Malam ini kita pesta Renjong (1)

by : Jepe

Apa itu Renjong, mmm itu tidak lain tidak bukan sebutan kepiting laut bagi 
nelayan selat morong pulau Rupat ini, atau bahasa yang populernya adalah 
kepiting rajungan, berukuran mulai dari 5 Kilo per ekor sampai yang kecil 
sekitar 8-10 ekor Rajungan yang tergelatak dalam cool box Koko Diong Hoa yang 
punya warung di tepian selat morong dan kantin yang cukup unik namanya yaitu 
"Kantin Tikar Sakti"

Ketika saya menatap Rejong didalam cool bok ini mulai ukuran yang besar sampai 
yang kecil dan ada juga yang bertelor saya lansung dibawa kemasa saya kecil dan 
remaja ketika asyik bermain riang gembira dengan anak-anak nelayan gurem di 
pantai Air Tawar Padang. Ya..disaat masa-masa bermain penuh kebebasan tanpa 
beban dan seakan bahaya ombak lautan yang bisa saja menyeret dan menewaskan, 
kami seakan tidak peduli. Kami begitu larut mandi-mandi di bibir pantai yang 
landai kala pagi hari menjelang matahari pukul 11 siang.

Saya bersama bocah-bocah nelayan sambil menunggu pukat ditarik kedaratan 
memancing kepiting laut atau Rajong ini sangat mengasikan, menghibur dan penuh 
sensasi keceriaan anak-anak sambil berenang kian kemari sekali-kali ombak 
memecah menghantam badan kami.

Ada dua cara kami memancing Rejong ini sambil mandi-mandi dan berenang di 
pantai, yang pertama sederhana sekai tapi dibutuhkan keahlian dan pengalaman, 
saya memang tidak bisa melakukannya hanya anak2 nelayan yang ahli dan 
berpengalaman memancing kepiting laut dengan cara seutas tali dari pelepah 
pisang yang kering sepanjang sekitar 1 s/d 2 metyer di bagian dasarnya 
diikatkan umpan biasanya ikan buntal (minang : Bonta) yang telah mulai membusuk 
berbaun biasnya banyak didapat di pukat nelayan dan dibuang begitu saja di 
pantai, lalu bagian atas dari tali ini diikatkan pelampung bisa berupa gabus 
stereo foam atau potongan kayu yang mengampung

Pancing ini dipasang disekitar kami berenang atau dibiarkan beberapa saat 
mengapung-apung di lautan dangkal, lalu setelah beberapa saat kawan saya yang 
ahli ini mencoba memeriksa sambil mengurut tali pisang tadi, biasnyo jika ada 
kepiting rajungan ini Ia akan bergelayutan diatas ikan buntal sebagai umpan, 
teman saya yang terbiasa memancing dengan cara yang paling sederhana ini mulai 
merogoh pelan-pelan ke kepiting yang asyik maksyuk bergayut di umpan lalu 
dengan sigap dia cengjram diantara kedua capit kepiting ini, jika tidak ahli 
seperti saya jangan coba-coba merogohnya bisa-bisa tangan dicapitnya alih-alih 
bukan kepiting yang didapat tapi tangan luka karena capit.

Nah ketika kawan saya mendapatkan kepiting ini maka dia berenang ke pinggir 
lalu kedaratan bibir pantai, hasil tangkapan kami timbun di pasir yang kami 
bikin lubang sedemikian rupa, begitu seterusnya kawan saya ini merogoh setiap 
pancing yang di letakan di lautan

Saya hanya memancing kepiting rajungan ini dengan cara kedua tampa mengambil 
resiko tangan kena capit yaitu dibawahnya ada jaring bermata rapat berbentuk 
bujur sangkar yang di kasih kerangka bilah bambu diagonal sedemikian rupa dan 
saling melenglung. Lalu pertemuan bilah bambu diagonal tadi diikat dengan tali 
pisang atau tali nilon jemuran ditengah-tengah dipasang umpan ikan buntal yang 
masih membusuk

Saya hanya tinggal mengangkat aja pelan-pelan jaring yang diatasnya ada 
pelampung, jika kepitingnya memakan buntal maka ketilka sampai diatas (udara) 
kalaupun jatuh maka masih ditampung di jaring tadi dan segera saya larikan ke 
bibir pantai bergabung bersama tangkapan kami yang lain

Wahhh memang seru saat-saat seperti itu bagi saya dan kawan2 sebaya saya 
memancing kepiting rajungan, jika kami mendapatkan cukup banyak maka kami bagi 
dan bawa pulang kalau hanya beberapa ekor kami bakar saja di pinggir pantai dan 
di makan dengan cara di gado alias kepiting tok, nyam nyam..kami sibuk menyigi 
colak colek daging kepiting yang terbatas terutama dalam capitnya. Segar, 
alami, enak dan manis tentunya kaya protein dan minwral rajungan "fresh from 
the sea" ini.

Itulah kisah masa kecil saya memancing kepiting Rajungan atau nelayan Rupat ini 
menyebutnya Rejong

Bersambung bagian 2

Desa Titi Akar-Rupat, 24 Maret 2010

Nanti sambung lagi makan malam dengan sop Rejong
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.

Kirim email ke