*Salah satunyo mungkin iko alasan Hamka mambuek buku "Ayahku".
Baa kok indak nyo buek judul bukunyo "Mamakku".
*
Malin Mancayo sarato Dunsanak nan ambo hormati.

Memang peranan mamak di maso kini (dalam *adat nan teradat/adat istiadat*)
indak tabaco dek ambo dalam karya karya sastrawan MK masokini.

Kaba peranan ayah selain karya Hamka, ado nan rancak pulo dibaco dengan
judul "Pitaruah Ayah". Maaf bagi nan sudah mambaco.

Supayo ado "*gayuang basambuik, kato bajawab*", nampaknyo paralu pulo dibuek
kaba dengan judul "Aku menggugat mamakku.......he he !!

**

*Pakiriman indak baturuik an, pitaruah indak batunggui.*    *Kiriman *tidak
diikuti/dikawal, *pitaruah* tidak ditunggu.
taruh ---> tarok = letakkan.
taruhan = benda yang diletakkan/dinyatakan sebagai bukti kesungguhan orang
yang memberi.
Pitaruah hanya diberikan kepada orang yang dipercayai.

Menurut syarak (syariat): kelak di Padang Mahsyar ketika seorang manusia
diadili, akan terjadi persaksian antara orang tua/bapak dengan anaknya.
Apakah ayah telah memberi bekal/pitaruah, sebagai tanggung jawab seorang
bapak saat hidup di dunia.

Sedangkan menurut adat nan berlaku bagi lelaki Minang Kabau disebutkan, *Anak
dipangku, kamanakan dibimbiang.*
Adalah kewajiban seorang mamak Minang Kabau untuk membimbiang kamanakan agar
menjadi *urang tahu di nan Ompek.*

Kedua-duanya perlu dibaca dan dipahami oleh generasi muda guna menghadapi
globalisasi peradaban saat ini; dengan demikian jalan (aturan/ideologi) dari
nenek-moyang kita tidak seenaknya diganti oleh urang lalu (iklan kapitalisme
dunia !).
Bila Anda membaca kedua esei ini, lalu meneruskannya juga kepada orang lain,
tentulah Dunsanak telah *memangku anak dan membimbiang
kamanakan*sebagaimana diajarkan oleh Dt. Parpatiah nan Sebatang dan
Dt.
Katumangguangan.
 *PITARUAH AYAH, TITIPAN-PESAN SEORANG BAPAK KEPADA ANAKNYA, SEBELUM DIA
MENINGGALKAN DUNIA yang FANA INI*
disusun oleh Yus Dt. Parpatiah, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
oleh: Drs. H. Noor Indones St. Sati,
diedit html oleh Lembaga Kekerabatan Dt. Soda         *UTANG SEORANG BAPAK
MINANG KABAU*   *Anak kanduang sibiran tulang,*     Anak kandung serpihan
tulang,  *buah hati, limpo bakuruang*         buah hati, limpa
berkurung,  *ubek
jariah, palarai damam,*          obat payah, penyembuh demam,  *Sidingin
tempe di kapalo.*          Sidingin tempel di kepala  Sidingin: sejenis
tanaman obat, untuk penurun panas tubuh  *Ka mari-mari malah duduak !*
Mendekatlah ananda duduk ke sini !  *ado rundiangan nak disampaikan !*
ada pesan-pesan yang akan disampaikan.        *Jikok ditiliak
dipandang-pandang.*          Jika ditilik, dipandang-pandang  *Dicaliak umua
nan tapakai*          Dilihat umur yang telah ada  *Badan ayah samakin tuo !
*     badan.............dst
selengkapnya silakan klik di: http://nagari.or.id/?moda=pitaruah

Salam

Abraham Ilyas Lk. 64 th.

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke