SECANGKIR KOPI PANAS DI AKHIR PEKAN
By : Jepe
 
Kali ini saya tidak berbicara
mengenai apa dan bagaimana, sejarah dan klasifikasi ilmiah serta seluk beluk
tentang kopi, jika itu yang ingin anda tahu segeralah kunjungi “Sutan Gugel”  
cukup bisikin kata kopi .Nah jika anda ingin
tahu kisah dibalik kopi mungkin dengan sedikit humor ringan dalam acara yang
bertajuk “Pamer Cakap” padanan bahasa Indonesia untuk menggantikan bahasa
Inggris “Talk Show”, maka undanglah pembicaranya “Mat Jepe”
 
Bagi saya kopi juga merupakan
bagian dari kehidupan dan aktivitas sehari-hari.Ada rasanya yang kurang, ada
rasanya yang hilang jika saya tidak mendapatkan secangkir kopi panas setiap
harinya, pada umumnya saya menikmati kopi ini 3 kali dalam satu hari mulai
bergerak bangun dari tempat tidur sampai kadang-kadang menjelang tidur alias
mungkin jam 10 an, apalagi jika ada suguhan partai bola laga besar (Big Macth)
 
 
Paling tidak saya telah kecanduan
minum kopi ini kala mahasiswa di Bogor,
apalagi ketika tinggal diasrama, kopi adalah minuman pokok dan wajib kami. 
Jangan
coba-coba minum segelas susu dihadapan kawan lain yang sedang “riungan” disebuah
koridor lantai dua asrama Sylvalestari. maka yang minum susu didepan pecandu
kopi yang lagi berkumpul adalah sebuah tindakan provokatif , hukumannya adalah
sebuah “cibiran” bergaya anak band Changcuters disebuah iklan layanan telepon
seluler 
 
“Beeeehhhhhh…sambil bibir
mencibir memble, Nyucu..elu ya…habis..mimik..cucu., .cuci kaki gosok
gigi…segara tidur ya anak manis”
 
Kumpul dangdutan setiap malam
disebuah koridor sayap lain dilantai Asrama, kopi panas wajib ada tidak boleh
tidak.  Segelas berdua, gelas
masing-masing, dalam sebuah mug besar  disetiap lingkar mug tersebut bisa jadi 
telah ditempeli 2 atau 4 orang
dalam menghirup nikmatnya kopi panas ini terserah bagaimana cara menikmatinya.
Cuaca di Dramaga Bogor  tempat berada
asrama kami  cuacanya kala itu masih
dingin menusuk tulang menambah semakin nikmatnya setiap tegukan kopi panas.
 
Kopi adalah dangdutan, dangdutan
tanpa kopi ibarat sayur kurang garam,  kami
anak asrama punya orkes Dang Dut yang cukup punya nama dikalangan mahasiswa
Fahutan IPB Bogor..
Saya adalah bagian penting dalam orkes dang dut tersebut ketika  lomba 
“ecek-ecek”  lagu dang dut tingkat penghuni Asrama , prestasi
saya cukup membahagiakan yaitu juara 3  dari 12 peserta pada masa perpoloncoan  
di asrama.
 
Kala itu saya membawakan sebuah
lagu dang dut , liriknya kental dengan cinta “dang dut” yang romantic , saya
lupa judul dan siapa yang mempopulerkannya (Mungkin Da Riri bisa bantu
mencarikan Link Youtubenya, “Pedang Cinta” kah  judulnya ?)
 
 
Saya begitu larut membawakan
dengan semaksimal mungkin, sesuai kemampuan pita suara yang paling/mentok
menghasilkan  alunan yang merdu, .begini
syair lagu dang dut itu
 
“Lebih baik kau bunuh..aku dengan
pedangmu”
“Asal jangan kau bunuh aku dengan
cintamu”
…………………
………………….
 
“Ku tak menyesali walau diri ini”
“Engkau jadikan diriku..cinta
yang kedua bagimu”
“Biarlah aku terima”
 
Gila..manisnya lagu dang dut itu,
serius banget lirik cinta dangdutnya itulah lirik lagu Dang Dur yang hebat Bung,
nggak kayak sekarang kucing ngegarong aja di dangdutin,apalagi kopi panas
menampar tenggorokan saya.
 
“Hajar brur.!!!!” .begitu teriak
kawan yang lain
 
Orkes dang dut Sylvalestari…saya
adalah anak orkesnya, ya..kalo jaman sekarang Anak Band ..lah..kira-kira, tapi
sayang jabatan saya kurang bergengsi dalam orkes tersebut, sebagai pemain alat
musik genjreng..genjreng (tamborin), Itupun sebagai pemain cadangan karena saya
masih kurang pas memainkannya bikin kesel temen-temen.Akhirnya ya udah
temen-temen memperjayai aku sebuah alat perkusi nan antik
 
Jikapun diperkenalkan kepada
penonton segenap pemain musik orkes
 
“Kami perkenalkan pada perkusi ……
Bung Jupardi”
Kata perkusinya boleh terdengar
keren dan membagakan, padahal saya hanya membawa sebuah botol yang dipukul sama
sendok (tengsin deh),  tapi urusan vocal
saya sedikit boleh diandalkan., apalagi dengan goyang dang dut..yang
“kampungan” banget (Saya kan bisa menari..fren..Juara satu lagi antar  di SMA 
di Kota Padang  “narsis mode on” )
 
 
Penampilan Fashion kami jangan
ditanya “norak dan kampungan abissss”, lihatlah salah satu temen saya yang
bergaya mulai dari kaki sepatu kulit dengan hak tinggi, celana berbahan 
cudoray..model
cut bray, lebar..bukaan bawahnya..bisa menyapu lantai asrama.
Naik keatas..ikat
pinggangnya..dari kulit sapi yang kaku buatan Jogja,  kata temen saya ini, 
kepalanya gede  segi empat dari  logo Levi’s yang terkenal itu, jika dipukulin
ke kepala anjing membuat si guk guk pingsan dan terkapar dengan dua gigi taring
rontok.
 
Baju kemeja berwarna norak ketat
dengan kontong dua kanan kiri pake tutup, leher dililitkan sebuah syal, tempaan
sendiri bahannya ya ampun, kain selimut jadul yang terkenal dengan coraknya 
seperti
kulit Zebra Hitam putih..saya rasa anda tahu selimut yang saya maksud. Mmmm tak
lupa  sebuah kaca mata reben..”kapiran
banget” kala iru harganya istilah kami anak mahasiswa Kaca mata“Ceng Dem” alias
Seceng Adem.
Lebar lensanya mendekati lebar
kaca Lup ketika kita belajar Fisika Optik di SMA, Potongan
rambut..waw..gondrongan belah tengah abis sedkit mengkilat dengan sapuan minyak
Tanco favorit orang tua kita jadul.yang warna.hijau kental.Pokoknya semua anak
orkes  harus senorak mungkin ketika
tampil
 
Ukuran  ber dang dut Ria di asrama setiap malam ini, bubarnya
ya ketika kopi menyisakan ampas yang tebal, Saat  itu kopi favorit kami yaitu 
hand made
pabriknya di Sukasari Bogor dengan merek Liong Bulan..yang menyisakan ampas
kasar. Jika ada penghuni Mudik tentu akan membawa sebungkus besar oleh-oleh opi
andalan daerah masing-masing.
 
“Goyang..Brur “ teriak teman
ngompori kawan-kawan lainnya, ..seduh terus kopinyaSemakin larut malam goyangan
dang dut semakin heboh,.Candu kopi di asrama telah menyatu dengan darah 
saya,sulit
untuk menghentikannya (kecuali rokok saya sudah berenti total 5 Bulan terakhir)
tanpa minum kopi panas dalam satu hari, saya akan ibaratkan diri saya
seperti  ini
 
        1. Linglung dan Bingung, seperi veteran tua yang kehilangan surat-surat 
penting
Tahukah anda
joke ini, veteran kehilangan surat ini saya dapatkan ketika SMA 
Itupun obralan
orang di warung kopi. Sebuah joke satir tentang rumit Birokrasi
tentang
penghargaan bangsa kepada pejuang, Ketika Veteran uzur ini ingin mendapatkan
fasilitas kesehatan gratis misalnya atas jasa-jasa perjuangannya, birokrasi
yang penuh “uang pelican”  menanyakan  “surat tanda veteran Bapak mana”, Si 
Bapak
tidak tahu lagi dimana surat lusuh yang telah dia simpan, hilang bersama
lanjutnya usia dan berkurangnya daya ingat. Lalu Birokrasi “zig zag” bertanya
lagi.  “Jika bapak nggak punya surat, ada
saksi..nggak, Pak Tua semakin bingung..saksi-saksi hidup temen seperjungan
telah menghadap sang Khaliq. Akhirnya dengan langkah tertatih bingung dan
linglung Pak Tua..tak bisa berbuat apa..begitulah jika veteran kehilangan
surat-surat, ..seperti saya tidak mendapatkan secangkir kopi panas ditengah
hari menjelang sore, bingung dan linglung..
 
        1. Nanar dan Tidak tentu arah, seperti ayam jago ketelan garet gelang, 
ini jokenya Mandra dan Jaja Miharja, …gimana ayam jago ketelan karet gelang    
tingkahnya…ya nanar..mutar._.mutar disekitar berdiri tak tentu arah. Ayam 
betina didepannya bukan lagi sesuatu yang menarik.,  karet mau ditelan abis,  
nyangkut ditembolok, mau dimuntahkan mlintir-mlintir diparuh.
 
        1. Senewen dan Uring-Uringan, seperti teman perempuan kantor saya 
ketinggalan lip stick lupa bawa dan menaroknya didalam tas jinjing , selesai 
makan dan sholat lohor bibir yang tadinya dipoles pagi hari sebelum ke kantor, 
warna lips sticknya pudar dan pupus, 10 menit menjelang masuk jam kantor 
setelah istirahat siang, kembali kemeja, buka tas jinjing, usai sana..usai 
sini., tas diobok-obok..lalu berteriak sambil menjerit manja.sama temen 
disamping..”aaaa…ahhhh…lips Stick ku tinggal”…uring-uringan..senewen mondar 
mandir..tanya temen perempuan lain, setelah didapat perasaan baru lega dan 
kembali perjaya diri bekerja dengan kilaun Lips Stick di bibir.
 
Cukup tiga saja saya ibaratkan
jika saya setiap hari tidak mendapatkan  “Tamparan
segelas kopi panas”..dan candu menulis saya memang harus dibantu dengan segelas
kopi panas saya tidak fanatic pada merek tertentu dalam meminum kopi yang
penting nikmat dan kopi banget. Inilah hidangan secangkir kopi panas buat anda
semua diakhir pecan ini
 
 
Salam-Kopi Panas- Kota Pinang di Edit lagi, 19 Pebruari 2010
 
PS : Kakanda Zul Tan sampaikan salam rindu saya buat Dramaga dan Asrama
Sylva  Lestari, disana tersimpan suka
duka adinda ketika menuntu ilmu di tanah seberang


      "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com";

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

<<inline: --static--bg_tulipsgreen_1.gif>>

Kirim email ke