Mamak dulu mamak sekarang

 

Kemenakan sekarang tentu sudah berbeda jauh dengan kemenakan zaman
'saisuak'. Kemenakan dahulu mungkin dekat dengan mamaknya. Mamaknya
banyak memberikan perhatian pada kemenakannya karena ayah dari
kemenakannya juga sibuk mengurusi kemenakan dalam kaumnya.

 

Dalam adat disepakati, tugas mamak terhadap kemenakannya adalah
membimbing. Termasuk mencarikan kemenakan perempuannya jodoh yang
sesuai. Membangunkan rumah kalau tidak punya rumah, tentunya di tanah
pusako dan dengan dana dari hasil pemakaian sawah ladang pusako oleh
para mamak. Memperbaiki rumah kemenakan. Mengurusi masalah2 kemenakan,
mendamaikan kemenakan yang terlibat konflik.

 

Rasanya itulah peran mamak dimasa dahulunya.

 

Tapi kemenakan sekarang sudah berbeda. Dengan penerapan adat bersendikan
syara', maka peran mamak sudah beralih ke tangan ayah. Ayah yang
memikirkan nasib anak-anaknya ; pendidikan anaknya, jodoh anaknya, biaya
pernikahan anaknya sekaligus memberi modal utk anaknya membuka usaha.

 

Anak-anak sekarang hidup dari harta pencarian orang tuanya, bukan lagi
dari hasil pemanfaatan harta pusako warisan nenek atau mamaknya.

 

Begitu pula mamak-mamak sekarang, sudah sibuk mengurusi anaknya saja dan
membiayai sekolah anaknya.

 

Mamak-mamak sekarang sekali-sekali saja datang menjenguk kemenakannya.

 

Ayah sekarang sudah berkuasa di rumahnya sendiri. Ia belikan rumah untuk
istri dan anak-anaknya dari pencarian sendiri atau berdua dengan
istrinya. Tidak lagi tinggal di rumah mertua atau di tanah pusako.

 

Keluarga Minang sekarang adalah keluarga-keluarga mandiri yang tidak
tergantung pada tanah ulayat di kampung halaman. Keluarga-keluarga
Minang sekarang lebih senang hidup di rantau, lebih bebas. Jauh dari
konflik badunsanak. Jauh dari memperebutkan pusako dan sako. Tidak lagi
diintervensi mamak.

 

Keminangan tinggal suku saja yang kadang-kadang pun tidak tahu lagi
entah mereka bersuku apa. Tinggal asal usul saja. Bahasa sehari-hari pun
bahasa nasional, bahasa persatuan.

 

Keminangan baru terasa ketika pulang kampung. Anak-anak sekarang dekat
dengan keluarga ayahnya atau yang disebut induak bako kalau lagi pulang
kampung. Karena memang anak-anaknya dibesarkan oleh ayahnya, sedikit
sekali mendapatkan perhatian dari mamaknya.

 

Dahulu seorang ayah merasa sebagai 'abu diateh tungku' bila berada di
rumah istrinya alias rumah mertua di tanah pusako istrinya. Sekarang
tidak ada lagi istilah 'rumah istri' melainkan rumah kita atau rumah
suami-istri karena memang hasil pencarian suami istri. Kalau datang
mertua dari kampung, maka label 'abu diateh tungku' pun beralih pada
mertua.

 

Kemenakan sekarang pun tak lagi terlalu berharap pada mamaknya karena ia
faham mamaknya juga punya tanggung jawab tersendiri di rumah tangganya.

 

Kalaupun sekarang mamak masih diharapkan kepedulian dan tanggungjawabnya
karena dulu mamak bersekolah tinggi dan membuka usaha dengan modal dari
nenek, ibu dari ibu. Jadi sudah sewajarnya mamak ikut memberikan
perhatian pada nenek kami.

 

Nenek pun bebas mau pergi kemana. Mau tinggal sama siapa. Sama mamak
boleh. Sama ibu pun boleh. Tapi tentu sesuai kemampuan masing2.

 

Dulu pernikahan ideal adalah menikah dengan anak mamak. Sekarang
pernikahan ideal adalah pernikahan yang dilandasi oleh rasa suka, rasa
saling percaya dan rasa saling bertanggung jawab. Sekalipun anak mamak
kalau tidak memenuhi kriteria tersebut maka pernikahan dengan anak mamak
adalah suatu hal yang tak mungkin direncanakan.

 

Lain mamak dahulu, beda kemenakan sekarang

Beda kemenakan dahulu, lain pula mamak sekarang

 

Batam, 4 Maret 2009

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke