Rian Syair - Posmetro Padang <http://www.posmetropadang.com> 

Sejak mulai didirikan pada tahun 1451 hingga sekarang, Istano Basa
Pagaruyung setidaknya sudah dipimpin oleh 23 orang rajo (raja). Pemangku
Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyuang Sultan Muhammad Taufiq Thaib
Tuanku Mudo Mahkota Alam mengatakan, dari 23 orang raja yang pernah bertahta
di Kerajaan Minangkabau, hingga kini sedikitnya tersebar sekitar 2000-3000
kerabat dari kalangan keluarga istano.

"Ada sekitar 23 orang yang pernah bertahta di Kerajaan Pagaruyung. Kalau
dihitung kerabatnya, bisa mencapai 2000 hingga 3000 orang. Tapi keberadaan
mereka tersebar, yang kini di Tanahdatar (Pagaruyung) paling ganya sekitar
31 orang," kata Taufiq.

Beberapa nama raja yang pernah bersinggasana di Istano Pagaruyuang seingat
Taufiq, diantaranya Sutan Rajo Bakilap Alam atau Alif Khalifatullah (1451),
Sutan Syaiful Aladin (1569), Sultan Alam Muningsah III (1808), Puti Reno
Sumpu (1869), Gadih Hitam Puti Reno Aminah (1912), Sutan Ibrahim Syah Tuanku
Ketek (1926), Gadih Hitam Puti Reno Aminah (1943), Sutan Usman (s/d 1996),
Sultan Ismail Tuanku Mudo (1996), Sutan M Taufik Thaib Tuanku Mudo Mahkota
Alam (2002- sekarang).

"Dalam tatanan pemerintahan adat Minangkabau, Rajo Istano Pagaruyung adalah
pucuk dari 56 kerajaan yang ada di Minangkabau. Mereka disebut sebagai
sapiah balahan, kuduang karatan, kapak radai, timbang pacahan," ujar Taufiq.

Selain 56 orang raja se-Minangkabau, struktur pemerintahan kerajaan adat
Minangkabau (kabinet kerajaan) juga terdir dari Basa Ampek Balai, Langgam
Nan Tujuah, Tanjuang Nan Ampek dan Lubuak Nan Tigo. Seluruhnya kata Taufiq,
merupakan federasi dari kerajaan Minangkabau yang berpusat di Pagaruyuang.

Disinggung terkait estafet kepemimpinan Istano Pagaruyuang, Taufiq
mengatakan jika orang-orang yang berhak didaulat sebagai raja atau sebagai
pewaris tahta kerajaan adalah mereka yang merupakan keturunan (pewaris
resmi) kerajaan Pagaruyuang itu sendiri. 

Pengangkatannya-pun juga harus melewati beberapa tahapan, diantaranya
prosesi rembuk dengan seluruh kerajaan yang bernaung di bawah Istano
Kerajaan Pagaruyung (56 kerajaan).

"Kalau memang tidak ada lagi pewaris resmi kerajaan (sudah habis), barulah
tampuk kekuasaan bisa diserahkan, diusulkan atau diambil alih oleh
kerajaan-kerajaan yang berada di bawah naungan Istano Pagaruyung," pungkas
Taufiq.

Menyusul terjadinya musibah kebakaran yang menghabiskan hampir separoh
bangunan Istano Silinduang Bulan, Minggu (21/3) sekitar pukul 01.30 WIB
lalu, Taufiq berharap agar kejadian itu bisa dijadikan sebagai momentum
untuk introspeksi dan pembelajaran bagi seluruh masyarakat Minangkabau. dari
hal ini pula, Taufiq berharap akan dapat membangkitkan kembali semangat
gotongroyong masyarakat Minang.(*)

http://padang-today.com/index.php?today=news&id=14687

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.

Kirim email ke