Yth. Datuk Endang, Saya teruskan email di bawah kepada Uli Kozok di Hawaii. Semoga ada tanggapan dari beliau. Wassalam, Suryadi
--- Pada Rab, 10/3/10, Datuk Endang <[email protected]> menulis: Dari: Datuk Endang <[email protected]> Judul: Re: [...@ntau-net] Banyak Kejanggalan, Sejarah Adityawarman Diteliti Ulang Kepada: [email protected] Cc: [email protected], [email protected], [email protected] Tanggal: Rabu, 10 Maret, 2010, 8:04 AM Sewaktu membaca buku "Naskah Tanjung Tanah" itu saya sudah menangkap keraguan Kozok tentang hal itu, yaitu alasan pemindahan pusat kekuasaan dari Muaro Jambi ke Dharmasraya, kemudian ke Pagaruyung; kemudian retrospeksi ke Majapahit. Ada salah penafsiran Kozok tentang status 'maharaja diraja' dari catatan prasasti seperti yang selama ini diyakini arkeolog dan sejarawan. Dan keraguan terbesar Kozok saya kira adalah relasi (kemajuan peradaban) Melayu dan Majapahit pada masa itu. Beberapa catatan mengenai hal ini dapat dilihat dalam catatan sebelumnya: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/77135 http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/81815 Saya bisa menerima bila Adityawarman tidak dibesarkan di Majapahit, namun posisi 'wreddamantri' dan panglima perang bisa menjelaskan hubungan Melayu dan Majapahit waktu itu. Dan kalau ditelusuri lebih jauh adalah posisi Raden Wijaya dan Melayu. Misteri lain adalah kembalinya Adityawarman ke Melayu, kemudian memindahkan pusat kekuasaannya ke Minangkabau. Banyak pendapat karena masalah emas, namun saya sudah mempunyai jawaban sendiri tentang hal ini. Bila Kozok berkesempatan, dapat mengkaji Tambo Alam Minangkabau, seperti pernah saya sarikan: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/85006 Dalam curaian Dt. Sidi Bandaro dapat ditangkap posisi Adityawarman dalam konstelasi Minangkabau. Saya berharap banyak kajian Kozok dapat mengurai dan menarik alur sejarah yang lebih mendalam dan mengungkap kebenaran. Sayang tahun lalu walau sudah dijadwalkan, saya belum berkesempatan bertemu dengan Kozok. Wassalam, -datuk endang --- On Tue, 3/9/10, sjamsir_sjarif <[email protected]> wrote: Mudah-mudahan Prof Uli Kozok dengan perhatian dan researchnya yang mendalam untuk Sumatera Tengah, penelanan teks-teks sejarah sungguh-sungguh dapat ditinjuau jauh sampai ke akar-akarnya. Generasi anak-anak sekolah kita bersama guru-gurunya sejak lebih setengah abad ini turun temurun sudah tertelan dengan diktat-diktat dan hafalan-hafalan buku sejarah seperti Armyn Pane bahkan pensyarahan-pensyarahan Mr. Moh Yamin dengan mementingkan Nagara Kertagamanya untuk filsafah sejarah sendinegara. Salam, --MakANgah --- In [email protected], Harman <harman_ira...@...> wrote: > > > http://www.detiknews.com/read/2010/03/09/162301/1314650/10/banyak-kejanggalan-sejarah-adityawarman-diteliti-ulang > > Selasa, 09/03/2010 16:23 WIB > Banyak Kejanggalan, Sejarah Adityawarman Diteliti Ulang > Khairul Ikhwan - detikNews > > Medan - Sejarah sosok Adityawarman yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan > Malayupura (Pagaruyung) di Sumatera Barat, diteliti ulang oleh Prof Uli Kozok > dari University of Hawaii, Amerika Serikat. Sejauh ini penelitian tersebut > menemukan banyak kejanggalan dari catatan sejarah yang sudah dituliskan. > > Penelitian tersebut masih dilaksanakan Uli Kozok hingga sekarang. Beberapa > kejanggalan yang sudah ditemukan, antara lain fakta bahwa Adityawarman > bukanlah utusan Majapahit untuk wilayah Pulau Sumatera, dan kebenaran tentang > lokasi makamnya juga diragukan. > > "Catatan yang menyebutkan makam Adityawarman di Kubur Raja, itu tidak > benar.Tidak ada daerah dengan nama seperti itu, yang ada hanya Kubu Raja, > atau Kubu Rajo, yang menunjukkan itu merupakan lokasi kubu atau benteng > pertahanan kerajaan, bukan lokasi pemakaman. Sedangkan makam Adityawarman > tidak diketahui sejauh ini," ujar Kozok di Universitas Negeri Medan (Unimed) > Jl. Willem Iskandar, Medan, Selasa (9/3/2010). > > Kozok yang berbicara dalam seminar Meruntuhkan Mitos Adityawarman: Tokoh > Penting dalam Sejarah Jawa-Sumatera, yang dilaksanakan Pusat Studi Sejarah > dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) Unimed, lebih lanjut menyatakan, Adityawarman > sebenarnya lahir dan dibesarkan di Pulau Sumatera bukan di Pulau Jawa dan > bukan pula tinggal di Majapahit sebagaimana yang disampaikan sejarawan Slamet > Muljana dalam Pemugaran Sejarah Persada Leluhur Majapahit (1983) yang menjadi > referensi di Indonesia selama ini. > > "Adityawarman bukanlah anak Dara Jingga, tapi keturunannya, mungkin keturunan > kedua. Adityawarman lahir dan besar di Sumatera, lantas pada saat berumur > 20-an tahun diundang ke Majapahit dalam rangka sahabatan Melayu - Majapahit, > lantas diangkat menjadi menteri (wreddamantri) di Majapahit. Hal itu > merupakan hal yang biasa saat itu," kata Kozok, namun tidak memberikan contoh > kasus pengangkatan serupa yang menunjukkan pengangkatan raja menjadi menteri > di kerajaan lain sebagai suatu yang biasa. > > Kozok juga menyatakan beberapa keterangan status Adityawarman sebagaimana > tercatat kitab Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca tidak bisa > dipercaya begitu saja dan perlu diteliti lebih mendalam. Sebab kitab tersebut > banyak isinya yang hanya memuji-muji Majapahit dan memuji-muji raja. > > Dalam seminar ini, tidak banyak bantahan yang muncul terhadap hasil awal > penelitian Uli Kozok. Seminar di Unimed ini merupakan diseminasi awal > penelitian tersebut, dan belum dilaksanakan di Sumatera Barat, yang merupakan > menjadi daerah penelitian. > > (rul/djo) -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
