Sabtu, 27 February 2010
DARI KECAMUK PERANG SAUDARA KE DALLAS MENUNTUT BALAS
[Episode II - 395)
Besok kau akan bebas seperti janji Komandan RTP.
Jika engkau menang, maka engkau juga akan menerima kebebasanmu tanpa harus
khawatir sedikitpun.
Engkau hanya kami pinjam untuk membuktikan, apakah memang ada orang yang lebih
tangguh dari seorang anggota pasukan RPKAD!”
Si Bungsupun akhirnya menerima kenyataan yang aneh ini. Aneh karena tak pernah
terfikirkan olehnya, bahwa akan ada peristiwa begini. Dia memasang kuda-kuda,
letnan ini juga.
Tiba-tiba si letnan membuka serangan dengan sebuah tendangan. Si Bungsu
mengelak ke samping dan menyapu kaki letnan itu. Namun letnan itu tiba-tiba
menghentikan gerak majunya.
Dia membalik separoh putaran dan tangannya memukul menyamping ke pangkal
telinga si Bungsu. Cepat dan kuat serta terarah sekali. Si Bungsu dapat
menangkap gerak itu. Dia menunduk. Namun tak urung pelipisnya kena geser.
Kendati hanya kena geser, pelipisnya terasa panas.
Kini mereka berhadapan lagi. Letnan itu kembali menyerang dengan dua pukulan
yang amat cepat. Si Bungsu mundur, dan ini kesalahannya yang pertama.
Diserang beruntun, orang tak boleh bergerak mundur, harus menyamping. Kesalahan
itu harus dia tebus dengan sebuah hantaman di perutnya.
Tak ampun, tubuhnya terjengkang.
Namun letnan itu tak memburunya.
Dia tetap menanti tegak.
Si Bungsu tegak.
Bersiap lagi.
Letnan itu membentak dan menyerang dengan kombinasi tendangan dan pukulan. Si
Bungsu mengelakkan tendangan pertama. Kemudian begitu pukulan letnan itu
bergerak, dia mendahuluinya dengan pukulan yang lebih cepat.
Namun lebih cepat pula letnan itu menangkis dan balas menyerang dengan
tendangan kedua! Si Bungsu bergerak ke samping, dari samping dia mengirimkan
sebuah tendangan ke rusuk letnan itu! Kena!
Letnan itu menyeringai. Namun dia segera bersiap dan menyerang cepat sekali.
Ketika si Bungsu menangkis, dengan cepat letnan itu bergerak menangkap ujung
bajunya.
Lalu dia berputar dan sebuah bantingan tiba-tiba menghadang si Bungsu.
Tubuhnya dia rasakan melayang di udara.
”Jika engkau dibanting orang, Bungsu-san, usahakan berputar. Mungkin sulit,
tapi usahakan agar posisi badanmu seperti menelungkup di udara.
Setelah itu yang akan kau usahakan hanyalah mendahulukan kakimu turun ke tanah.
Kau akan tetap jatuh tegak di atas kedua kakimu...”
Begitu dulu Kenji mengajar dan melatihnya ilmu judo dengan tekun. Kini ilmu itu
dia pergunakan. Sesaat ketika letnan itu berputar untuk membanting, dia
berusaha menanamkan kuda-kuda yang kukuh di lantai.
Namun sentakkan tangan dan pukulan pinggul letnan itu telah lebih dahulu
mematahkan keseimbangannya. Tubuhnya telah terangkat dan dibanting melayang.
Maka kini usahanya hanyalah memutar tubuhnya yang tertelentang diudara itu.
Dia berhasil dan snap...!
Tubuhnya jatuh dengan kaki duluan!
Mereka kini tegak berhadapan.
Tangannya masih dipegang oleh letnan itu yang untuk sesaat tertegun menyaksikan
betapa anak muda itu tak bisa dibanting jatuh.
Sesaat! Ya, hanya sesaat, tapi itu sudah cukup bagi si Bungsu untuk balas
menyentakkan tangan letnan yang memegang tangannya.
Kini tubuhnya yang berputar, pinggulnya menghantam bahagian depan tubuh letnan
itu.
Cepat sekali, sebuah bantingan lewat pinggang menyebabkan letnan itu terbanting
di lantai!
Ya, bantingan lewat pinggang.
Hanya bantingan lewat pinggang yang bernama Uki-Goshi itulah yang tak bisa
dicounter.
Sebab selain tangan, maka pinggang yang dibanting dipeluk erat oleh yang
membanting. Lain halnya dengan bantingan Soinage yaitu membanting orang lewat
bahu seperti yang dilakukan letnan itu pada si Bungsu tadi.
Pada bantingan Soinage, yang dipegang hanya lengan baju atau sebelah tangan
lawan. Sementara bahagian tubuh lainnya bebas.
Begitu terbanting, karena letnan itu tadi mengatakan bahwa dia pernah belajar
judo ketika dalam pendidikan di Amerika, maka si Bungsu melanjutkannya dengan
mengunci leher letnan itu di lantai.
Dia menunduk rapat di atas kepala si letnan.
Sebuah kuncian yang menurut Kenji dahulu bernama Keshagatame.
Letnan itu berusaha melepaskan kunciannya.
Namun pitingan lengan si Bungsu seperti jepitan kepiting. Akhirnya si letnan
menepuk punggung si Bungsu tanda menyerah.
Si Bungsu melepaskannya.
Terdengar tepuk tangan meriah dari anggota RPKAD yang menonton. Si Bungsu
mundur beberapa langkah. Letnan itu tegak.
”Tehnik mengcounter, membanting dan kuncianmu hampir sempurna, kawan. Saya
ingin tahu sampai dimana silat Minangmu yang kesohor itu,” ujar si letnan yang
nampaknya masih berminat.
Dia menyerang dengan pukulan-pukulan beruntun. Pukulan dan tendangan karate
yang luar biasa cepatnya. Si Bungsu terpaksa main elak dan main mundur.
Beberapa kali bibir dan jidatnya nyaris dihantam kepalan tangan si letnan yang
hebat itu.
Namun sepandai-pandai mengelak, kerugian berada di pihak yasng bertahan. Dia
tak sempat membalas. Sikap agresif menyerang nampaknya memang dilkan bagi
anggota-anggota RPKAD itu.
Mereka memang diajar untuk mahir mempergunakan tangan dan kaki sama
berbahayanya seperti senjata tajam. Dan si Bungsu mendapat ”bagian” sampai
tiga kali.
Kali pertama sebuah pukulan yang mendarat di bibirnya.
Bibirnya yang...
"Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com"
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe