Adidunsanak palanta budiman, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Sebuah tulisan seperti biasanya kuliner ala kampuang, silahkan sigi di http://www.facebook.com/note.php?saved <http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest¬e_id=339052173871> &&suggest¬e_id=339052173871 Selamat menikmati. Pensi Vs Kerang By : Rina Permadi Penganan masa kecilku yang asin sekaligus enak luar biasa ini, kadang selalu ku kangeni. Salah satu yang membuat saya rajin berangkat pergi mengaji adalah sebuah kedai yang namanya Lapau Tek Pin terletak sebelum MIS Baburrahmah tempatku diajari mengaji dulu. Di lapau ini hampir selalu menyajikan si Pensi yang wangi semerbak dan dalam kondisi masih panas. Luar biasa enaknya menurut lidah kecil saya sewaktu masih bau kencur itu. Sambil 'mangulek' si pensi yang bewarna hitam ini sampai jugalah di tempat mengaji. si Pensi di kantong plastik bening kecil inipun di ikat pakai gelang karet dan dimasukkan ke dalam laci meja belajar mengaji di MIS Baburrahmah. Terkadang karena sangat kepingin sekali, sering nyuri-nyuri makan pensi ini ketika giliran mengaji masih jauh atau sudah terlewat jauh (dasar bandel !). Pekarangan di belakang tempat mengaji yang bertingkat dua ini selalu dihujani oleh kulit pensi terutama ketika pas bel istirahat berbunyi. Anak-anak kecil yang sekarang udah pada jadi ibuk-ibuk itu seperti berlomba menyudahi 'kulek'an' pensi mereka masing-masing. Kemahiran mereka ini sudah tidak diragukan lagi. Se'tungkuih' plastik pensi yang berisi ratusan pensi itu sekejab langsung berubah jadi kulit2 pensi dan isinya berpindah ke perut mereka, penyumbang kepada asupan protein yang sangat dibutuhkan tubuh mereka kala itu. Termasuk aku tentunya. Ketika pulang 'rayo' kemaren, kembali aku dapatkan 3 bungkus pensi asli dari Maninjau, tapi kurasa masih tidak terkalahkan enaknya pensi Tek Pin. Sangat lucu sekali ketika MAs disuruh makan pensi ini, si pensi di masukkan ke mulut trus 'krek' pensinya hancur dengan kulit-kulitnya..hahaha..semua orang tertawa...Setelah itu MAs hanya memperhatikan aku makan pensi dengan santai dan cepat. Kok bisa ya?; katanya Berkali-kali dia mencoba tetapi slalu gagal :-( Selang satu jam tinggal kulit pensi yang menggunung di 'cipia'. Dibawah Janjang Gantuang Pasa Bawah Bukittiggi masih kulihat seorang penjual pensi beberapa waktu nan lepas. Namun rasa pensinya masih di bawah standart Pensi Lapau Tek Pin itu. Anda yang tinggal di Bukittinggi tentu tau dengan Janjang Gantuang bukan???... Kalo gak tau, yooo hancau kabirau (lagi). Kalo gak salah Prof kita Pak Emi sudah begitu 'pasa' dengan halnya Janjang Gantuang ini. Apakah beliau ada ketemu penjual Pensi di bawah janjang yang arah Pasa Bawah? Back to kuliner.. Di rantau ku ini sering kali aku 'teragak' dan 'menyada' ingin sekali makan pensi, ape nak di kate 'pensi tu bana nan indak ado disiko. Ketika aku 'meojok-ojok' ke pekan nak mencari pantau pesanan kawanku yang 'manyada hati' nak palai bada itu, aku juga menemukan kerang laut sebagai 'palapeh-lapeh ueh' pengin makan pensi. Oke yok kite pulang kat rumah.. berjibaku di dapur untuk menciptakan sensasi pensi ala jadul ku itu. Sila 'caliak' prosesi ini, lumayan pengobat hati kangen ama SANG PENSI .............. Batam, March 02nd, 2010 <Photo 1><Photo 2> -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
