Kalau itu yang Uni tanyakan di bagian akhir postingannya Jawaban (menurut) saya
Sepak Bola Nasional kita harus membenahi kepengurusannya atau pengelolalanya dalam hal ini induk organisasi bola Indonesia yaitu PSSI Saya measa yakin jika mengelolanya dengan profesional organisasi ini dan indenpenden maka itui syarat utama untuk mencapai kemajuan dan prestasi bola kita Sepakbola Kita punya sejarah dan tradisi juga disegani di asia dan "ditakuti" diantara negara asean diera 70 an sampai paling tidak diawal 80 an dijamannya Roni paslah, iswadi idris, roni patinasarai, johanes auri, nobon, parlin siagian, oyong liza, suhatman, andi lala, yakobus mobilala, simson rumapasal,rudi kelces, waskito and many more good player Walau dikelola oleh saat itu orang2 yang punya kekuasaan tapi pejabat2 ini mengelola dengan hati,darahnya mengalir bola dan paham betul bagaimana sebuah organisasi olah raga dikelola Begitu juga kepengurusan di daerah, sekarang apa yang terjadi pengurus bola daerah banyak punya kepentingan dari segi kekuasaan dan politik seumpana yang berposisi kepala daerah apalagi menjelang pilkada yang ketuanya dijabat oleh gub, bup dan walkot (posisi incumbent) maka dia memanfaatkan jabatan ketua bola untuk kepentingan pribadi, golongan dan politik dia buat maju bertarung di pilkada lagi Ini membuat bola tidak dikelola secara indenpenden ytang berakibat kisruh dan carut marut lebih jauh "labih banyak mereka tersebut memainkan bola diluar lapangan hijau dari pada lapangan di lapangan hijau" Jadi menurut saya lagi organisasi bola harus diurus oleh orang2 profesional yang digaji dan indenpenden itu dulu yang harus dibenahi setelah ini bagus baru dilakukan pembinaan yang lain masalah wasit,kompetisi, diklat, penvarian dan pembinaan bakat muda potensial dsb Logika saya yang paling sederhana begini Kalau dikuliner Ketika ikan bagus2 dan berkelas seperti kerapu tersedia lengkap dengan bumbunya Mau dimasak apa yang enak Tentunya dengan koki yang profesional dan mumpuni semua itu dibuat menjadi masakan ikan gerapu yang enak,lezat dan berkelas Sebaliknya ketika ikan dan bumbu tersebut diserahkan orang tidak tahu memasaknya hasilnya tenbtunya ikan yang berkelas itu akan menjadi masakan yang biasa-biasa saja malah cendrung mubazir karena tidak enak untuk disantap lagi Mungkin ada yang menambahkan sanak2 ahli manajemen di lapau ini, bagaimana dinda Zon dan hanif tanggapannya terhadap pertanyaan dan kebingungan Uni Dewi ini mana yang perlu dibenahi atau dimana salahnya sepak bola kita Salam-Jepe Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
