> > *orientasi dari "panggaleh kambuik" ka "panggaleh isi kapalo" ko > memerlukan perubahan juo dalam basis budaya kito di kampuang.* >
Angku Suryadi yth. Ambo copykan (sambia menikmati *kopi* susu !) pandapek nan saroman nan diusulkan malalui http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=104 ......... Bukankah *rumah buruak* dalam bentuk bencana alam, kemiskinan, kekacauan dsb. dijadikan lahan empuk untuk mengumpulkan dana/bantuan untuk dikorupsi dengan mudah. Pemerintah R.I. mengajar rakyatnya untuk berbondong-bondong bersedia didaftar menjadi *wong cilik* nan miskin. Jaman sekarang ini, apapun yang disebut kemajuan (menurut awam memiliki banyak $ /materi) tak akan bisa diraih apabila tanpa *pendidikan yang bermutu *(sesuai dengan standar nasional ataupun internasional.) *1*. Tak akan tercapai pendidikan bermutu apabila *masalah gizi *balita tidak diselesaikan. Biarpun sekolahnya bagus, tapi bila kerusakan otak telah terjadi ketika balita, maka hasil pendidikan yang diberikan tidak akan optimal. *2*. Selanjutnya untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu diperlukan dana yang terencana. Koperasi atau *kegotong-royongan adalah sifat dasar orang Minangkabau* untuk menghimpun dana. *3*. Lalu kalaulah padat betul penghuni kampuang dan susah hidup karena tak bisa berproduksi di kampuang sendiri (..... ? ? ? ), silakan sebagian *pergi merantau* mancari cara penghidupan lain di negeri orang. *4*. Bila sudah berhasil, *kirimlah pitih ka kampuang atau kembali menetap di kampuang/pensiun*. Bila gagal di rantau tentu malu kita mau pulang, lebih baik melebur saja di rantau. Benchmark pembangunan untuk masyarakat yang berbudaya Minang, kalau bisa ambo manyabuikkannyo ialah masyarakat *nagari* Koto Gadang (sebelum kemerdekaan) dan beberapa nagari lainnya. Tinggal lagi bagaimana menambah hal-hal yang masih kurang pada kedua contoh komunitas tsb. Karena kota-kota besar kini tak lagi bersedia menerima pekerja informal (kaki limo), maka perantau dari kampuang haruslah memasuki bidang pekerjaan formal pula di negeri orang (bukan di kampuang sendiri!). Negara negara kaya di Arab, Australia, Eropa, USA, Canada masih sangat membutuhkan Tenaga Kerja Professional yang berkemampuan....dst. Salam Abraham Ilyas 64th. www.nagari.org -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
