Kita turut prihatin atas musibah nan tajadi di istano Lindung Bulan..

mungkin sanak sudah mengetahui atau membaca kutipan berita di bawah ini.


Dany, 33 th


Istano Si Linduang Bulan Terbakar, Benda Pusaka SelamatPadangKini.com | Minggu, 
21/03/2010, 11:56 WIB 
PADANG--Istano
Si Linduang Bulan, istana pewaris Kerajaan Pagaruyung di Pagaruyung,
Tanahdatar terbakar. Namun dipastikan benda-benda pusaka kerajaan
selamat karena disimpan di tempat lain.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanahdatar Alfian Jamrah mengatakan, 
Istano Si Linduang Bulan terbakar sekitar pukul 01.30 WIB, Minggu (21/3/2010). 
Api baru bisa dipadamkan mobil pemadam kebakaran sekitar pukul 02.30 WIB.

"Atap
dan kuda-kuda habis terbakar, juga dinding bagian belakang yang penuh
ukiran, interior bagian dalam, perangkat pelaminan dan hiasan lainnya,"
katanya kepada PadangKini.com, Minggu (21/3/2010).

Kerugian akibat kebakaran belum ditaksir, masih diinventarisir. Juga penyebab 
kebakaran masih diselidiki Polres Tanah Datar.

Alfian
memastikan tidak ada benda-benda pusaka kerajaan atau benda cagar
budaya yang ikut terbakar. Sebab benda-benda pusaka disimpan di
kediaman pewaris Kerajaan Pagaruyung, Pemangku Daulat Yang Dipertuan
Sutan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Mudo Mahkota Alam. 

"Selama ini Istano Si Linduang Bulan hanya digunakan untuk upacara kerajaan, 
bukan untuk tempat tinggal," ujarnya.
Istano ini terkenal sebagai tempat pemberian gelar sejumlah tokoh
nasional. Di antaranya Anwar Nasution, Yusril Ihza Mahendra, dan Sri
Sultan Hamengkubuwono.

Meski Istano Silinduang Bulan lebih kecil
dibanding Istano Basa Pagaruyung yang ludes terbakar pada 27 Februari
2007. Atapnya pun dari genteng metal dengan rangka beton. Namun
dindingnya penuh ukiran minang yang indah.
Selain itu, istana ini merupakan  pengganti  Rumah  Tuan  Gadih 
Pagaruyung  Istano  Si  Linduang Bulan yang terbakar pada 3 Agustus
1961. Istana yang berdiri di Melayu Ujung Kapalo Koto atau di Balai
Janggo Pagaruyung, 
Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar
ini adalah rumah pusaka dari Keluarga Besar Ahli Waris Daulat Yang
Dipertuan Raja  Pagaruyung. 

Istana ini dibangun dengan
peletakan batu pertama pada 31 Agustus 1987. Kemudian diresmikan secara
adat pada 21 Desember 1989. Persemian oleh pemerintah dilakukan pada 23
Desember 1989. 

Saat itu hadir meresmikan Menteri Pariwisata,
Pos, dan Telekomunikasi Susilo Sudarman, Menteri Pertambangan dan
Energi Ginanjar Kartasasmita, dan Menteri Perhubungan Azwar Anas.
"Waktu itu biaya pembangunan kalau tidak salah hanya sekitar Rp250
juta, maklum 23 tahun lalu, kalau sekarang pembangunan bisa miliar,
misalnya Istano Basa Pagaruyung saja telah menghabiskan biaya Rp15
miliar," kata Alfian.

Alfian belum bisa memastikan apakah Istano Si Linduang Bulan akan dibangun 
ulang atau dipugar bagian yang rusak.

"Yang
pasti sekarang wisatawan ke Tanahdatar sangat kehilangan objek wisata
Istana Pagaruyung, sebab sejak Istano Basa terbakar, pengunjung beralih
mengunjungi Istano Silinduang Bulan, kini juga terbakar, padahal Istano
Basa baru siap 91 persen," ujarnya. (syof)



      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.

Kirim email ke