*Kubaca beberapa cerpen Soewardi Idris Kudapat info Wanita juga jadi korban tentara PRRI Rakyat yang tak ikut perang Tak disakiti oleh tentara pusat Cerita yang dikemas sangat indah*
Rky. Hanifah nan ambo hormati. Assalamualaikum Wr. Wb. Ambo alah mambaco seluruh cerpen Soewardi Idris yang menceritakan drama kemanusiaan dalam buku nan kito pesan melalui Pak Saaf tsb. Kesan ambo, cerpen cerpen tersebut bagus sekali karano mancaritokan musibah yang dialami para pelaku/keluarga yang terlibat PRRI dan membawa pesan yang jelas. Hanya saja tentang cerpen wanita yang jadi korban (judul: Di luar Dugaan), ambo meragukan fakta yang sebenarnya. Mana mungkin para perempuan perempuan itu digiring masuk hutan yang notabene akan memperlambat perjalanan para gerilya itu untuk kembali ke posnya. Hal ini akan memberi kesempatan kepada lawan untuk mengejar. Ciek lai nan juo disayangkan, indak ado cerpen nan mancaritokan kekejaman tentara pusat sehinggo Rky. Hanifah manulih puisi sarupo nan ambo kutip di ateh. Mungkin supayo dapek gambaran nan lengkap tentang sejarah perjuangan PRRI iko, ado baiknyo kito mambaco buku nan disabuikkan oleh bapak Taufiq Rasjid nan bajudul: "Dari Pemberontakan ke Integrasi - Sumatra Barat dan Politik Indonesia 1926- 1998 oleh Audrey Kahin. Sungguahpun baitu untuak menggambarkan kekejaman tantara Pusek terhadap rakyat yang tidak ikut perang ambo kutipkan syair berdasarkan pengalaman pribadi sbb: *Perang saudara tidak manusiawi Kampung padat dibom artileri Rakyat tak bersalah ikut mati Meninggalkan dendam rasa benci Ketika Tanjung melawan Belanda Peristiwa terjadi di agresi kedua Musuh tidak gunakan pesawat udara Apalagi bom membabi buta Belanda memakai senjata ringan * Untuk mencari pejuang kemerdekaan Gerilyawan tertangkap lalu dibebaskan Mereka dibujuk agar tidak melawan Pemerintah Soekano lain lagi PRRI dianggap musuh negeri Harus dikikis segera dibasmi Bila perlu dibunuh mati Saat penduduk mencari nafkah Menangkap belut dengan lukah Jubek ditembak di pematang sawah Dia mati bersimbah darah Mak Jubek kepala keluarga Bukan parewa, tidak tentara Beliau hanya manusia biasa Orang sipil tak bersenjata Walau tidak sedang bertempur Tentara menembak tanpa diatur Ke sekeliling kota peluru dihambur Banyak penduduk mati gugur Saat tidur terlelap pulas Tiga beranak langsung tewas Kak Nurma orang Melayu Atas Menjadi korban perang yang ganas Mungkin tentara sangat kuatir Atau sedang dimabuk bir Meriam ditembakkan tanpa pikir Korban menerima itulah takdir Ini peristiwa di puncak Simbatak ** Ke arah pasar tentara menembak Banyak yang mati bapak dan anak Ketika pekan penuh sesak Karena peristiwa dibuat kelam Penulis ingatkan dengan gurindam Perbuatan tentara melanggar HAM Biasanya PBB tak mau diam Ketika membunuh tanpa dalih Menabur dendam ibarat benih Rasa perasaan tak bisa pulih Nyawa tak mungkin diganti pitih* Salam Abraham Ilyas Lk.64th. Memaafkan kekejaman perang, tapi tidak akan melupakan. * Nagari nagari di kaupaten Tanah Datar cukup padat penduduknya, seharusnya tentara Pusat tidak perlu menggunakan senjata berat canon dan pesawat tempur, yang sangat membahayakan rakyat sipil ** Bukit Simbatak, nama sebuah bukit di nagari Sumaniak. Tentara pusat biasanya mendirikan pos pos pertahanan di puncak puncak bukit. Suatu ketika, tanpa sebab yang jelas tentara Pusat menembakkan mortir ke pekan Ahad yang sedang ramai. -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
