa proklamasi PRRI terjadi pado tanggal 15
Februari 1958 ; sadangkan Piagam Perjuangan Semesta Alam (PERMESTA)
diproklamirkan kiro2 satahun sabalunnyo, yaitu pado tanggal 2 Maret
1957. Piagam PERMESTApun sacaro jaleh manyabuikkan otonomi daerah dan
sentralisasi ko.
Ketimpangan pembangunan daerah zaman itu bukan cuman dirasokan dek
urang awak, tapi alah merupokan perasaan urang-urang daerah sacaro
umum.

Rentetan kejadian pado awal pertumbuhan NKRI kok memang menarik untuak
dicermati.
Kalau ado beberapo postingan (dengan judul lain) 2 a 3 hari terakhir
ko di RN yang mengaitkan peringatan PRRI ko jo militerisme (antara
lain bung Andi ko dan bung Zalmahadi Syamsuddin), fakta sejarah
berikut ini menunjukkan bahwa pemerintahan yang sangat sipil alah
berjalan dari tahun 1950-1957.
Sayangnyo dengan sistim demokrasi parlementer pemerintahan sipil ko
berjalan sangat lemah yang kemudian menumbuhkan rasa ketidak puasan
daerah tersebut.
Ikolah awal dari 'koreksi' dari pihak tentara : 20 Desember 1956 Ahmad
Husein mengambil alih kekuasaan sipil di Bukittinggi atas nama Dewan
Banteng (tapi masih mengakui pemerintah pusat), 2 hari kemudian
Simbolon mencoba pula mengambil alih kekuasaan sipil di Medan
membentuk Dewan Gajah dan melepaskan diri dari pemerintahan pusat,
disusul dengan kolonel Barlian yang membentuk Dewan Garuda tapi tidak
mengambil alih kekuasaan sipil, yang kemudian disusul pula dengan
pengambil alihan kekuasaan sipil oleh Ventje Sumual pada 2 Maret 1957
dengan proklamasi PERMESTA.
Sebagai reaksi dari "pembangkangan" sejumlah kolonel daerah ini dan
sesudah proklamasi PRRI, Sukarno menyatakan negara dalam keadaan
perang (SOB=Staat van Orlog & Beleg), disusul dengan Dekrit Presiden
tahun 1959 yang menghentikan sistim Demokrasi Parlementer dan
menggantinya dengan Demokrasi Terpimpin, yang kemudian antara lain
menyangkut peranan tentara berkembang pula menjadi dwifungsi ABRI.
Sejak inilah militer mulai unjuk gigi dalam kehidupan harian di
seluruh Indonesia, antara lain dalam bentuk batasan kecepatan
kendaraan yang liwat di muka kompleks militer di seluruh Indonesia
sebagaimana disebutkan 2 sanak diatas.

Jadi militerismen di Indonesiapun terkait secara langsung atau tidak
langsung dengan peristiwa PRRI, yang sekarang masih tersisa dalam
bentuk pakaian loreng, penggunaan atribut ala militer, dll oleh
organisasi sipil di Indonesia.

Inilah yang kemudian dikoreksi pula oleh Orde Reformasi. Selain OTDA,
antara lain ABRI 'dikembalikan ke tangsi" sebagaimana yang diceritakan
tampak lebih ekstrim di Kamboja itu.
Sudah  cukup banyak langkah koreksi yang dilakukan dalam perjalanan
NKRI ini.

Bagi generasi Minang masa kini, inilah bagian dari sejarah Sumbar dan
sekaligus sejarah perjalanan bangsa ini. Ada harga mahal yang harus
dibayar dari perjalanan sejarah ini.Harga mahal yang akan sia-sia
belaka kalau kita tidak bisa mengambil pelajaran berharga dari
rentetan kejadian yang saling berkaitan ini.

Maaf, bahaso nan dipakai  dari bahaso awak lah barubah se jadi bahaso
Melayu Tinggi. Oh ya pak Saaf, ambo sangaik setuju dengan pendapat
menyangkut "alam fikiran romantisme" itu.

Maaf dan Wassalam,

Epy Buchari
L-66, Ciputat Timur.

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe


-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo! 
Answers!
http://id.answers.yahoo.com

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke