Assalamualaikum wr wb
Ini sedikit aspresiasi saya atas atau akan diluncurkannya buku IJP, yang tadi kok nggak masuk ke Inbox ya..(SPAM kali ya) Selamat baca semoga bermanfaat terutama bagi penulisnya ### Dari judulnya saja sudah menarik, sebuah pengalaman lika liku penuh warna warni seorang IJP mulai dari kecil dikampuang sampai menjadi politikus "Mengalir meniti Ombak" Ini sebuah ungkapan yang Philosopis menurut saya, kebanyakan orang dan berkata "klise" seperti "mengalir saja seperti air" misalnya Bagi saya yang orang pantai (urang pasia) dan begitu larut dengan segala kehidupan pantai dengan segala hiruk pikuknya mulai dari anak dan remaja di Pantai Air Tawar dulu kala dan saat bekerja sebut saja di Muko2, Mentawai, Padang, Simeulue selalu Pantai dan kehidupannya sangat menarik Jadi seperti judul buku IJPn saya tahu persis bagaimana ombak itu kala bermain2 serta karakternya, Mengalir meniti Ombak, bisa jadi ini sebuah lika liku perjalanan yang banyak tantangan, bukan perkara mudah meniti ombak, atau kata lain tidak semudah seperti mengikuti air mengalir Inilah ombak2 istilah nelayan kita boleh juga inilah yang di Titi IJP tersebut sehingga ia tentu dapat mengatasinya dengan ilmu dan pengalamannya untuk terus berjuang dan berjuang tanpa kenal lelah yang terkadang kegagalan yang di dapat (3 Kekalahan) tapi seperti istilah gaul sekarang Mudah2an IJP tetap eksis..tapi jangan lebay pliss :) walau di periode tahun lalu ada 3 Kekelahan 1. Ombak bertepuk (ombak batapuak) Ini adalah sebuah ombak diluar dugaan, awal seperti biasa datang dari arah lautan menuju daratan tapi terjadi perubahan angin tiba2 maka membuat ombak dari daratan datang dan bertemu maka bertepuk lah ombak itu memecah dengan kekuatan saling hantam,cara yang paling jitu menghindari ombak bertepuk ini ketika saya mandi2 di laut bersama anak nelayan yang mengajarkan saya adalah, segera menyelam kebawah jangan disonsong kedua ombak yang bertepuk itu yang berakibat kita dihempasnya dan nanar dan berbahaya jika kita nanar ditengah lautan tersebut hilang keseimbangan maka akan diseret arus ombak atau bisa juga setelah menyelam lalu kita muncul di depan ombak yang akan bertepuk maka kita bisa menyaksikan omabk tersebut bertepuk bergemuruh sebuah pemandangan yang mengasyikan sambil kita mempelajari karakter "ombak yang bertepuk" ini sehingga kedepan kita tahu persis bagaimana pola dan karakter ombak yang akan bertepuk 2. Ombak Toro Saya tidak tahu persis itu istilah populer nelayan di pantai air tawar untuk ombak yang membuai kita bermain-main apa istilahnya di pantai nelayan lain di ranah minang apakah Ombak Toro juga ? Begini ombak tersebut, ditengah dia telah menggunung tinggi tapi belum memecah, nah kita bisa berseluncur (surfing) bisa dengan merentang tangan dan badan seperti berenang atau bantuan sebilah papan yang dipegang lalu kita hanyut meluncur bersama ombak ini ketepian sebelum memecah, nah jika kita terlena dengan buaian ombak toro ini bisa berbahaya, masih saja kita asyuk dibuainya tapi tiba2 tiba kita ombak ini memecah menjelang menghantam bibir pantai, maka kita akan dipulun dan dihempaskannya ke bibir pantai yang berpasir cukup sakit bisa mata dan telinga banyak masuk pasir 3. Ombak Bergeduru (Bagaduru) Saat saya asyik bermain2 dan mandi2 ditengah laut dan bermain ombak tiba2 datang satu dua bahkan tiga ombak beriringan dari belakang yang akan menghembaskan kita jika kita lalai, cara meantisipasinya segera menyelam sejauh2nya kedasar laut sampai ombak itu lewat, maka kita akan mendengar sensai bunyi ombak yang berkeduru diatas kepala kita, setelah lewat ombak itu maka kita baru keluar dari menyelam Jika kita secara fisik dan matang pengalaman maka walaupun tidak menyelam bisa kita menghadang dan meniti ombak ini, seperti anak2 nelayan teman saya yang berpengalaman, dia tahu "slah" nya menghadang ombak bergeduru ini tanpa dibawa ombak dan dihempaskan, tapi jika salah2 perhitungan ombalk ini akan mempulkun kita ke pinggir pantai, akibatnya kita nanar, banyak terminum air laut yang asin serta akibat lainnya, bisa jadi arus balik menyeret kita yang sedang nanar dan berakibat kita hanyut terseret ketengahnya dan meregang nyawa, hal ini pernah dialami teman SMP saya ketika pulang sekolah jam 10 an (guru rapat) mandi2 di pantai, kawan kami terseret ombak dan akhirnya meninggal. 4. Ombak Kaget (Tiba2) Awalnya lautan tempat kita bermain dengan asyik tenang dan damai, hanya riak-riak kecil, tapi sungguh saya pernah mengalaminya tiba2 ada ombak menggunung dari belakang bisa jadi karena perubahan angin maka ketika belum siap menghadapinya di gulungnya kita, cara menghadapi dan meniti ombak yang tiba2 ini adalah jalan aman segeralah menyilam kedasar lautan sesegera mungkin biarkan ombak berlalu diatas kepala kita yang sedang menyelam Fenomena ombak seperti ini sungguh pernah hampir merenggut nyawa saya dan teman saya di Simeulue tapi bukan mandi2 tapi memancing di tubir karang, kelihatannya tenah dan mengasikan berdiri di karang sedikit menjorok ke laut, angin tenang tidak berombak, hanya riak2 kecil menghembas manja mata kaki saya. Tapi tiba2 secara tiba2 datang ombak besar tanpa diduga, saya dan teman saya di hempasnya, joran ditangan lepas, saya terbanting ke laut hanyut kami saling berpegangan meraih tubir karang dan naik segera menghindar sebeluim diseret arus ombak, basah kuyup, teman saya yang namanya Indra Kurniawan sekarang di Jerman dapet bea siswa (ada di FB saya) dompet dan hapenya basah dan rusak, tapi dompet dan hape saya berpijak pada pengalaman juga maka sebelum saya kantongi di tas pinggang saya bungkus rapat2 dengan plastik dan masih aman tidak terendam air laut Fenomena ombak tiba2 ini akhirnya kami baru sadar bahwa sebelumnya terjadi gempa berkekuatan sedang, maka berakibat ombak tiba2, jadi hati2lah meniti ombak tiba2 yang tanpa diduga ini pelajaran..jangan disangka laut yang tenang tidak mengundang marabahaya, dalam kehidupan meniti ombak IJP tentu Ia tahu persis siapa2 yang tenang tapi menghanyutkan dan bikin karam Itu 4 tipe ombak dan ada lagi sebenarnya, tapi ketika kita seperti judul IJP bisa menitinya maka mudah2an kita bisa selamat dan tentunya kedepan IJP akan meniti ombak lagi bukan untuk kekalahan tapi untuk sebuah kemenangan berpijak pada pengalaman tahun sebelumnya "meniti ombak" Ya saya memberikan apresiasi atas philosopy ini "meniti ombak mengalir"..saya memang kurang respek jika ada orang berkata "yaaah seperti air mengalir sajalah" ini sebuah ungkapan lazim diucapkan selebriti yang hidupnya serba instan, mau cepat segala sesuatu diraih kepoluleran dan materi yang terkadang tidak mudah Ia harapkan sebagaimana mudahnya "air mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah" Terakhir selamat atas peluncuran buku IJP, semoga bermanfaat bagi yang membacanya Kita berharap kita2 members RN yang ingin mendapatkan buku ini dapat special price dari IJP dan tanda tangan lansung dari penulisnya Tapi saya berharap atas permohonan ini Don't say IJP ; Jangan lebay pliss JP Selamat Wass-Jepe Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
