Cocok ambo jo Pak Roni mah..:)
Saya sudah sejak dulu curiga bahwa Minanga Tamwan yang disebut-sebut dalam 
prasasti kedukan Bukit bisa jadi Minangkabau sekarang. Dan gambaran kita 
tentang Minangkabau pada masa itu menjadi kabur karena sebagian orang terlalu 
mengindentikkan Minangkabau dengan Padang atau Bukittinggi saat ini. Bisa jadi 
pada masa itu, Minangkabau yang ramai dengan penduduk dan maju adalah 
minangkabau timur atau rantau timur.
Sebagaimana yang sama-sama kita ketahui daerah Padang dan pantai Barat baru 
mulai di tinggali dan maju setelah Malak di rebut oleh Portugis. Sebelum itu, 
Wilayah rantau timur lahyang memegang kendali, termasuk di dalamnya 
Darmasyaraya, Kota Alang, Lubuk Jambi dan kerajaan-kerajaan bercorak Melayu 
Matrinial lainnya.
Namun pemisahan administrasi provinsi mengakitkan skop Minangkaau mejadi sempit 
sebatas batas provinsi Sumbar. Saya kita orang Jambi atau Riau pun tidak akan 
rela kalau kerajaan-kerajaan yang secara adm ada di wilayah mereka dimasukkan 
dalam bentang budaya Minangkabau...walaupun nyata-nyata penamaan dan bentuk 
budaya mereka setali tiga uang dengan asal mereka, Luhaknan Tigo..

Salam

Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300

--- On Tue, 3/30/10, Syafroni (Engineering) <[email protected]> 
wrote:

From: Syafroni (Engineering) <[email protected]>
Subject: RE: [...@ntau-net] Film Adityawarman, berandai-andai saja...:)
To: [email protected]
Date: Tuesday, March 30, 2010, 1:23 AM




 
 

 

 

 







Dibutuhkan keterangan
lebih lanjut dari para pakar dan sejarawan, Pak Bot… 

Bisa jadi
sebutan Minangkhabu atau Minangkambaw alah dikenal juo sabalumnyo spt tertulis
di Prasasti Kedukan Bukit nama kerajaan Minanga........... (lihat di 
http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Minanga dan 
http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Kedukan_Bukit ) 

   

Utk samantara
bisa dibaco dan diteliti beberapa episode dlm kisah Adityawarman sbb: 

Episode 1 

Ekpedisi Pamalayu 

   

Peristiwa ekspedisi pamalayu (upaya diplomasi utk
meminta pengakuan kekuasaan oleh Singosari atas negeri-negeri di Suwarnabumi) 
menjadi
latar belakang jalan cerita sesudahnya. Diawali dengan narasi tentang apa dan
bagaimana kerajaan Darmasraya atau Malayapura di Sumatera Tengah. 

   

Sebuah ekspedisi dipimpin oleh panglima perang Sri Mahesa
Anabrang. Diwakili oleh Sri Indra warman.
Ekspedisi kali ini termasuk ekspedisi besar di tanah Suwarnabumi. Bermaksud
berdiplomasi damai dengan kerajaan2 kecil Sumatera : mandailing, padang lawas,
panai, kampai, karo (haru, aru), pasai (aceh), kuntu, asahan, inderapura,
jambi, lingga, dst. Utk menyaingi Malaka dan Tiongkok. 

   

Malayu (Tribuanaraja dan para pembesarnya) menolak
melakukan perlawanan militer terhadap utusan Majapahit dg alasan tertentu. Malah
sebaliknya Malayu menerima mengakui Singosari sebagai pemersatu Nusantara,
terbukti dengan menyerahkan putrinya utk dipersunting oleh raja Singosari,
bukan hanya satu orang putri melainkan kedua putrinya dipersembahkan bagi raja
Singosari. 

   

Ekspedisi kerajaan Singosari diteruskan menyisiri
kerajaan kecil lainnya di Suwarnabumi. Indra warman
akhirnya memilih menetap dan menjadi penguasa kecil di wilayah utara
Suwarnabhumi. 

   

Dara Phitak dijadikan sebagai permaisuri dengan gelar
 Indra swari oleh Raden Wijaya, ahli waris Kertanegara
di istana Majapahit. 

   

Arca amoghapasa pun dikirim ke Malayu beberapa lama
sesudah itu guna memperkuat hubungan dengan Malayu. Candi-candi, biaro dan
tempat peribadatan lainnya dibenahi dan dimajukan kembali berkat bantuan dana
dari pusat (Majapahit). 

   

Sang pengantar arca, Sri Wiswarupa Kumara ternyata memilih
tinggal di Darmasraya karena suasana demokratis di tanah melayu. Dan ia pun
dipercaya menjadi penasihat bagi Tribuanaraja hingga masa Akarendra. 

   

Ia akhirnya menikahi seorang janda yang bernama Dara
Jingga, saudari Akarendra, putri raja yang sudah lama pulang dari rantau Jawa. 
Ia dianugerahi gelar Cati Bilang Pandai. Dari hasil perkawinannya
dikarunia beberapa putra dan putri. 

   

   

Episode 2 

Masa kecil, remaja dan dewasa Aditya 

   

Lahir di Siguntur setelah ibunya kembali ke Sumatera
dalam keadaan hamil dikarenakan kondisi yang cukup kritis di Malayu, mgkn pada
saat wafatnya sang kakek dan naiknya sang paman menjadi pengganti ayahnya. 
Ibunya
harus menghadiri upacara kremasi ayahnya. 

   

Masa kecil Aditya di istana Darmasraya di Siguntur. 

Kerinduan pada sang ayah, kerinduan pada tanah Jawa 

   

Masa remaja (umur 13 tahun) 

Dikirimnya Aditya utk menjadi siswa di sekolah
keperwiraan Majapahit.  

Belajar aneka seni bela diri dan kemiliteran ala
Majapahit 

Berteman dengan sepupunya Jayanegara dan Gajah Mada 

Belajar bahasa asing terutama bahasa Cina dan
Sanskerta, termasuk aksara Palawa 

Belajar Dharma (agama Buddha) kemudian lebih fokus ke aliran
Tantrayana (ajaran Buddha yang cocok utk seorang calon raja) 

Menjalani ritual2 Tantrayana yang terkenal keras dg
meminum darah segar makhluk hidup termasuk manusia 

   

Setelah dewasa 

Diangkat menjadi komandan 

Menjadi duta untuk negara tetangga (pernah dua kali
diutus ke Cina utk sebuah diplomasi : perdamaian, perdagangan, politik dsb) 

Diberi kepercayaan untuk berdiplomasi dg negara
taklukan yaitu Malayu 

Kemudian diangkat menjadi penguasa perwakilan di
Malayu 

   

Episode 3 

Periode Malayu  

   

Tiongkok dibawah dinasti mongol
masih menyimpan sakit hati terhadap pewaris Singosari. Ia berusaha mendekati
lawan2 politik Majapahit. Dalam diplomasi damai Aditya beberapa waktu kemudian
terdapat pesan khusus utk Aditya guna membangun peradaban suwarnabumi yang
mandiri. 

   

Adityawarman sangat mengagumi
kemegahan dan kebesaran dinasti Tiongkok dibawah kekuasaan bangsa mongol. Dan 
ini
menginspirasinya utk membangun sebuah imperium besar (Sri Maharaja Diraja)  dan
dia berniat akan memulainya dari ranah Bundanya karena di rantau Majapahit
sudah ada saingannya yg sekaligus teman dan saudaranya. 

   

Sri Wiswarupa Kumara, utusan Majapahit mengantarkan
arca Amoghapasa ke Darmasraya 

Sri Wiswarupa menjadi penasihat bagi Akarendra dan ia
diberi julukan Chateri Bilang Pandai oleh para penghulu. 

Akarendra sangat memperhatikan kemajuan di sektor
ekonomi misalnya dg membangun saluran irigasi di Surawasa (Saruaso) 

Akarendra juga memberi perhatian pada masalah
spiritual misalnya dg memugar kembali tempat peribadatan di Candi Muara Takus. 

Semua berkat nasihat2 Cati Bilang Pandai 

   

Dara Jingga beroleh beberapa putra dari suami keduanya 

Aditya naik tahta menggantikan mamaknya, Akarendra  

(Aditya kemudian membuat sebuah kerajaan mandiri,
lepas dari Majapahit) 

Pernikahan yang agung dengan seorang Puti Reno (Putri
Ratna Manikam) 

Aditya mengangkat saudara seayahnya menjadi Werda
Mentri dengan gelar ”Dewa Tuhan Prapatih” 

Aditya dinobatkan sebagai penghulu Minangkabau dengan
gelar Datuk Ketumanggungan 

Beberapa lama kemudian Dewa Tuhan Prapatih dinobatkan
sebagai Datuk Parapatiah. 

Adiknya Mambang Sutan juga diangkat menjadi Datuk
Sakelap Dunia Nan Bamega-mega. 

Aditya menambahkan keterangan tentang dirinya di
bagian belakang arca Amoghapasa 

Aditya membangun beberapa prasasti utk memperingati
keberhasilan2nya. 

Ia menggelari dirinya dengan Sri Maharaja Diraja (The
Great Emperor). 

   

Episode 4 

Periode Pagaruyung 

   

Orang Malayu berdatangan menyebar ke berbagai wilayah
di Minangkabau 

Orang Malayu mendirikan kerajaan kecil bawahan di
Pasaman, Sungai Pagu dan memperkuat kerajaan Inderapura di Selatan. 

Penaklukan Kuntu dan Lingga (Riau) 

Penundukkan kerajaan Gunung Sahilan (Kampar) 

Memperkuat kerajaan Jambu Dipo (Sijunjung) 

Menundukkan kerajaan Taraguang (di Sulit Air) 

Menundukkan kerajaan Limaupuruik (di Cupak) 

Memperluas kekuasaan hingga ke Panai, Kampai dan
daerah lainnya. 

Terjadi fitnah yang memecah hubungan Majapahit dan
Malayu 

Menerima pemberontakan dari beberapa daerah yg
berhasil dihasut oleh orang2 pro Majapahit. 

Terjadi pertempuran2 kecil di Minangkabau Timur. 

Datangnya utusan dari Tiongkok (diplomasi dagang :
ekspor impor emas, sutera, rempah2). 

Peran Basa Ampek Balai dan Rajo Duo Selo 

   

Episode 5 

Periode Ananggawarman 

   

Menolak menjadi penghulu Minangkabau, lebih senang
menjadi penguasa saja. 

Ambisi untuk menyerang ke wilayah taklukan Jawa yang
lain di Suwarnabhumi 

Pertempuran2 semakin meluas 

Rongrongan dari kaum penghulu yang anti-anangga 

Ananggawarman semakin ambisius dan otoriter 

Anangga tewas secara diam-diam 

Perebutan kekuasaan di istana Pagaruyung 

Dinasti Tribuanaraja hancur 

Pagaruyung vakum 3 abad sesudah itu 

   

“Luhak berpenghulu, rantau beraja” 

   

Wassalam 

mm 









From:
 [email protected] [mailto:
 [email protected] ] On Behalf Of Bot S Piliang

Sent: Tuesday, March 30, 2010
11:16 AM

To: [email protected]

Subject: RE: [...@ntau-net] Film
Adityawarman, berandai-andai saja...:) 



   

Setuju...



Sebenarnya Adityawarman, Dara Jingga dan Dara Petak bukan mutlak milik orang
Minang saja. Adityawarman adalah tokoh/simbol pemersatu Melayu dan Jawa. 

Namun yang paling penting adalah adalah kelurusan sejarah.

 Ada beebrapa
hal yang ingin saya klarifikasi

1. Apakah pada era adityawarman sudah ada sebutan Minangkabau untuk daerah kita

2. Apakah bentuk rumah adat, pakaian adat dan sebagainya sudah seperti saat ini
(baju kurung). Saya yakin sekali bentuk pakaian adat pada era Adityawarman
belum memakai baju kurng seperti saat ini.

3. Kalau lah ada produser film yang ingin mengangkat film ini, ini akan mejadi
film epik sejarah besar, karena melibatkan beberapa etnis di nusantara, bahkan
sampaike tiong hoa sana .



Saya lanjutkan khayalan saya; Kalau Adityawarman muda, lebih baik di casting
saja, sekarang banyak kok artis/talent2 muda asal Ranah Minang atau berdarah
Minang di Jakarta. Klau Nicholas, saya rasa wajahnya terlalu import (oriental),
tidak aps untuk karakter adityawarman yang dominan. 

Dara Jingga muda....Cut Mini, bisa, tapi karakter cut mini terlalu manis. Saya
baca Drama Dara Jingga karangan Ungku Wisran Hadi, dari situ, karakter Dara
Jingga adalah karakter yang anggun, pendiam namun teguh pada pendirian. Berbeda 
dngan dara Petak/Pitok yang agak genit dan manja. 



 



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

 

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.

Kirim email ke