Rasanya miris sekali hari ini mendengar salah satu teman kantor berkata :Ren , 
sumatera mau tengelam tu…di hajar gempa dr aceh sampai lampung , makanya punya 
kampung jangan di sumatera,..ocehan dia di pagi hari ,  padahal aku tau ibunya 
berasal dari padang yah walaupun bapaknya keturunan Chinese Pontianak , tapi 
apakah dia sadar bahwa di tubuhnya juga mengalir darah minang? Cathy , kampung 
mamimu kan jg padang ?  kataku , ngga …kampungku disini, mami ku sudah di usir 
dari sana…n keluarga mamiku dipadang juga sudah ngga ada,!  jawabnya...Terbesit 
pertanyaan dihatiku apakah mami dia ini tidak ada rasa lagi akan tanah 
kelahiarannya ? tidak menceritakan tentang tanah bundanya?   kenapa begitu ya?? 
Apakah dia malu mengakui asal negeri sendiri?.  Entahlah….
 
Biarlah dia berkata seperti itu , tapi aku yakin dihati kecil maminya pasti ada 
rasa kebanggaan berdarah minang, dan aku yakin di hati maminya juga ada rasa 
kwatir akan keadaan akhir2 ini di kampung halamannya,, yah sudahlah yang 
penting aku tak peduli kampung halamanku dilanda berbagai macam musibah , daku 
tetap  bangga kalau  daku ini seourang GADIH MINANG yang bersuku Pitopang. 
Mungkin dia tidak tau bahwa Ranah minang menganut aliran Matrilinealisme  
Dimana keturunan mengikuti garis darah ibu, Dia tidak menyadari bahwa dia dan 
adek-adeknya  plus keturunan-keturunan selanjutnya akan berdarah minang. Apakah 
maminya tidak pernah cerita akan hal ini? 
Yah..biarkanlah dia berfikiran seperti itu, yang namanya musibah tidak akan 
memandang kampung siapapun, selagi masih di Negara ini , musibah dimanapun 
adalah musibah kita semua, semoga dia disadarkan….dan diberi petunjuk…semoga….
 
Suatu hari aku ingin dia  BANGGA berdarah minang . Dan dia tidak  malu mengakui 
kalo dia  berdarah minang. Suatu hari nanti aku akan ceritakan kepada dia  
betapa indahnya negeri minang itu. Dan akan menjelaskan kepada dia walaupun 
sebenarnya dia terlahir di kota Jakarta ini dia adalah orang minang., 
 
 Daku pun akan mengatakan bahwa daku  bercita-cita jika aku sudah tidak bisa 
berkarya di kota ini dan apabila nanti aku  tua, aku ingin menghabiskan usia 
senjaku di Nagari Minang itu. Menikmati indahnya sawah, gunung, sungai yang 
masih penuh dengan bebatuan...
 
Suatu hari nanti aku akan mengajak dia jalan2 ke kampungku , untuk melihat apa 
yang belum dia lihat, dan akan membuat dia bangga akan hal itu, semoga.....
 
Tuhan jauhkanlah ranah bundo dari bencana…agar temanku suatu saat nanti masih 
bisa melihat tanah kelahiran maminya yang indah ,sawah terhampar menguning, 
gunung tinggi menjulang, sungai  yang jenih dan  masih penuh dengan bebatuan, 
dia akan takjub akan ranah bundo nya 
 
Kabulkanlah ya Allah…
 
Amin….
 
 
Renny,ancol
www.renisy.blogspot.com


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke