Usul pak. Kan LKAAM sudah ada yang ngurus adat. Adat itu rujukannya Alquran.
Nah jd yg belum terperhatikan adalah kaum Alim Ulama. Tp sudah ada MUI. Menurut
hanifah, tdk perlu bpk bikin MAS tp gabungkan LKAAM ke MUI , Dmn MUI tempatnya
lebih tinggi dari LKAAM. Nah kasih anggaran untuk keberjalanan MUI yg
bertanggung jawab membina agama. Ide yang masuk akal kan?? Tdk ada yg bakalan
marah ke bapak. Buya HMA pasti setuju. Bpk Suheimi yg sekaligus merangkap
ketiga tungku rasanya setuju jg tuh. Bpk bgm??? Wass. Hanifah
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.