"Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau
kamu sesungguhnya mengetahui. (QS. 23:114)
Pagi2 ketika memasuki ruangan kerja, sang rekan kerja tiba2 memberitahu, hai
say...kampungmu tu, kena bencana lagi, ngeri banget deh....
Iya mba’, aku sudah baca email teman semalam,...yah begitulah bencana tak
hentinya melanda kampung kami...
Makanya pada bertobat tuh orang2, tuhan marah kali ren...
Terhentak hati ini mendengar kata2 tersebut, lagi2 kata tuhan marah keluar ,
seakan2 menghakimi orang2 dikampung sana,
Aku Cuma bisa diam, aku pikir tidak perlu berdebat pagi2 apalagi mengenai
bencana yg dihubungi oleh akhlak orang banyak..., kenapa bencana selalu
dipandang buruk oleh manusia ? tidak kah mereka tahu bahwa bencana yang memang
merupakan kehendak allah, gempa bumi, tsunami, meletusnya gunung merapi,
kekeringan dalam jangka waktu lama, dan lain-lain. Bencana ini dapat menimpa
siapapun,kampung siapapun, daerah manapun bahkan negara apapun .
Bencana alam dalam kategori ini semata-mata dimaksudkan untuk menunjukkan
kemahakuasaan Allah. Allah SWT berfirman:
“Apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi bumi, lalu Kami
mengurangi bumi itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Allah menetapkan
hukum (menurut kehendak-Nya); tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya. (QS
ar-Ra’d [13]: 41).
Dari hal diatas bisa kita lihat bahwa apa saja yang terjadi bencana di bumi ini
semata-mata kehendakNya, Tapi apa benar cuma kehendak Allah? Manusia sebagai
penghuni bumi punya andil terjadinya suatu bencana, tangan2 mereka bisa
mengakibatkan banjir yang diakibatkan oleh penebangan hutan secara liar ,
wabah kemiskinan dan kelaparan di tengah-tengah kekayaan alam yang melimpah
ruah akibat kekayaan tersebut diserahkan kepada pihak asing, merajalelanya
kemaksiatan dan kriminalitas akibat hukum-hukum Allah tidak dilaksanakan,
mewabahnya penyakit kelamin (seperti AIDS) akibat pergaulan bebas, dan
lain-lainnya.
Lalu apa sikap kita terhadap bencana2 tersebut yahg jelas merupakan kehendak
Allah , kita sebagai manusia tetap teguh pada keimanan, sehingga kita wajib
meyakini bahwa musibah apapun yang terjadi memang telah digariskan oleh Allah
SWT , kita harus sadar bahwa segala bentuk bencana alam yang merupakan bukti
kemahakuasaan Allah. Dengan itulah, kita seharusnya menyadari betapa manusia
ini sangat lemah dan tidak berdaya di hadapan kemahakuasaan Allah. Kitapun
harus sabar dengan bencana alam yang Allah ciptakan, Allah sebetulnya hendak
menguji kesabaran manusia dan kita ucapkanlah, “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi
râji’ûn”.
Disamping hal diatas karna kita menyaksikan saudara-saudara kita yang
tertimpa musibah bencana alam sudah semestinya ikut prihatin dan memberikan
bantuan, baik moril maupun materil, sebagai wujud ukhuwah Islamiyah.
Maka mereka sudah selayaknya, berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan
bantuan kepada para korban bencana; bukan sekadar dari aspek materialnya saja,
melainkan juga dari aspek penjagaan akidah (iman) dan keislamannya.
Sudahilah segala keluhan,berprasangka buruk soal akhlak atau akidah orang yang
tertimpa becana , karna cuma Allah yang diatas yang maha mengetahui segala
bentuk sifat dan ibadah umatnya,
Kita hanya makhluk dengan berbagai keterbatasan. Kita perlu memadukan hati dan
pikiran untuk mencoba mengerti bahasa Tuhan. Dan itupun maksimal kita hanya
bisa mengerti sebagian.Dalam bahasa kita, kejadian itu adalah bencana. Tapi
kita tidak tahu apakah dalam bahasaNya berarti ujian, hukuman, teguran atau
peringatan pada makhlukNya. Kadang dalam bahasa kita ada sesuatu yang disebut
nikmat. Namun dalam bahasa Tuhan ternyata artinya laknat.
Marilah kita mencoba belajar bahasa Tuhan. Bukalah hati dan pikiran kita atas
apa yang terjadi agar hidup kita didunia dan akhirat bisa nyaman
Semoga kita bisa berkhusnudzon dengan segala bencana Allah ini, yang terkadang
kelihatan mengerikan di mata kita, musibah sebaiknya dijadikan pemicu untuk
lebih mawas diri
Kalaulah itu hukuman apa dosa kita yang harus dimintakan ampunan, kalaulah itu
peringatan apa kelalaian kita yg harus diingat, kalaulah itu ujian atau cobaan
apa yang harus kita pelajari supaya lulus terhadap ujian tersebut. Itulah yang
harus segera kita temukan.
bagi diriku sendiri musibah adalah teguran dari tuhan dan salah satu bentuk
kasih sayang tuhan kepada kita agar tidak lupa kepadaNya.... disaat hidup kita
enak cenderung lupa kepada Tuhan.. begitu bencana datang kita mulai ingat
dengan Tuhan sang pencipta kita
Terakhir, marilah kita sama-sama berdoa kepada Allah untuk para korban beserta
keluarga agar tetap dalam keimanan,ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi
bencana.
Selalalu ada hikmah di balik bencana. dan mungkin salah satunya adalah kita
harus kembali mengingat bahwa sebagai mahluk sosial kita harus saling
mengingatkan kepada kebaikan. dan jika kita sudah terbiasa terkungkung dalam
kesalehan sendiri,…. lantas lupa dengan lingkungan kita.. . Tuhan mengingatkan
kita untuk kembali menjadi manusia.
renny,ancol
www.renisy.blogspot.com
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
To unsubscribe from this group, send email to
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words
"REMOVE ME" as the subject.