Sumatera Barat berduka lagi... Mak Ngah dan dunsanak sadonyo...
Beberapa bulan belakangan, pasca gemba raksasa 30 September 2009, gempa baik ukuran kecil atau menengah memang terus menggoyang kampung halaman. Permukaan bukit banyak retak-retak. Kejadian ini dilanjutkan dengan musim hujan yang lumayan 'berat'. Sekarang hampir tidak ada hari tanpa hujan (lebat). Dan longsor juga terjadi dimana-mana. Mungkin betul kata mak ngah, tanah yang retak-reta akibat gempa yang beruntun lalu ditimpa hujan lebat yang tak henti-hentinya menyebabkan bencana baru. Apalagi kalau longsor itu tidak hanya menutup jalan, tapi juga menimbun perumahan penduduk.. Masya Allah... Barangkali pemerintah, khususnya saat ini, juga perlu menyiagakan alat berat ditempat-tempat yang berpotensi longsor, seperti Lembah Anai, Sitinjau laut, Bukik Apik Matur, Kelok 44, Kelok 9, dan lain-lain. Seperti minggu lalu ketika longsor juga terjadi di Lubuk Sao, Maninjau. Karena ada traktor yang kebetulan sedang stand by di sana dalam rangka pelebaran jalan, proses evakuasi terasa sangat membantu... Semoga Allah melindungi kita semua dari mara bahaya.. Amien... Wassalam, Rita L. -------------------- Pada 22 Maret 2010 23:36, sjamsir_sjarif <[email protected]> menulis: > Berita bencana alam yang menyedihkan lagi. > Saya khawatir bendcana-bancana longsor baru-baru ini seperti di Aia Janiah > Solok dan sekarang di Goduk Pasa Robaa sampai ka Taram (Daerah Padang > Manggateh jo Batang Tobik) dekat sekali hubungannya dengan loggarnya > permukaan bumi di Sumatera Barat. > > Khawatir lagi, khusus mengenai Galodo Goduk - Padang Manggateh - Sungai > Kamuyang sampai ke Taram pada saat ini ada pula hubungannya dengan kasus > Tanah Ulayat belakangan ini, dimana penduduk dikucar-kacirkan 9kasarnya > diusir) dan perkara Tanah Ulayat dimenangakan perusahaan dengan bantuan > pemerintah sehingga orang luar dapat mengolah tanah ulayat (kasarnya > membabat hutan) sekehendak hatinya. Pekik masyarakat yang diusir karena > kasus ini masih kedengaran dengan jelas. > > Hal-hal ini barangkali ada baiknya menjadi konsiderasi dari para pemerhati > ABS SBK dalam membicarakan Hak-hak Tanah Ulayat dan Pusaka Tinggi. Sedangkan > kasus Tanah Ulayat Nagari Ampalu diperbatasan Riau yang didpekikkan > masyarakat sana juga kurang dihiraukan pemegang kuasa daerah ... > > Untuk mengnal nagari-nagari saya lampirkan peta administrasi daerah 50 Koto > dan sekitarnya. > http://mapaction.org//component/mapcat/mapdetail/1869.html > > Salam, > --MakNgah > Sjamsir Sjarif > > > > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe from this group, send email to rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words "REMOVE ME" as the subject.
