Bapak Saaf

Bagaimana kalau pabrik pengalengan ikan yang akan di bangun?

Mungkin akan banyak menyerap tenaga kerja.
Lumayan untuk megatasi pengangguran ...

Menangkap ikan di laut, mungkin pakai ilmu alam takambang jadi guru, masih 
memungkinkan. ikut-ikut kapal dulu, trus nanti jadi jagoan sendiri kalau mau 
belajar. 

Sekedar ide saja. hanifah juga nggak mengerti tentang pengalengan ikan dan 
penagkapan ikan

Wass

Hanifah


--- On Fri, 3/5/10, Riri Mairizal Chaidir <[email protected]> wrote:

From: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
Subject: RE: [...@ntau-net] LAUT SEBAGAI PUSAKO TINGGI MINANGKABAU
To: [email protected]
Date: Friday, March 5, 2010, 11:16 AM




 
 







Pak Saaf 

   

Bahwa potensi laut kita kaya, Iya, saya percaya. Bahwa untuk mengelola
potensi ini diperlukan orang yang berpendidikan cukup tentang laut, saya juga
percaya. Bahwa permintaah untuk ABK tinggi, itu juga saya percaya. 

   

Tapi kalau untuk itu kita perlu merespon dengan mendirikan
sekolah pelayaran? Ya saya pikir perlu dipertimbangkan dengan hati2. Kecuali 
kalau
ada semacam “jaminan” bahwa alumni sekolah yang akan Pak Saaf
bangun itu bisa diterima oleh perusahaan pelayaran.  

   

Ambo ndak tau, seberapa besar pengaruh nama almamater di bisnis
pelayaran. Tantu Mak Darul nan labiah tau nan bisa memberikan pencerahan. Nan 
nampak
di ambo, beberepa urang keluarga ambo nan karajo di lauik, nama almamater itu
sangat berpengaruh. 

   

Riri 

Bekasi, l, 47 

   

   

   

   

   

   

   

   



From:
[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Dr.Saafroedin
BAHAR

Sent: Friday, March 05, 2010 9:22 AM

To: rantaunet rantaunet rantaunet

Cc: Ir. Raja Ermansyah YAMIN; Dr Mochtar NAIM; Farhan Muin DATUK
BAGINDO; azmi datuk bagindo; Dr. Gusti ASNAN; H.Julius Datuk Malako nan Putiah;
Darul MAKMUR

Subject: [...@ntau-net] LAUT SEBAGAI PUSAKO TINGGI MINANGKABAU 



   


 
  
  
  Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, 
  Selama ini orientasi kita orang Minangkabau terkesan sangat terikat dengan
  darat belaka, sehingga mengabaikan potensi laut, yang bisa dipandang sebagai
  'pusako tinggi' Minangkabau. Padahal, seperti ditulis oleh Prof Dr Gusti
  Asnan, pesisir Barat  Minangkabau juga pernah jaya di laut, dalam
  perdagangan internasional sekitar abad ke 18 dan 19.Rasanya kita bisa
  mengembalikan kejayaan Minangkabau di laut. 
  Secara berkebetulan saya mengenal beberapa urang awak, yang justru 'besar
  di laut', antara lain Capt Darul Makmur, dan -- tentu saja -- Inyiak Lako.
  Pak etek saya Thamrin (almarhum) adalah kapten kapal. Ipar saya Ismet Hermet
  dan kemenakan saya Timoer Indra Prasta juga pernah berkiprah di laut. Seorang
  keluarga dari isteri saya sekarang juga jadi kapten kapal.  
  Dahulu di Teluk Bayur pernah ada galangan kapal. Sekarang kita tahu bahwa
  Bungus juga dirancang sebagai pelabuhan ikan.  Rupanya Lautan Hindia di
  depan pantai Sumatera Barat sangat kaya dengan ikan tuna, yang sekarang sudah
  diekspor dengan pesawat Cardig Air. Bp Ir Ermansyah Yamin Dt Tanmapiluti --
  yang memperoleh pendidikan di Jepang -- bahkan sudah melakukan uji coba
  ekspor cumi-cumi dan octopus. Bukan main. 
  Adalah alamiah, bahwa dalam berbincang-bincang di SC KKM 2010 berkembang
  gagasan kuat untuk mendayagunakan potensi laut ini sebagai wujud rasa syukur
  kepada Allah swt, dengan menjadikannya sebagai lahan baru untuk lapangan
  kerja kaum muda.  
  Dalam hubungan ini ada hasrat untuk mendirikan sebuah akademi maritim,
  bekerjasama dengan perguruan tinggi yang sudah ada.Ternyata, permintaan untuk
  anak buah kapal (ABK) sangat tinggi, sehingga rasanya tak akan cukup
  terpenuhi. 
  Bagaimana pendapat sanak sekalian ? 
  
  
     
  
  
     
  
  Wassalam,

  Saafroedin Bahar 
  
  
  (Laki-laki,
  masuk 73 th, Jakarta)  
  
     
     
     
   
     
     
     
  
  
 


   

--


.

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 



 



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke