Mudah-mudahan Prof Uli Kozok dengan perhatian dan researchnya yang mendalam 
untuk Sumatera Tengah, penelanan teks-teks sejarah sungguh-sungguh dapat 
ditinjuau jauh sampai ke akar-akarnya. Generasi anak-anak sekolah kita bersama 
guru-gurunya sejak lebih setengah abad ini turun temurun sudah tertelan dengan 
diktat-diktat dan hafalan-hafalan buku sejarah seperti Armyn Pane bahkan 
pensyarahan-pensyarahan Mr. Moh Yamin dengan mementingkan Nagara Kertagamanya 
untuk filsafah sejarah sendinegara.

Salam,
--MakANgah

--- In [email protected], Harman <harman_ira...@...> wrote:
>
> 
> http://www.detiknews.com/read/2010/03/09/162301/1314650/10/banyak-kejanggalan-sejarah-adityawarman-diteliti-ulang
> 
> Selasa, 09/03/2010 16:23 WIB
> Banyak Kejanggalan, Sejarah Adityawarman Diteliti Ulang
> Khairul Ikhwan - detikNews
> 
> Medan - Sejarah sosok Adityawarman yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan 
> Malayupura (Pagaruyung) di Sumatera Barat, diteliti ulang oleh Prof Uli Kozok 
> dari University of Hawaii, Amerika Serikat. Sejauh ini penelitian tersebut 
> menemukan banyak kejanggalan dari catatan sejarah yang sudah dituliskan.
>  
> Penelitian tersebut masih dilaksanakan Uli Kozok hingga sekarang. Beberapa 
> kejanggalan yang sudah ditemukan, antara lain fakta bahwa Adityawarman 
> bukanlah utusan Majapahit untuk wilayah Pulau Sumatera, dan kebenaran tentang 
> lokasi makamnya juga diragukan.
>  
> "Catatan yang menyebutkan makam Adityawarman di Kubur Raja, itu tidak 
> benar.Tidak ada daerah dengan nama seperti itu, yang ada hanya Kubu Raja, 
> atau Kubu Rajo, yang menunjukkan itu merupakan lokasi kubu atau benteng 
> pertahanan kerajaan, bukan lokasi pemakaman. Sedangkan makam Adityawarman 
> tidak diketahui sejauh ini," ujar Kozok di Universitas Negeri Medan (Unimed) 
> Jl. Willem Iskandar, Medan, Selasa (9/3/2010).
>  
> Kozok yang berbicara dalam seminar Meruntuhkan Mitos Adityawarman: Tokoh 
> Penting dalam Sejarah Jawa-Sumatera, yang dilaksanakan Pusat Studi Sejarah 
> dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) Unimed, lebih lanjut menyatakan, Adityawarman 
> sebenarnya lahir dan dibesarkan di Pulau Sumatera bukan di Pulau Jawa dan 
> bukan pula tinggal di Majapahit sebagaimana yang disampaikan sejarawan Slamet 
> Muljana dalam Pemugaran Sejarah Persada Leluhur Majapahit (1983) yang menjadi 
> referensi di Indonesia selama ini.
>  
> "Adityawarman bukanlah anak Dara Jingga, tapi keturunannya, mungkin keturunan 
> kedua. Adityawarman lahir dan besar di Sumatera, lantas pada saat berumur 
> 20-an tahun diundang ke Majapahit dalam rangka sahabatan Melayu - Majapahit, 
> lantas diangkat menjadi menteri (wreddamantri) di Majapahit. Hal itu 
> merupakan hal yang biasa saat itu," kata Kozok, namun tidak memberikan contoh 
> kasus pengangkatan serupa yang menunjukkan pengangkatan raja menjadi menteri 
> di kerajaan lain sebagai suatu yang biasa.
>  
> Kozok juga menyatakan beberapa keterangan status Adityawarman sebagaimana 
> tercatat kitab Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca tidak bisa 
> dipercaya begitu saja dan perlu diteliti lebih mendalam. Sebab kitab tersebut 
> banyak isinya yang hanya memuji-muji Majapahit dan memuji-muji raja.
>  
> Dalam seminar ini, tidak banyak bantahan yang muncul terhadap hasil awal 
> penelitian Uli Kozok. Seminar di Unimed ini merupakan diseminasi awal 
> penelitian tersebut, dan belum dilaksanakan di Sumatera Barat, yang merupakan 
> menjadi daerah penelitian.
> 
> (rul/djo) 
> 


-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke