Contoh2 bahaso Tangsi nan masih ambo kana kutiko dulu tingga salamo 6 tahun (1992 -1998) di Karang Anyar, Kelurahan Santur, Kota Sawahlunto.
- dimana ke ? (dimana kamu?) - udah ke kabek-in anjing ke? (sudah kamu ikatkan anjingmu?) - kemana aja ke, kok lama gak ketok-ketok? (kemana saja kamu, kok lama tidak keliatan?) - udah ta' kek-i tapi dia tak mau terima (sudah saya berikan tapi dia tidak mau terima) - ke ngambil air di kolang-kolang ya? (kamu mandi di 'banda' ya?) ditarimo sebuah pesan dari FB IKATAN MAHASISWA SAWAHLUNTO Se-Indonesia <http://www.facebook.com/group.php?gid=144850622336> <http://www.facebook.com/n/?hartantoprabowo&mid=21c1b0dG5af3335aff7dG25f b03G0&n_m=mlnmarajo%40gmail.com> Hartanto Prabowo <http://www.facebook.com/n/?hartantoprabowo&mid=21c1b0dG5af3335aff7dG25f b03G0&n_m=mlnmarajo%40gmail.com> March 30, 2010 at 3:43am Judul: PELUNCURAN BUKU BAHASA TANSI ANGKAT BUDAYA KOTA SAWAHLUNTO YANG NYARIS PUNAH Ditulis oleh Subandi - Singgalang 03-Maret-2010 07:55:18 Peluncuran kamus buku Bahasa Tansi (BT), yang ditulis Elsa Putri Ermisah Syafril, kandidat Doktor Linguastik Fakultas Ilmu Budaya UGM mendapat sambutan hangat Pemko Sawahlunto dan masyarakat setempat, acara peluncuran buku kamus bahasa Tansi itu, dihadiri, Sekdako Sawahlunto H.Zohirin Sayuti,S.E, http://www.facebook.com/l/0263d ;Dr.Sanirman,M.Hum (Dosen Fakultas Sastera Universitas Andalas), Nirwan Ahmad Ruska (Pengamat Budaya Kompas), Elsa Putri Ermisyah Syahril (Penulis Kamus Bahasa Tansi) tokoh masyarakat Sawahlunto dan perwakilan Osis SLTP dan SLTA se-Sawahlunto, bertempat di Gedung Pusat Kebudayaan Masyarakat Sawahlunto (GPKM), Selasa (2/3).Sekdako Zohirin pada kesempatan itu antara lain menyatakan, terbitnya buku kamus Tansi itu akan mengingatkan kembali, sejarah kota Sawahlunto terutama terhadap generasi muda daerah ini, diingatkan Sekdako untuk menatap masa depan kita harus belajar kemasa lalu, jutru itu atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terimakasih, kepada ibu Elsa Putri Ermisah Syahril yang juga merupakan ahli sejarah, yang juga lahir di Sawahlunto. Dengan terbitnya buku bahasa Tansi itu, disamping mengenang sejarah masa lalu, juga menambah budaya Sawahlunto yang multi itnis, sebab Sawahlunto terdiri dari berbagai suku bangsa yang hidup berdampingan dengan kekerabatan yang sangat tinggi. Bahkan Sawahlunto banyak melahirkan orang-orang besar seperti Prof.M.Yamin,S.H, Soejadmiko, Adi Negoro dan tokoh nasional lainnya, jusru itu saya mengajak kepada generasi muda daerah ini, supaya giat belajar dan kelak menjadi orang-orang besar seperti mereka, terbitnya buku bahasa Tansi diharapkan pula agar generasi muda daerah ini lebih mengenal budaya lokal yang perlu dilestarikan sepanjang zaman, sebagai mana diketahui Tansi adalah bangunan semi permanen yang dibangun oleh kolonial Belanda. Buku kamus bahasa Tansi yang ditulis Elsa itu, merupakan perpaduan bahasa jawa, bahasa Indonesia dan bahasa minang, yang tumbuh dan berkembang pada zaman kolonial Belanda digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh buruh tambang yang sebagian besar berasal dari suku Jawa, terbitnya buku itu mengangat kembali bahasa Tansi sehingga tidak punah ditelan waktu, tegas Sekdako. Bahasa Tansi itu pada umum tumbuh dikawasan kota lama, yaitu tansi Rantai (untuk orang-orang rantai), tansi tanah lapang dan tansi Baru yang berlokasi di Air Dingin, sampai saat ini generasi keturunan orang rantai itu yang berdiam dikawasan Tansi masih menggunakan bahasa Tansi. Pelucuran buku bahasa Tansi itu, juga diwarnai pula pencanangan kunjungan Museum yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sawahlunto, sebagaimana diketahui sebagai Kota Wisata Tambang Sawahlunto, mempunyai Museum Kereta Api kedua setelah Ambarawa dan Museum Gudang Ransum (dapur umum orang rantai), peninggalan kolonial Belanda. -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
<<image002.gif>>
