----- Original Message ----- 
From: pure_endah 
To: [email protected] 
Sent: Saturday, March 27, 2010 8:40 PM
Subject: [extreme-m-i] Percakapan tentang Tuhan dan Keyakinan


  
Seorang profesor filosofi yang atheis berbicara dalam kelasnya
mengenai masalah antara ilmu pengetahuan dan Tuhan. Dia bertanya
pada salah seorang mahasiswa baru.

Profesor (prof): Jadi, kamu percaya pada Tuhan?
Mahasiswa (ms): Tentu, prof.
Prof: Apakah Tuhan itu baik?
Ms: Tentu
Prof: Apakah Tuhan mahabisa?
Ms: Ya
Prof: Saudaraku meninggal karena kanker meskipun dia telah berdoa
kepada Tuhan untuk menyembuhkannya. Sebagian besar manusia, teman-
teman sekitar kita akan menolong orang yang sakit. Tapi Tuhan tidak.
Bagaimana Tuhan seperti ini bisa bisa dikatakan baik? Hmm?
Ms: (Mahasiswa diam)
Prof: Kamu tidak dapat menjawab bukan? Mari kita mulai lagi. Apakah
Tuhan itu baik?
Ms: Ya, tentu.
Prof: Apakah iblis itu baik?
Ms: Tidak
Prof: Dari mana datangnya iblis?
Ms: Dari....Tuhan.
Prof: Tepat. Sekarang katakan padaku, apakah di dalam dunia ini
terdapat iblis?
Ms: Ya.
Prof: Iblis berada dimana-mana bukan? Dan Tuhan tidak berbuat apapun
bukan?
Ms: Ya.
Prof: Jadi, siapa yang menciptakan iblis?
Ms: (Mahasiswa tersebut tidak menjawab)
Prof: Di dunia ini terdapat kesakitan? Kematian? Ketakutan?
Kejelekan? Semua ini merupakan hal-hal yang mengerikan yang ada di
dunia ini bukan?
Ms: Ya, prof.
Prof: Jadi, siapa yang menciptakan hal-hal tersebut?
Ms: (Mahasiswa tersebut tidak menjawab)
Prof: Ilmu pengetahuan menyebutkan bahwa kamu mempunyai 5 indera
yang dipakai untuk mengetahui dan mengamati lingkungan sekitarmu.
Katakan padaku nak, pernahkah kamu melihat Tuhan?
Ms: Tidak pernah prof.
Prof: Katakan padaku, apakah kamu pernah mendengar suara Tuhan mu?
Ms: Tidak pernah prof.
Prof: Pernahkah kamu menyentuh Tuhan mu, merasakan Tuhan mu, mencium
keberadaan Tuhan mu? Pernahkah kamu mempunyai pengalaman dengan
inderamu mengenai kehadiran Tuhan?
Ms: Tidak pernah, prof.
Prof: Lalu kamu masih percaya kepada Nya?
Ms: Ya.
Prof: Secara emperis, terukur, percobaan perlakuan, ilmu pengetahuan
mengatakan Tuhan mu tidak eksis. Apa yang dapat kamu katakan
mengenai itu, nak ?
Ms: Tidak suatu apapun. Saya hanya mempunyai keyakinan saya.
Prof: Ya, keyakinan. Itulah masalah yang dihadapi ilmu pengetahuan.

Ms: Prof, apakah panas itu ada?
Prof: Tentu.
Ms: Dan tentu juga ada yang namanya dingin?
Prof: Ya.
Ms: Tidak prof. Itu tidak benar.
(Ruang perkuliahan itu menjadi sangat hening)
Ms: Prof, kau dapat merasakan panas. Lebih panas, super panas, mega
panas, sedikit panas, atau tidak panas. Tapi kita tidak
mempunyai `dingin'. Kita dapat mencapai 458 derajat di bawah nol
dimana tidak terdapat panas. Tapi kita tidak dapat lebih dari itu.
Tidak ada yang namanya dingin. Dingin hanyalah suatu kata yang
digunakan untuk mengambarkan ketidakadaan panas. Kita tidak dapat
mengukur dingin. Panas adalah energi. Dingin bukanlah lawan dari
panas, prof, hanya ketidakadaan dari panas.
(Keheningan terasa saat mahasiswa tersebut berhenti bicara)
Ms: Bagaimana dengan kegelapan prof? Apakah ada yang namanya
kegelapan?
Prof: Tentu. Apakah malam itu jika tidak ada kegelapan?
Ms: Kau salah lagi prof. Kegelapan adalah ketidakadaan dari sesuatu.
Kau bisa mendapatkan cahaya redup, cahaya normal, cahaya terang,
cahaya yang berkedip-kedip.Tapi jika kau tidak mempunyai cahaya, kau
tidak memiliki apapun dan itu disebut kegelapana, bukan? Dalam
realitas kegelapan itu tidak ada. Jika ada, kau akan mampu membuat
kegelapan semakin gelap bukan?
Prof: Jadi, apa maksudmu anak muda?
Ms: Prof, maksudku adalah premis filosofismu terbantahkan.
Prof: Terbantah? Dapat kau jelaskan bagaimana?
Ms: Prof, kau mencoba menjelaskan dalam premis dualitas. Kau
berpendapat bahwa ada kehidupan dan kemudian ada kematian, Tuhan
yang baik dan Tuhan yang jahat. Kau melihat konsep keTuhanan sebagai
sesuatu yang terbatas, sesuatu yang dapat kita ukur. Prof, ilmu
pengetahuan bahkan tidak dapat menjelaskan suatu pikiran. Pikiran
menggunakan listrik dan magnetik, tapi tidak pernah terlihat, tidak
pernah dipahami sepenuhnya oleh siapapun. Untuk melihat kematian
sebagai lawan dari kehidupan adalah tidak peduli terhadap kenyataan
bahwa kematian tidak dapat eksis sebagai hal yang substansial.
Kematian bukanlah lawan dari kehidupan, hanya ketidakadaan
kehidupan. Sekarang, katakan padaku prof, apakah kau mengajarkan
mahasiswamu bahwa mereka merupakan hasil evaluasi dari monyet ?
Prof: Jika kau menarik referensi dari proses evaluasi alam, tentu,
saya mengajarkan hal tersebut.
Ms : Pernahkah kau mengamati proses evaluasi dengan mata kepalamu
sendiri prof ?
Prof : (Profesor tersebut menggelengkan kepalanya dengan sedikit
tersenyum, mulai memahami kemana pembicaraan tersebut mengarah).
Ms : Karena tidak ada seorangpun yang pernah mengamati bagaimana
proses evaluasi dan bahkan tidak dapat menjelaskan bahwa proses ini
masih terus berjalan, apakah kau tidak mengajarkan sesuatu yang
hanya pendapatmu, prof?
(Kelas menjadi riuh dengan bisik-bisik pelan para mahasiswa)
Ms: Apakah ada seseorang di kelas ini yang pernah melihat otak
professor?
(Seketika terdengar tawa riuh dalam kelas)
Ms: Apakah ada seseorang di sini yang pernah mendengar otak
professor, menyentuhnya, merasakannya, atau menciumnya?... Tidak
seorangpun bukan. Jadi, menurut ketetapan empiris, percobaan
perlakuan, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa professor tidak
mempunyai otak. Dengan segala hormat prof, jadi bagaimana kami dapat
mempercayai kuliahmu, prof?
(Ruangan menjadi hening. Profesor memandang kepada mahasiswa
tersebut, mukanya tidak dapat di tebak)
Prof: Aku rasa, kau dan teman-temanmu harus melihatnya dengan
keyakinan, nak.
Ms: Tepat prof.penghubung antara manusia dan Tuhan adalah KEYAKINAN.
Itulah yang menjaga semua hal bergerak sebagaimana mestinya dan
kehidupan tetap berjalan.


-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.

Kirim email ke