Pak Abraham dan sanak di Palanta, Tugu yang dibangun tentara pusek di Muaro Paneh bertanggal 5-10-1959. Kalau dilihat sepintas seperti Tugu Pancasila, sebab lambang 5 sila masih jelas kelihatan. Huruf Kodam 17 Agustus sudah ditimpa berkali oleh sticker caleg. Hurufnya merah dan agak besar, ada bayangannya. Kalau dikorek bisa terkelupas. Angka 5-10-1959 baru kelihatan setelah dikorek-korek dengan kuku. Sebagian dari angkanya sudah kabur, namun angka 5 masih jelas, sehingga keseluruhan dapat dibaca. Angka 9 sudah seperti angka 8, tetapi itu tidak mungkin karena pendudukan oleh tentara pusek tidak secepat itu. Tugu itu mengingatkan kita makin mencekamnya kuku kuminih di nagari. Waktu orang pada turun dari rimbo 1961, yang muda cepat-cepat menyingkir ke Padang, Pekan Baru dan ke Jawa. Ulama ada menyingkir ke Solok dan ke Payakumbuh. Semuanya untuk menghindari tunjuk-tunjuk OPR yang makin panas. Wassalam, Muchlis Hamid, 64, Padang Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
