Dunsanak Sadonyo.

 

Kalau manuruik ambo, iko baru keluarga hebat. 

Tanpa melalui seminar dan diskusi panjang lebar tentang emansipasi,
akseptabilias pemimpin wanita, atau bahkan rame "darft" RUU nikah siri, 2
istri Bupati menjadi calon Bupati

 

Riri

Bekasi, L, 47

 

http://id.news.yahoo.com/dtik/20100301/tid-dua-istri-bupati-kediri-bersaing-
ber-b1ae096.html

 


Dua Istri Bupati Kediri Bersaing Berebut Kursi Bupati


 

detikcom - Selasa, 2 Maret

 

Kalender 12 Mei 2010 mendatang, Kabupaten Kediri punya gawe pemilihan bupati
untuk masa bakti 2010-2015. Dari sejumlah nama yang mencuat bakal
mencalonkan diri, dua diantaranya tercatat sebagai istri bupati saat ini,
Sutrisno.

Dua istri tersebut yakni Hj Haryanti, yang tercatat istri sah dan Hj
Nurlaila, yang tercatat sebagai istri kedua dengan status nikah siri. Istri
kedua saat ini tercatat sebagai Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates,
sedangkan suami pertamanya meninggal dunia karena perampokan beberapa tahun
silam.

Lantas mengapa kedua istri Bupati Kediri tersebut bersaing untuk
memperebutkan menggantikan suaminya, yang jabatannya akan resmi berakhir 19
Agustus 2010 mendatang?

Haryanti, sebagai istri pertama, mengaku pencalonan dirinya dilatarbelakangi
keinginan  memperbaiki kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri yang diakui
belum maksimal. Hal itu diketahui setelah dalam 10 tahun terakhir
mendampingi suaminya menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK.

"Ibu melihat, terutama di daerah pelosok masih perlu sentuhan untuk
perbaikan kesejahteraan masyarakat. Dari sana beliau tersentuh untuk bisa
turun langsung menyalurkan kemampuannya," kata Kabag Humas Pemerintah
Kabupaten Kediri, Eko Setiyono, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Senin
(1/3/2010).

Eko, mengungkapkan, pencalonan Haryanti secara tegas ingin melanjutkan
keberhasilan pembangunan Kabupaten Kediri yang telah dicapai suaminya. "Mau
tidak mau nantinya juga mencalonkan, makanya dalam banyak poster dan spanduk
Bu Haryanti, menggunakan tagline teruskan," imbuhnya.

Haryanti, sendiri dalam pencalonannya akan menggandeng Maskuri, lelaki yang
menjadi bawahan suaminya dengan jabatan Camat Gampengrejo. Pasangan tersebut
sejauh ini sudah mengantongi dukungan dari PDIP, Partai Hanura dan PKNU.

Di tengah desakan netral PNS dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah, Eko,
selama ini memang dikenal sebagai juru bicara Pemerintah Kabupaten Kediri,
termasuk mengenai pencalonan Haryanti sebagai istri Bupati Sutrisno.
Permintaan detiksurabaya.com untuk bisa wawancara secara langsung belum bisa
dipenuhi, dengan alasan kepadatan jadwal.

Namun secara terpisah, Nurlaila, saat dikonfirmasi pencalonannya menolak
anggapan bersaing untuk mendapatkan perhatian Bupati Sutrisno. Dia mengaku
pencalonannya bukan atas perintah sang suami, dengan apapun yang akan
didapatkan siap dihadapi.

"Prinsip saya apapun yang akan terjadi dan saya hadapi, saya akan selalu
optimis," ujar Nurlaila, saat ditemui detiksurabaya.com di sela-sela
pendaftaran dirinya melalui Partai Demokrat, pertengahan Februari 2010 lalu.

Nurlaila, memang sempat mendaftar menjadi bakal calon bupati dari Partai
Demokrat, meski akhirnya gagal mendapatkan rekomendasi. Kabar terbaru,
Nurlaela akan berangkat menjadi calon bupati dari koalisi PAN, Partai
Golkar, Gerindra dan PKS. Untuk pasangannya, akhir-akhir ini Nurlaila banyak
dikaitkan dengan Samsul Widodo, staf Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(Bapenas) di Jakarta.

Meski menolak anggapan bersaing dalam memperebutkan perhatian dan kasih
sayang dengan Haryanti, Nurlaila mengaku pencalonannya tak lepas dari
bantuan sang suami, baik dari segi finansial atau hal lainnya. Termasuk
dalam perizinan kegiatan sosialisasi, bila terkendala di tingkat Kepala
Kepolisian tingkat polsek dan camat, izin akan didapatkan dengan mudah bila
sudah menghubungi sang suami.

Sementara pemilihan bupati Kediri dijadwalkan dilaksanakan tanggal 12 Mei
2010 mendatang, dengan pendaftaran bakal calon dibuka 5 - 11 Maret
mendatang. Selain Haryanti dan Nurlaila, nama kandidat yang juga mencuat
adalah pasangan Sunardi dan Sulaeman Lubis, yang menjadi jagoan dari Partai
Demokrat dan PKB.

Untuk bakal calon dari jalur perseorangan dipastikan tidak ada, setelah
pasangan Subani dan Masruki sebagai satu-satu yang mendaftar dipastikan
gagal, karena bukti dukungan yang disertakan tidak mencukupi.

 

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke