Masih tentang enterperneurship dan kemauan untuk tidakikut mainstream menjadi PNS atau "Urang Bagaji"
Salah seorang sahabat saya, inisial D. Semasa kuliah, D sangat aktif didunia kemahasiswaan, dan kemasyarakatan. Disamping sebagai ketua Himpunan Mahasiswa, aktifias Senat Fakultas, juga aktif dalam kegiatan pengembangan kebudayaan Minang di kampusnya. Tadinya, D ingin sekali menjadi seorang birokrat handal, sesuai dengan jruusan yang diambil, dan bercita meneruskan S2 dan mengabdi sebagai PNS. Namun diperjalanan, D tumbuh dan ter'up grade' menjadi organisatoris handal, marketer cakap, dan orator yang mampu memikat pendengarnya. Menjelang detik-detik terakhir status mahasiswanya, D bergabung dengan salah satu event organizer besar di Jakarta dan berhasil melakukan beberapa proyek besar. Bahkan saat ini, D dipercaya menajdi eksekutif marketing pada salah satu Creative Media di Jakarta dan sudah menangani beberapa klien besar. Padahal, ijazah Sarjana punbelum sempat diambil di Bandung. Suatu prestasi yang menurut saya, sangat-sangat outstanding dan tidak semua orang bisa mencapai hal tersebut pada umur semuda D. Tapi, ditengah hasrat D untuk terus berkarir di bidang Media Creative agar suatu saat bisa membuka Media Creative sendiri, namun sang Bundo di Kampung sana masih tetap mendesak agar D ikut tes PNS, Tes Bank Mandiri, tes ini dan itu. Pokoknya menjadi PNS... Satu kisah lagi, masih di kota yang sama dan kawan saya bernama H yang sudah berhasil menjejal bisnis distro dan kaos di Kota kembang Bandung. Distro tersebut di desain sendiri dengan brand sendiri. Sebagai usahawan pemula, H bisa dimasukkan kategori berhasil, meskipun masih jauh perjalanan yang harus dicapai. Namun, beberapa saat lalu, saya dengar H sudah menutup usahanya karena H diminta orang tuanya di Bukittinggi untuk ikut tes PNS dan ternyata berhasil diterima. Jadi, agak tidak bijak kalau kondisi keengganan anak muda Minang untuk menjadi pedagang atau usahawan saat ini, adalah kesalahan generasi muda itu sendiri. Pandangan masyarakat yang menempatkan profesi "Manggaleh" sebagai posisi ban serap dan juga tidak adanay dukungan orang tua juga menjadi kontributor besar dalam kondisi saat ini. Bak kata nan tuo-tuo..Sasalah nan ketek, salah juo nan gadang... Kalao menurut saya, daripada berkoar-koar diseminar dan sebagainya, lebih baik Bapak/Ibu/Mamak kami yang sudah sukses menjadi enterpreneur bergabung dan membuka enterpreneur center di Sumatera Barat. Latih dan didiklah kami-kami ini agar bisa menjadi enterpreneur seperti Bapak dan Ibu. salam hangat dari kamanakan nan agak banyak kecek... Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 --- On Thu, 3/25/10, Havid A. <[email protected]> wrote: From: Havid A. <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Generasi Muda Minang Takut jadi Pedagang To: "RantauNet" <[email protected]> Date: Thursday, March 25, 2010, 10:41 PM Dun sanak, Angku, Mamak sapalanta, Ado lo ciek lai berita atau tapeknyo opini nan cukuik mambuek marusuah jo manggamang. Manuruik wawancara jo Pak Basrizal Koto ketua PSSM generasi muda Minang kini takuik atau gamang masuak ka dunia wira usaha (http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/03/131766/126/101/ Generasi-Muda-Minang-Takut-Jadi-Pedagang). Apokah iko termasuk kegagalan perguruan tinggi nan dak mampu menghasilkan lulusan yang berani berwira usaha? Atau perubahan karakter anak nagari nan lah bapendidikan lah timbua gengsi. Kalo di kampuang, anak nan putuih sakola yo rasono masih namuah mancubo dari bawah. Memang di PT lah dimunculkan matokuliah entrepreneurship, tapi alun nampak banyak menggugah jiwa wira usaha anak nagari. Ba a manuruik dun sanak nan lah jauh tabang marantau atau nan lai di ranah minang. Havid A. Rky Mulia Tapian Bengawan Solo -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe from this group, send email to rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words "REMOVE ME" as the subject. -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe from this group, send email to rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words "REMOVE ME" as the subject.
