Sebuah artikelk menarik dari padang-today.com
http://padang-today.com/?today=news&act=send&id=14685

Menurut saya, kebun binatang ini sudah tidak cocok lagi di lokasi ini. Kalaupun 
tetap disini, mungkin sebaiknya di bikin lebih spesifik, misalnya taman 
Burung/Unggas. Sedangkan hewan-hewan besar lainnya mungkin dipindahkan ke 
daerah lain yang lebih layak.

Seorang turis di lonelyplanet.com yang pernah berkunjung kesana mengatakan 
bahwa Kebun Binatang Bukittinggi ini lebih mirip penyiksaan hewan ketimbang 
kebun binatang.
Bagaimana menurut Dunsanak, Mamak, Kanda, jo Bundo nan ado dipalanta ???

Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300


Sepasang Harimau Putih dari Ragunan Menuju TMSBK

Teddy Arlan - 
Posmetro Padang




Kebun binatang Bukittinggi

Mendongkrak kunjungan wisatawan, pengelola Taman Marga Satwa dan Budaya
Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang Bukittinggi terus berbenah. Dalam
waktu dekat, pihak TMSBK akan mendatangkan sepasang harimau putih serta
singa dari Kebun Binatang Ragunan, Jakarta.

Selain
menambah koleksi binatang piaraan, Juni nanti juga akan diresmikan
Musium Zoologi, Musium Ikan di kawasan TMSBK. Bahkan jika tidak ada
halangan, pengunjung kebun binatang juga dapat menikmati permainan
penuh tantangan out bound serta flaying fox dan menaiki gajah jinak.
 
Kepala
TMSBK Bukittinggi Ma’aruf Amin mengatakan, jika konsep baru yang
ditawarkan tersebut berjalan sesuai rencana, pihaknya optimis target
pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2010 sebanyak Rp3,3 miliar akan
terpenuhi.

“Pengunjung hanya ramai ketika hari libur dan akhir
pekan saja,sedangkan pada hari biasa relatif sepi. Untuk itulah, mulai
saat ini kami memikirkan bagaimana konsep yang tepat meningkatkan
kunjungan,” jelas Ma’aruf, jebolan APDN Bukittinggi itu. 

Saat
ini kebun binatang memiliki 67 ekor hewan mamalia yang terdiri dari 20
jenis. Kemudian reptil atau hewan melata, 17 ekor (6 jenis) dan
aves/burung 163 ekor (42 jenis). Dengan anggaran untuk makanan hewan
setahun sebanyak Rp800 juta. 

“Tahun lalu, realisasi PAD dari
TMSBK Rp2,9 miliar dari target Rp3,4 miliar. Di bandingkan dengan kebun
binatang lain, kami surplus sekitar Rp2,1 miliar,” ujarnya ditemani
staf recording Ana Septiana.

Dikonfirmasi mengenai hewan piaran
yang kurus akibat dikuranginya jatah makanan, Ma’aruf membantah. Dia
mengaku, alokasi anggaran untuk makanan tetap dicairkan sesuai
peruntukkannya.

“Kalau dulu mungkin, tapi sekarang tidak ada,” sebutnya. 

Disebutkannya,
anggaran untuk makanan hewan cukup besar. Harimau misalnya, biaya untuk
belim makanan (daging) mencapai Rp300 ribu-Rp400 ribu/per hari. Belum
lagi, sekali 15 hari juga harus diberi makan kambing.

Kurang
cocoknya kandang bagi hewan piaran membuat sejumlah koleksi tidak sehat
mati percuma. Ular saja sekarang hanya tinggal seekor. Ma’aruf
menyebutkan, kandang dari kaca buat ular tersebut dalam waktu dekat
akan diubah.

“Di samping kandang ular, kandang gajah juga akan
dibenahi. Kandang gajah yang sedang dalam pengerjaan, juga tersedia
kolam untuk berenang,” jelasnya.

Adapun sejumlah koleksi hewan
di TMSBK antara lain, harimau, gajah, kangguru, beruang madu, aves,
rusa tutul dan sambar, unta, buaya, orang utan serta berbagai macam
jenis burung. (*)



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.

Kirim email ke